Friday, January 31, 2014

Hukuman Bagi Seorang Murtad



BEBERAPA hari terakhir media informasi di tanah air banyak memberitakan tentang Asmirandah yang berpindah agama menjadi penganut Kristiani.



Sebelum berpindahnya Andah, demikian selebritis ini biasa dipanggil, Jonas Rivano, lelaki yang menjadi suaminya, juga sempat membuat geger dengan menyatakan bahwa dirinya pernah menjadi mualaf.



Kasus Andah sebenarnya bukan satu-satunya. Ada beberapa selebritis lain yang memutuskan tidak lagi menjadi Muslim (murtad).



Umat Islam, dalam bentuk apa pun, dilarang memaksa non-Muslim untuk memeluk Islam. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Al-Quran dalam Surah Al-Baqarah ayat 256:



“Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam. Sungguh telah jelas jalan kebenaran dari jalan kesesatan.” (Q.S Al-Baqarah: 256)



Bersandar pada ayat tersebut, jelas bahwa jika ada non-Muslim yang ingin masuk Islam, sesungguhnya dia telah mendapat hidayah. Umat Islam akan dengan senang hati menerima mereka dan menjadikan mereka saudara.



Namun, sebaliknya, jika ada seorang Muslim yang ingin keluar dari Islam, sejatinya dia sedang tersesat dari jalan yang benar setelah sebelumnya dia mendapat hidayah.



Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 217: “Barangsiapa yang murtad di antara kalian dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”



Lantas, hukuman apa yang pantas diberikan kepada seorang yang murtad?



Tentang hal ini, ulama sepakat, sebagaimana diungkapkan oleh Wahbah az-Zuhaili, bahwa laki-laki yang murtad hukumannya adalah dibunuh, dengan syarat ia baligh, berakal, dan tidak dalam keadaan dipaksa.



Bagi perempuan yang murtad pun hukumannya adalah dibunuh menurut mayoritas fuqaha, kecuali kalangan Hanafiyah. Sungguh hukuman yang sangat keras.



Mengapa seorang yang murtad begitu keras hukumannya? Hal ini dilakukan untuk menjaga kemuliaan Islam dan kaum muslimin, sekaligus menjaga akidah umat Islam dari keragu-raguan yang akan disebarkan murtadin jika mereka bebas berkeliaran di tengah-tengah umat Islam.



Hukuman ini akan menjaga keutuhan jamaah kaum muslimin dari perpecahan, sekaligus menjaga mereka dari berbagai kerusakan. (*islampos)






“Jangan Gadaikan Iman Demi Cinta”



MARAKNYA kasus pemurtadan muslimah dengan lewat jalur pernikahan membuat Sekjen Aliansi Cinta Keluarga (AILA), Rita Soebagio M.Si, angkat suara.



Ibu yang aktif sebagai peneliti di Center for Gender Studies (CGS) ini menghimbau agar orangtua aktif menanamkan kecintaan anak kepada Allah dan RasulNya.



“Fenomena ini menjadi bahan introspeksi bagi kita, khususnya orangtua, sudah sejauh mana kita menanamkan kecintaan kepada Allah dan RasulNya, hingga tidak mudah dikalahkan dengan cinta-cinta yang semu,” ungkapnya kepada Islampos lewat pesan singkat (31/01/2014).



Terkait kasus Asmirandah yang baru-baru ini mengakui ikut kebaktian di sebuah Gereja bersama suaminya yang Kristen. Rita berpendapat bahwa isu ini akan dibesarkan oleh media sekuler sebagai bukti kemengangan cinta.



Apalagi menurutnya sebentar lagi akan tiba moment dimana cinta semu di propagandakan, Valentine Day.



“Isu ini (Kristennya Asmirandah) akan banyak diangkat media sekuler dengan propaganda kemenangan cinta, apalagi bersamaan dengan moment Valentine Day yang sama-sama mengangkat ide cinta yang semu,” jelasnya.



Sebagai Sekjen dari Aliansi yang concern dengan isu penguatan keluarga Islam, Rita menghimbau agar keluarga Muslim terus menerus menanamkan makna cinta sejati yang sudah Allah Sampaikan melalui Al Qur’an dan ditunjukkan Rasulullah lewat perilakunya.



