Monday, September 2, 2013

Penolakan Miss World di Indonesia Disorot Media Dunia






Kabar penolakan pegelaran Miss World 2013 di Indonesia terus meluas. Tak hanya media di Indonesia, tapi juga media asing di Asia, Amerika, hingga Eropa juga memberitakan penolakan tersebut.





Penolakan ini semakin menguat menyusul adanya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan telah menolak keras pagelaran kontes kecantikan se-jagad tersebut.





CBC News yang bermarkas di Kanada ikut memberitakan penolakan MUI tersebut. Mereka menuliskan berita berjudul “Indonesian clerics call for ban of Miss World pageant” atau Ulama Indonesia menolak kontes Miss World.





Huffington Post, media yang berbasis di New York Amerika Serikat bahkan meragukan kontes kecantikan tersebut bisa terlaksana dengan menuliskan judul berita “Miss World Cancelled? Indonesian Clerics Protest Beauty Pageant On Religious Grounds”.










Di Inggris berita tentang maraknya penolakan kontes kecantikan tersebut diberitakan oleh media ternama setempat, yakni Daily Mail. Melalui situs onlinenya, Daily Mail memberitakan soal pembatalan ronde bikini yang sengaja dilakukan panitia untuk menghormati muslim Indonesia.





Sementara itu, ABS-CBN yang merupakan media asal Filipina memberitakan tentang kemungkinan dibatalkannya Miss World 2013 di Indonesia. Media ini lalu mengutip pernyataan Menteri Agama Suryadharma Ali yang meminta panitia memperhatikan fatwa MUI.





Pagelaran Miss World 2013 ini rencananya akan digelar di Bali dan Jakarta dengan puncak kegiatan pada 28 September di Sentul International Convention Center.



(*/jpnn)





Like → Tweet :










Join → Follow :











Menteri Agama Kesal Pidatonya Dipotong Kumandang Azan





*Batalkan Peletakan Batu Pertama



Raut muka Menteri Agama Suryadharma Ali berubah seketika saat dia sedang berpidato di Masjid Agung Bojong Koneng, Kabupaten Tasikmalaya, Senin, 2 September 2013. Penyebabnya, muazin masjid agung tiba-tiba saja mengumandangkan azan salat zuhur. Menteri yang terlihat kesal langsung menghentikan pidatonya selama azan berkumandang.



Setelah azan selesai, Suryadharma buru-buru menutup pidatonya. Dia bergegas meninggalkan masjid agung. Bahkan Suryadharma batal meletakkan batu pertama pembangunan Islamic Center Tasikmalaya.



Kunjungan Suryadharma ke Tasikmalaya hari ini untuk memberikan bantuan permodalan kepada umat Islam setempat. Dikonfirmasi mengenai peristiwa itu, Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum, yang mendampingi Menteri, menjelaskan, protokol pemerintah daerah tidak menyuruh muazin untuk azan dulu, meskipun waktu azan sudah tiba.



"Dari kami (protokol pemda) sudah minta ditahan karena Pak Menteri masih pidato, tapi dia menyatakan (yang nyuruh) dari protokol Jakarta (Kementerian Agama). Kalau sudah dari Jakarta, tidak bisa menahan, silakan," kata Uu seusai acara. (Baca: Subang Wajib Salat Berjemaah di Subang)



Ternyata, Uu melanjutkan, yang menyuruh muazin untuk azan bukan protokol Kementerian, melainkan protokol Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang juga mendampingi Suryadharma. Menurut dia, mungkin protokol Baznas tidak memahami urusan protokol.



"(Menteri) barusan nanya siapa Dewan Kesejahteraan Masjid, ya, mentoknya ke saya sebagai bupati. Saya juga heran kenapa dari Baznas bisa suruh-suruh," Uu mengeluhkan.



Menurut Bupati Uu, telat azan atau salat dalam aturan tidak berdosa. Bahkan ada hadis yang menyatakan seorang muslim harus menghormati tamu, sekalipun mereka dari golongan kafir. "Apalagi tamu itu muslim, menteri lagi," kata Uu.