Sehingga anak-anak, khususnya muslimah tidak jatuh dalam kasus dengan iming-iming cinta berujung pengggadaian agama.[/islampos]








Thursday, January 30, 2014

VIDEO: Alhamdulillah, Bayi Suriah yang Terkubur Hidup-hidup itu telah kembali Sehat





Ghina, Bayi yang sempat terkubur hidup-hidup reruntuhan di Suriah kini dalam kondisi sehat, Kamis (30/01/2014). Bayi berusia 14 bulan ini selamat namun ia harus kehilangan ibunya yang tewas akibat serangan udara rezim pemerintah Bashar Assad yang menghancurkan Aleppo, Suriah.





Warga Asli Panama, Bangun Masjid Pertama



Warga negara Panama kini tengah memulai pembangunan masjid resmi pertama oleh warga asli Panama di negeri itu seiring makin banyaknya pemeluk agama Islam di negara terletak di Amerika Tengah.



Masjid bernama Al-Haqq itu akhirnya mulai dibangun setelah kampanye selama sembilan tahun untuk permohonan izin oleh dua muslimah Josefina Bell-Munajj dan Khadijah Jackson, seperti dilansir abna, Kamis (30/1).



Kedua muslimah itu berharap masjid Al Haqq akan menjadi pusat pendidikan Islam di masa depan. Sejak 2011 dua muslimah itu sudah mengajar tentang Islam bagi para muslimah di sebuah ruangan pinjaman dari seorang dokter gigi muslim.



Awalnya kelas pengajaran mereka hanya diikuti sepuluh orang taoi kini sudah ada 30 orang ikut serta.



"Kami merasa sudah harus punya ruang lebih besar karena di sini semakin sempit," kata Bell-Munajj kepada majalah Religion Dispatches kemarin.



Meski sejumlah imigran muslim tinggal di Panama sudah membangun beberapa masjid tapi Al Haqq merupakan masjid pertama dibangun oleh warga asli Panama.



Islam masuk ke Panama pada awal abad ke-16 oleh warga Afrika yang diangkut ke negeri itu semasa perdagangan budak. Abad ke-20 ditandai dengan makin banyaknya imigran asal Timur Tengah dan Asia Selatan ke Panama.



Kini diperkirakan ada sekitar 24 ribu warga muslim di Panama, atau sekitar satu persen dari 3,6 juta total penduduk. (*abna/mdk)






Ilmuwan: Nabi Adam Hidup di Bumi 209.000 Tahun Lalu

Illustrasi


AGAMA-agama Samawi -- Islam, Kristen, dan Yahudi meyakini, Adam adalah manusia pertama. Sang Nabi disebut sebagai manusia sempurna, sosok cerdas yang berjalan tegak dengan kedua kaki. Jauh dari gambaran manusia purba ala Charles Darwin.


Bersama istrinya, Hawa mereka turun ke Bumi dan menjadi orangtua dari semua manusia modern yang ada di dunia.


Mayoritas manusia bisa melacak asal-usulnya dari dua hal tersebut. Namun bagi para ilmuawan ini, asal-usul dan evolusi Adam dan Hawa --atau bahkan apakah kedua hidup pada saat yang sama dalam sejarah-- masih jadi misteri dan membingungkan bagi mereka.


Baru-baru ini, tim ilmuwan dari Inggris mengklaim bahwa sosok yang mereka anggap sebagai Adam tinggal di Bumi sekitar 209.000 tahun yang lalu -- sekitar 9.000 tahun lebih awal dari perkiraan saat ini.


Sebelumnya, tim peneliti dari University of Arizona menyimpulkan, Adam jauh lebih tua dari Hawa. Bahwa kromosom Y hadir 338.000 tahun yang lalu, jauh sebelum evolusi manusia.







DNA mitokondria dari Hawa dan kromosom Y dari Adam (Y-MRCA) diyakini menjadi nenek moyang genetik manusia. 


Sementara, temuan terbaru menempatkan masa hidup 'Adam' dalam rentang waktu yang sama dengan belahan jiwanya, yaitu 'Hawa' -- nenek moyang genetika ibu manusia.


Debat Panas


Studi yang dipimpin Dr Eran Elhaik dari University of Sheffield dan Dr Dan Graur dari University of Houston mengklaim bahwa mereka telah 'mengembalikan' Adam di tempat yang tepat dalam sejarah evolusi.


Tim menebak masa hidup Adam menggunakan data genetika yang ada. Mengkalkulasi usia kromosom Y, mereka mengalikan data usia rata-rata seorang ayah memiliki anak pertama dengan jumlah mutasi genetika yang mereka temukan.


Mereka kemudian membagi hasilnya dengan tingkat mutasi kromosom Y -- atau berapa tahun rata-rata yang dibutuhkan untuk mutasi.


"Tentu saja kami bisa memanipulasi masing-masing variabel ini untuk membuat temuan terlihat lebih muda atau lebih tua," kata Dr Elhaik, seperti kutip Daily Mail, Kamis (30/1/2014).


"Dalam makalah, kami juga menunjukkan bahwa pada penelitian sebelumnya (University of Arizona) semua variabel dimanipulasi untuk membuat kromosom Y seakan lebih dulu," tambah dia.


Dr Elhaik menambahkan, berdasarkan penelitian mereka, manusia modern muncul di Afrika sedikit lebih dari 200.000 tahun yang lalu.


"Ini jelas menunjukkan bahwa manusia modern tidak kawin silang dengan hominin atau manusia kera yang hidup lebih dari 500.000 tahun yang lalu. Kami berpendapat tak hanya ada satu 'Adam' dan 'Hawa' melainkan sekelompok 'Adam' dan 'Hawa' yang hidup berdampingan dan dan mengembara bersama-sama di dunia."


Sebelumnya, tim dari Arizona University mengklaim, kromosom Y manusia berasal dari spesies yang berbeda melalui perkawinan silang. Yang membuat 'Adam' menjadi lebih tua.


Namun, Dr Elhaik menolak hipotesis itu dan menyebutnya tak ilmiah. "Hipotesis mereka menciptakan semacam "paradoks ruang-waktu " di mana individu spesies Homo-sapiens paling kuno belum lahir .


"Jika kita mengambil hasil numerik dari studi sebelumnya, ini serius, kita bisa saja menyimpulkan bahwa masa lalu dapat diubah jika ibu dari "Adam" memutuskan untuk tidak melahirkannya. Membawa akhir yang berlaku surut untuk spesies kita."


Pendapat berbeda dihasilkan dari penelitian Stanford University School of Medicine. Mereka menyimpulkan, Adam dan Hawa mungkin telah hidup pada rentang waktu yang sama. Adam tinggal di suatu tempat antara 120.000 dan 156.000 tahun yang lalu, dan Hawa hidup sekitar 99.000 hingga 148.000 tahun yang lalu .


Studi ini dipublikasikan dalam European Journal of Human Genetics. Demikian dikutip dari situs Nature World News. (*dailymail/lip6)





FOTO-FOTO: Inilah Bandara Paling Mengerikan di Dunia





Melihat foto di atas, pasti Anda sudah tahu seperti apa berbahayanya bandara yang berada di wilayah negara Belanda ini.



Bandara Internasional Princess Juliana, St. Martin, yang terletak di lokasi wisata tropis ini sangat dekat dengan Pantai Maho yang selalu dipenuhi oleh para turis yang sedang berjemur.



Walaupun belum pernah ada kecelakaan serius yang mengakibatkan korban jiwa, tetapi baik saat tinggal landas maupun saat mendarat, semburan jet dari pesawat-pesawat tersebut dapat menyebabkan kecelakaan fatal bagi turis yang berada di sekitarnya.



Pertanyaanya adalah mengapa bandara ini masih digunakan, bahkan untuk penerbangan komersial yang padat? Jawabannya, bagaimanapun juga bandara ini tetap merupakan tempat yang paling aman untuk penerbangan dari seluruh lokasi yang ada di pulau ini.







































Islam Jadi Mata Kuliah di Universitas Cardiff, Inggris





ISLAM  bakal menjadi mata kuliah baru bagi mahasiswa University of Cardiff, Wales. Dimulai dengan kuliah umum tentang Islam selama dua bulan ke depan.



“Islam adalah agama terbesar kedua di dunia begitu pula di Inggris,” ujar Profesor Sophie Gilliat-Ray, Direktur Pusat Universitas Cardiff pada media massa Wales seperti dilansir dari OnIslam, Senin (27/1).



“Ada sejumlah bangunan besar dan bersejarah di Inggris, khususnya di Cardiff terdapat bangunan bersejarah mengenai Islam,” tambahnya.



Serangkaian kuliah umum yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Islam akan diadakan di Universitas Cardiff pada Februari hingga Maret. Hal itu diadakan dalam upaya untuk memperbaiki kesalahpahaman mengenai Islam, agama terbesar kedua di Wales.







Kuliah tersebut akan diisi oleh berbagai tokoh agama dan tokoh-tokoh berpengaruh, yang akan dimulai pada tanggal 11 Februari mendatang. Kuliah mengenai studi Islam tersebut disampaikan oleh Profesor Mona Shiddiqui dari Universitas Edinburgh.