Dia mengatakan sudah menyampaikan permohonan maaf kepada Menteri Agama. Menteri pun, kata Uu, memahaminya. "Saya sudah sampaikan kepada orang yang menyuruh muazin untuk azan agar jangan begitu lagi sebab ini wilayah saya. Saya yang bertanggung jawab terhadap acara ini," ucapnya. | ATJEHCYBER



(*/tempo)





Like → Tweet :










Join → Follow :











Arab Berguncang, Inilah Negara yang Paling Diuntungkan



Zeonis Israel Kegirangan


Oleh Ikhwanul Kiram Mashuri



Siapa yang paling diuntungkan dengan terjadinya kudeta militer di Mesir dan konflik berkepanjangan di Suriah sekarang ini? Jawabannya tentu saja Zeonis Israel. Dengan kata lain, mereka kini sedang kegirangan. Mereka girang karena tanpa perang dan mengeluarkan dana besar, lawan-lawan mereka yang paling tangguh di kawasan Timur Tengah satu per satu bertumbangan. Atau paling tidak para musuh mereka dalam kondisi yang sangat lemah sehingga tidak memungkinkan lagi mengangkat senjata untuk melancarkan perlawanan terhadap Zeonis Israel.


Mesir, misalnya. Sejak kudeta militer pada 3 Juli lalu, Ikhwanul Muslimin dan gerakan Islam politik lainnya yang berkuasa secara demokratis selama setahun tidak lagi dianggap berbahaya bagi keamanan Israel. Selama Muhammad Mursi--presiden yang berasal dari Ikhwanul Muslimin dan terpilih oleh rakyat secara demokratis--berkuasa, Israel dibuat tidak nyaman. Apalagi, ketika Mursi berhubungan erat dengan kelompok pejuang Palestina, Hamas, yang secara de facto berkuasa di Jalur Gaza.
Hamas selama ini dikenal sangat tangguh dalam perjuangan bersenjata melawan Zeonis Israel. Beberapa kali mereka berhasil memukul mundur ekspansi militer Israel di Jalur Gaza.


Atas dasar kesamaan ideologi politik, yaitu sebagai gerakan Islam politik, pemerintahan Presiden Mursi lebih dekat dengan Hamas dibanding kelompok Fatah. Yang terakhir ini dalam beberapa tahun terakhir, tepatnya sejak almarhum Yasir Arafat menjabat sebagai presiden Palestina dan kemudian digantikan oleh Mahmud Abbas, lebih memilih perjuangan diplomasi daripada perjuangan bersenjata/konfrontasi. Secara de jure Mahmud Abbas yang berasal dari kelompok Fatah memang sebagai Presiden.


Namun, secara faktual Fatah sebenarnya hanya berkuasa di Ramallah. Sedangkan, kawasan Jalur Gaza diperintah oleh Hamas. Kedekatan Ikhwanul Muslimin dengan Hamas juga dibuktikan dengan pembukaan perbatasan Mesir dengan Palestina di Rafah begitu Mursi terpilih menjadi presiden. Rafah selama ini merupakan jalur darat satu-satunya untuk menyalurkan berbagai bantuan dari luar ke Jalur Gaza, baik bantuan makanan, bahan bangunan maupun lainnya. Termasuk, konon, penyelundupan senjata. Hal inilah yang selalu dikhawatirkan oleh penguasa Israel.


Kekhawatiran itu semakin meningkat karena menurut analisis intelijen Zeonis Israel, sebagaimana ditulis Aljazirah.net, Presiden Mursi berencana membatalkan Perjanjian Camp David. Yang terakhir ini adalah perjanjian damai antara Israel dan Mesir pada 1978 yang ditandatangani Presiden Anwar Sadat dan PM Israel Menachem Begin, disaksikan oleh Presiden Jimmy Carter yang sekaligus menjadi fasilitator.