Hari berikutnya perkuliahan akan diisi oleh berbagai tokoh terkenal. Di antaranya adalah Profesor John Eade dari Universitas Roehampton, Mike Kavanagh dari kepala kerohanian nasional, dan Navid Akhtar dari Direktur Media Gazelle.



“Kami telah membagi dalam beberapa topik yang menarik. Sehingga peserta tertarik dan mendengarkan secara saksama,” ucap Profesor Gilliat.






Profesor Sophie Gilliat-Ray



Cardiff adalah kota terbesar di Wales dan merupakan rumah bagi 25.000 Muslim. Inggris memiliki penganut Islam yang cukup besar yakni 2,7 juta jiwa.



Pusat Studi Islam di Inggris merupakan sekolah untuk mendalami ilmu arkeologi dan agama. Di dalam Pusat studi tersebut juga seringkali melakukan penelitian. Pusat studi tersebut juga memiliki hubungan yang baik dengan komunitas Muslim setempat. Bahkan, anggota penasehat di pusat studi tersebut juga ada dari salah satu warganya. (*onislam/rol)






















Lihatlah! Indahnya Penampakan Awan Hujan di Atas Pulau Jawa (PHOTOS)




Awan Cumulusnimbus memenuhi langit Pulau Jawa termasuk Jakarta pada (29/1). Awan tersebut merupakan pembentuk hujan yang mengguyur Pulau Jawa sehingga menyebabkan banjir di sejumlah lokasi. BMKG memprediksikan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang akan mengguyur pulau Jawa hingga awal bulan Februari. (TEMPO/Aris Andrianto)







Sebuah pesawat terbang di dekat kumpulan awan Cumulusnimbus yang memenuhi langit Pulau Jawa termasuk Jakarta (29/1). (TEMPO/Aris Andrianto)








Kumpulan awan Cumulusnimbus memenuhi langit Pulau Jawa termasuk Jakarta saat di sore hari (29/1). (TEMPO/Aris Andrianto)








Awan Cumulusnimbus menutupi langit Pulau Jawa termasuk Jakarta (29/1). Foto ini diambil dari atas pesawat komersil dalam perjalanan dari Yogyakarta ke Pekanbaru. (TEMPO/Aris Andrianto)








Kumpulan awan Cumulusnimbus yang memenuhi langit Pulau Jawa termasuk Jakarta saat difoto dari atas pesawat komersil dalam perjalanan dari Yogyakarta ke Pekanbaru (29/1). (TEMPO/Aris Andrianto)








Sinar matahari menembus kumpulan awan Cumulusnimbus yang memenuhi langit Pulau Jawa termasuk Jakarta (29/1). (TEMPO/Aris Andrianto)



sumber: Tempo


























Wednesday, January 29, 2014

Buta Mata Buta Hati, Murtad karena ‘Cinta’ !



ADALAH Farmidzi Zantman pria bule orang tua Asmirandah yang menemui kisah tragis ini. Ia sempat menaruh curiga terhadap putrinya tersebut yang diduga sudah murtad demi pria.



Selasa (28/1/2014) pagi, beredar foto mirip Asmirandah dan Jonas Rivanno yang tengah menjalani kebaktian di Gereja Tiberias, Kelapa Gading. Dugaan muncul kalau Andah --sapaan Asmirandah-- telah pindah agama mengikuti keyakinan yang dianut Vanno, panggilan Jonas.



Ayah Andah, M. Farmidzi Zantman, pun tak menampik kalau putrinya telah pindah keyakinan. "Feeling saya sih dia sudah (pindah agama). Tapi dia nggak berani ngomong ke saya," kata Farmidzi. Diakuinya, akhir-akhir ini Andah jarang berbicara mengenai hubungannya dengan Vanno.



Apalagi, Farmidzi masih kesal dengan tindakan Vanno yang dianggap membohonginya.



Bagaimana tidak, Vanno sempat mualaf pada Agustus 2013 lantas menikahi Andah secara Islam di Masjid An-Nur Depok, pada 17 Oktober 2013. Kurang dari dua minggu, Vanno justru mengaku kembali memeluk keyakinan lamanya.





Sebenarnya sejak awal sang ayah, M Farmidji Zantman tidak pernah merestui hubungan anaknya dengan Vanno, meskipun mereka telah menjalaninya selama bertahun-tahun.



Namun karena keseriusan dan niat tulus Vanno yang hendak menjadi mualaf dan ingin mempersunting anaknya tersebut, maka Zantman membantu segala sesuatunya yang berkaitan dengan proses Vanno untuk menjadi mualaf.



Namun pada akhirnya Zantman mengaku menyerahkan semua keputusan ditangan Andah.