Karena itu, tidak mengherankan ketika terjadi kudeta militer untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Mursi, salah satu pihak yang menyambut baik adalah pemerintah Zeonis Israel. Sebagaimana ditulis New York Times, seorang sumber dekat dengan PM Israel Benjamin Netanyahu menyatakan, Israel merupakan pihak yang gembira dengan tumbangnya Presiden Mursi dan kekuasaan Ikhwanul Muslimin. Ia menyebut, kudeta militer merupakan perkembangan yang sangat baik bagi Mesir dan kawasan Timur Tengah, termasuk Israel. Penggulingan Mursi juga dianggap akan memperlemah kekuatan dan pengaruh Hamas.


Bukan hanya menyambut baik, PM Netanyahu, menurut media Israel, Maariv, juga mengutus beberapa jenderal dan senior di pemerintahannya untuk melobi AS dan beberapa negara Eropa. Intinya, agar mereka--AS dan beberapa negara Eropa--tidak menghentikan bantuannya ke Mesir. Bagi Netanyahu, bantuan itu sangat diperlukan supaya pemerintahan kudeta militer tidak ambruk. ‘’Bila pemerintahan Mesir sekarang jatuh, akan sangat membahayakan bagi keamanan Israel,’’ katanya.


Israel selama ini menganggap Mesir sebagai negara yang sangat strategis dan paling berpengaruh di kawasan Timur Tengah. Oleh sebab itu, mereka sangat berkepentingan dengan rezim penguasa di negara itu. Dengan kudeta militer yang menggulingkan kekuasaan Ikhwanul Muslimin, Mesir bisa dipastikan akan mengikuti kebijakan pemerintahan sebelumnya. Minimal, akan menjamin berlangsungnya Perjanjian Camp David yang mendekatkan militer Israel, Mesir, dan AS. Dengan begitu, keamanan Israel tidak akan terancam.


Di sisi lain, perkembangan di Suriah juga secara tidak langsung telah memihak pada kepentingan Israel. Perkembangan itu adalah rencana serangan AS ke basis-basis kekuatan Presiden Bashar al-Assad. Meski ada kekhawatiran bila Suriah diserang AS maka mereka akan mengarahkan senjata kimianya ke Israel, namun kemungkinan itu sangat kecil. Yang justru akan terjadi, serangan itu akan menggulingkan kekuasaan rezim Presiden Assad, sebagaimana terjadi pada Muammar Qadafi di Libya, Saddam Husein di Irak, dan rezim Taliban di Afghanistan. Atau paling tidak, kekuatan militer Suriah akan mandul sebagaimana juga terjadi di tiga negara tersebut.


Dengan penggulingan Assad, maka aliansi kekuatan antara Suriah-Iran-Hizbullah di Lebanon Selatan diperkirakan akan berantakan. Aliansi ketiga pihak selama ini sangat ditakutkan oleh Israel. Mereka sering mengancam keamanan nasional Zeonis Israel. Hizbullah sendiri beberapa kali telah berhasil menahan dan bahkan menggempur militer Israel yang mencoba menyerang Lebanon.


Bila skenerio ini berjalan dengan baik, yakni penghancuran kekuatan militer Suriah dan pelemahan gerakan Islam politik di Mesir yang dipresentasikan oleh Ikhwanul Muslimin, maka bisa diprediksi yang akan berpengaruh di Timur Tengah adalah negara-negara yang beraliran moderat. Yang terakhir ini diwakili oleh negara-negara kaya Teluk seperti Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Negara-negara yang dianggap tidak membahayakan bagi keamanan Zeonis Israel lantaran kedekatannya dengan Barat yang pro-Zeonis Israel. Wallahu a’lam bisshawab.




Like → Tweet :
Join → Follow :

Sunday, September 1, 2013

Al Qaeda sebut IM “Setan”, Serukan Rakyat Mesir Angkat Senjata






Front Al-Qaidah yang bermarkas Irak dan Suriah menyerukan warga Mesir untuk mengangkat senjata menentang tentara negeri itu, ujar pesan suara yang diunggah di Internet, Sabtu (31/8).





Namun mereka yang bercita-cita mendirikan negara Islam Irak itu menyebut Ikhwanul Muslimin, partai pendukung presiden Mesir terguling Mohamed Morsi, sebagai “setan” yang mendukung demokrasi dan mencari kekuasaan melalui pemenangan pemilihan umum.





Menyusul protes besar-besaran menentang bekas Presiden Mohamed Morsi, tentara Mesir mengenyahkannya pada kudeta pada 3 Juli dan kemudian memenjarakan.





“Sekarang, kita menegaskan bahwa tentara-tentara ini kafir..dan ada kewajiban menentang mereka, khususnya terhadap angkatan darat Mesir,” ujar juru bicara Al-Qaidah Irak Abu Mohammed al-Adani dalam pesan yang berapi-api, seperti dikutip AFP, Sabtu.





“Angkatan darat Mesir kini bekerja keras untuk menegakkan sekularisme dan berkuasa dengan undang-undang sekular.”





“Angkatan darat Mesir melindungi riba, rumah-rumah bordil, Yahudi, Koptik dan Kristen, yang menentang Allah dan RasulNya. Angkatan Darat-lah yang menyerang sejumlah masjid, Al-Qur’an dan membunuh serta melukai orang-orang yang sedang berdemo secara damai.”





“Apakah ini tentara yang tidak boleh diperangi?”





Namun Adani sekaligus mengejek Ikhwanul Muslimin dan menjulukinya sebagai “partai sekular yang menyamar sebagai kelompok Islamis.”





“Mereka bahkan melebihi setan dan lebih buruk dari kaum sekularis. Mereka adalah partai yang mementingkan jabatan dan parlemen. Mereka bertengkar sampai mati hanya demi demokrasi, namun mereka bukan berjuang demi jihad di mata Allah.”





Rekaman suara itu tak bisa diverifikasi secara independen.





Aktivitas Al-Qaidah Irak kini terfokus di Irak. Namun sejak protes damai menentang Presiden Suriah Bashar al-Assad pada awal 2011 dan berubah menjadi kekerasan berdarah-darah, kini mereka juga aktif di Suriah. Di Suriah, kelompok ini berpotensi menjadi kelompok pemberontak terkuat untuk menggulingkan al-Assad. | AFP







Like → Tweet :










Join → Follow :











AS Kian Bertekad Serbu Suriah




www.cnn.com




Amerika Serikat makin bertekad menyerang Suriah untuk menghukum rezim Bashar al-Assad yang dinilai brutal dan keji karena melakukan serangan senjata kimia. Washington mengaku punya data intelijen terbaru bahwa pelaku serangan ke beberapa kota di pinggiran Damaskus, 21 Agustus lalu, adalah tentara pemerintah.





Laporan intel setebal empat halaman tersebut menyebutkan 1.429 orang tewas, termasuk 426 anak-anak, akibat serangan di Ghouta timur, dekat Damaskus. Laporan itu juga merinci dari mana roket bermuatan senjata kimia diluncurkan. Roket ditembakkan dari daerah yang dikuasai rezim Assad dan diarahkan ke kawasan yang dikuasai oposisi. 





“Kita tidak bisa biarkan preman dan pembunuh seperti Bashar al-Assad bisa menggunakan gas beracun untuk membunuh warganya,” kata Kerry, Jumat waktu setempat. Ia khawatir hal itu akan ditiru Iran, Hizbullah, dan Korea Utara.





Perlunya tindakan tegas terhadap Assad juga disampaikan Presiden Obama. “Kami tidak bisa menerima sebuah dunia di mana perempuan, anak-anak, dan warga sipil tak berdosa dibunuh dengan gas pada skala yang mengerikan,” kata Obama dalam kesempatan terpisah. 





Obama belum membuat keputusan final tentang tindakan Amerika terhadap Suriah. Kalaupun ada aksi militer, itu akan dilakukan terbatas. Pernyataan ini ditafsirkan bahwa Amerika akan menyerang menggunakan roket jelajah tanpa mengirim pasukan darat. Amerika sudah menempatkan lima kapal induk yang diperkuat rudal Tomahawk di bagian timur Laut Mediterania.





Tanggapan langsung datang dari sekutu Suriah, Rusia. Presiden Vladimir Putin menantang Amerika membeberkan data intelijen mereka di PBB. Putin menyebut omong kosong jika rezim Assad dikatakan menggunakan senjata kimia. 





“Saya yakin itu (serangan kimia) tidak lebih dari provokasi oleh mereka yang ingin menyeret negara-negara lain dalam konflik Suriah,” kata Putin di Vladivostok kemarin.





Inggris, sekutu dekat Amerika, tampaknya menjauh dari konflik ini. Parlemen negara itu, Kamis lalu, menolak ikut serta menyerang Suriah seperti yang digadang-gadang Perdana Menteri David Cameron. Sekutu Amerika yang mendukung adalah Prancis. 





Berbeda dengan Inggris, Amerika dan Prancis tak membutuhkan persetujuan senat atau parlemen untuk ikut menyerang. Meski demikian, jajak pendapat di kedua negara itu menunjukkan mayoritas masyarakatnya menolak pengiriman pasukan ke Suriah.





Jajak pendapat Reuters/Ipsos, akhir pekan lalu, mendapatkan hasil 53 persen responden berpendapat bahwa Amerika harus keluar dari polemik terkait Suriah. Dari survei yang sama, hanya 20 persen warga Amerika yang menyatakan negaranya harus segera bertindak tegas dalam konflik Suriah.





Keengganan juga disampaikan warga Prancis. Jajak pendapat BVA yang dilansir Le Parisien-Aujourd'hui en France menunjukkan 64 persen responden menentang aksi militer, 58 persen tidak percaya Presiden Francois Hollande akan melakukannya, dan 35 persen khawatir aksi militer akan memicu perang besar di Timur Tengah.



REUTERS | BBC | TMPO







Like → Tweet :










Join → Follow :











Petinggi Al-Ikhwan, Badie Diberitakan Alami Serangan Jantung


Tokoh Al-Ikhwan Alami Serangan Jantung di Penjara




Pemimpin Al Ikhwan Al-Muslimun Mesir, Mohamed Badie, mengalami serangan jantung di penjara, surat kabar milik pemerintah Mesir melaporkan. Ia menjadi salah satu petinggi organisasi penyokong mantan Presiden Muhammad Mursi yang ditahan.





Surat kabar pro-rezim Al-Ahram melaporkan pada hari Sabtu bahwa Badie mengalami serangan jantung saat berada di penjara, namun berhasil ditolong.





Kantor berita MENA membantah laporan bahwa Badie telah meninggal, sedangkan juru bicara Al-Ikhwan tidak menanggapi permintaan untuk mengomentari tentang kondisi kesehatannya.





Sherief Abuel Magd, anggota Al-Ikhwan yang juga teman Badie, mengatakan dia tidak bisa mengkonfirmasi laporan tersebut. Tapi ia mengklaim bahwa setiap cedera pada pemimpin kelompok itu tidak akan menghambat masa depan jangka panjang Al-Ikhwan.





"Ini bukan gangguan," kata Abuel Magd. "Jika dia meninggal, orang lain bisa menggantikannya. Ketika Hassan al - Banna (pendiri Al-Ikhwan Al-Muslimun pada tahun 1928) meninggal, organisasi ini tetap berjalan," katanya.





Al-Ikhwan kini menghadapi ancaman terbesar bagi eksistensinya sejak tahun 1950-an. Kondisi saat ini mengingatkan pada kondisi ketika Presiden Gamal Abdel Nasser memaksa organisasi ini menjadi organisasi bawah tanah melalui serangkaian penangkapan massal.





Sejak Mursi lengser, semua kecuali dua anggota senior telah ditangkap atau terpaksa bersembunyi - termasuk Wakil Badie, Khairat al- Shater, yang merupakan tokoh paling berpengaruh dalam organisasi ini. */ATJEHCYBER



GUARDIAN | TMP







Like → Tweet :










Join → Follow :











Morsi Digulingkan, Antek Mubarak ‘Comeback’!




Adli Mansour ©news.com.au




Pemerintahan Mesir sementara pimpinan Presiden Adli Mansour memberikan kebebasan pejabat rezim Husni Mubarak kembali ke medan politik.





Lewat anggota Komite-50, Mansour juga meminta badan pembentuk undang-undang baru Mesir itu melarang pembentukan partai politik berbasis agama. Mansour merekomendasikan 10 nama anggota (Panel-10) mewakili pemerintah di Komite-50.





Panel pemerintah tersebut memprioritaskan pencoretan pasal 37 dalam UUD Mesir 2012. Regulasi nasional bikinan Ikhwanul Muslimin (IM) itu dikatakan tidak lagi relevan. Kanal berita al-Arabiyah melansir, pemerintahan baru menganggap Presiden Muhammad Mursi (2012) tidak demokratis dengan melakukan isolasi politik terhadap rezim Mubarak.





Padahal, demokrasi, dikatakan Panel-10 memberikan kebebasan bagi siapapun untuk berpolitik.Panel-10 mengusulkan draft UUD baru yang melegalkan pejabat-pejabat lama untuk kembali berpartisipasi.





Dalam pasal 55 draft UUD tersebut menyatakan, kebebasan bagi warga negara untuk membentuk partai politik dan berpartisipasi di pemerintahan. Akan tetapi, kejanggalan mencuat dalam kelanjutan pasal tersebut.







Dikatakan, dalam bagian pasal 55, partisipasi politik melarang terbentuknya partai-partai berbasis agama dan sekterian. Panel-10 juga mengusulkan agar pasal dua dalam UUD 2012 dihapuskan.





Panel-10 merekomendasikan draft rancangan tandingan yang menyatakan Mesir tidak lagi mengakui prinsip-prinsip Islam dalam konstitusi. UUD 2012 pasal 219 juga dihapus. Pasal tersebut terang menyatakan Islam sebagai agama negara.Ahram mengatakan, Panel-10 merupakan delegasi sekuler di badan pembuat UUD. Panel tersebut memulai debutnya di Komite-50 saat Jumat (30/8).





Rancangan UUD baru Mesir dikatakan tidak akan mencerminkan nilai-nilai yang tidak universal.Sementara itu, perburuan Pasukan Keamanan Mesir terhadap petinggi IM terus dilakukan. Kali ini, militer menangkap Mohammed el-Belthagi.





Nama terakhir adalah salah satu Juru Bicara Ikhwanul Muslimin paling vokal dan juga petinggi sayap politik IM, Partai Keadilan dan Kebebasan Mesir (FJP).Belthagi ditangkap saat Kamis (29/8) waktu setempat dalam sebuah perburuan di Provinsi Giza.





Televisi pemerintah menayangkan penangkapan Belthagi bak penangkapan terhadap buronan bersenjata. Laki-laki 50 tahun itu disergap oleh satuan militer bertopeng dan bersenjata laras panjang.Tidak ada perlawanan saat penangkapan dirinya.





Belthagi terlihat tersenyum saat tentara menggiringnya. Ahram menampilkan sebuah dokumentasi keramahan Belthagi saat berfoto dengan dua tentara. Namun Belthagi tetap dianggap sebagai buronan.





Banyak sangkaan pidana dialamatkan padanya.Rezim sementara di Ibu Kota Kairo itu mendakwa Belthagi dengan pembuat kerusuhan. Namanya tercatat sebagai orang paling dicari oleh militer lantaran menjadi dalang setiap aksi IM melawan pemerintahan Mansor dan militer.





Belthagi menghilang sejak peristiwa Rabaa al-Adawiyah 14 Agustus lalu.Selain Belthagi, tercatat sekira 60 petinggi IM yang kini mendekam di penjara. Termasuk Mursi. Penangkapan petinggi lainnya juga terus dilakukan.





Militer bermaksud menghilangkan pengaruh pemimpin IM untuk meredakan situasi dan keamanan di Mesir. Saat ini IM dianggap militer sebagai basis massa paling berbahaya. | ROL







Like → Tweet :










Join → Follow :











Wiro Sableng #133 : 113 Lorong Kematian

WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Episode : 113 LORONG KEMATIAN KEINDAHAN dan ketenangan Telaga Sar...