Zantman merasa malu kepada pihak – pihak yang terkait dan ikut membantu proses pengislaman Vano. Hanya kata maaf yang dapat diucapkan oleh Zantman kepada MUI dan juga DKM Masjid An-Nur.



Asmirandah: "Agamaku adalah hakku"






Asmirandah sedang beribadah di gereja (kebaktian)
Terkait beredarnya foto dirinya dan Jonas Rivanno yang sedang beribadah di gereja (kebaktian), Asmirandah mangatakan, Urusan agama dan keyakinan, menurut pemain sinetron Separuh Aku itu adalah hak dirinya yang tidak bisa dicampuri orang lain.



"Agama hak aku, itu iman saya. Terserah orang mau nilai aku seperti apa, itu urusan aku sama Tuhan", ujar Andah dikutip Merdeka.



Andah, demikian biasa dipanggil, mengaku tidak pernah membantah ataupun membenarkan, apakah dirinya berpindah keyakinan atau tidak.



Ia pun mengaku sudah menikah kembali dengan Jonas Rivanno Watimena. Tetapi, kapan dan dimana Andah dan Vanno menikah, tidak dijelaskan.



Andah menegaskan, pernikahannya dengan Vanno telah digelar di luar Indonesia. "Sudah, memang sudah (menikah lagi)," kata dia sebagaimana dikuti Tribunnews.



Di negara mana Andah dan Vanno menikah, tidak jelas. "Prosesnya di luar negeri," ucapnya. "Yang jelas, masalah nikah, kami sudah menikah (lagi)," tandas perempuan itu.








PICTURES: Kreatifnya Seni Bayangan dari Sampah!






SAMPAH ternyata dapat menjadi karya seni. Tim Noble dan Sue Webster membuat seni dari 


tumpukan sampah yang biasanya dihindari orang, seperti bangkai tupai, tulang hewan, bungkus rokok, 


dan kayu rusak. Dengan bantuan cahaya, kedua seniman mengubah sampah menjadi sosok rumit, yang


bayangannya membentuk potret detail. Bayangan ini kerap mencerminkan diri mereka sendiri.







'Wild Mood Swings' (2009-2010). Terdiri dari: dua tangga kayu, kayu rusak, dan sebuah proyektor.







Patung bayangan pertama mereka "Miss Understood & Mr Meanor" (1997) menampilkan gambaran kepala kedua seniman di atas pasak. "Seperti kepala penjahat yang dipamerkan depan Traitors' Gate di Tower of London setelah dieksekusi di hadapan publik," kata Webster.







"The Gamekeeper's Gibbet", sebuah karya yang baru-baru ini dibeli Art Gallery of South Australia, memakai bangkai tupai, katak, burung, dan binatang lainnya yang dilapis perak dan disepuh keemasan. Kedua seniman menamakan penemuan ini sebagai "sampah negara kami." "Semuanya bermanfaat," kata Webster. "Berjalan di pinggiran desa tidak berbeda dengan berjalan di London."







Inti "The Gamekeeper's Gibbet" adalah sejumlah bangkai tupai yang ditemukan dalam satu kali berjalan-jalan di pedesaan. Namanya mengacu pada kebiasaan para "gamekeeper', petugas pengurus taman dan kebun pribadi di Inggris. Mereka biasanya menggantung bangkai hewan untuk menakut-nakuti satwa hama.







Logam dan kayu yang dilas ini membuat karya bernapaskan punk 'A Hole', 2005.













"Kiss of Death" (2003), terbuat dari sekitar 30 bangkai hewan: enam tikus, satu cerpelai, delapan gagak 'carrion', delapan gagak 'rook', dan 11 gagak 'jackdaw'.







"Falling Apart" dari tahun 2001 terdiri dari barang-barang pribadi yang dibuang dalam waktu tiga bulan (Januari-Maret).









Bungkus rokok, kaleng bekas latihan menembak, dan bangku kayu membentuk "Sunset Over Manhattan", tahun 2003.









'Nasty Pieces of Work' (2008-2009) terdiri dari dua tangga kayu, kayu rusak, peralatan yang rusak, dan proyektor.









Karya bertajuk "Dirty White Trash (with Gulls)" ini terdiri dari sampah yang berasal dari aktivitas kedua seniman ini selama enam bulan, ditambah dua camar awetan.







Dibuat tahun 2000, karya ini berjudul "Wasted Youth", terdiri dari sampah, replika makanan, bungkus makanan McDonalds, dan kayu.































Tunisia Resmi Jadikan Syariat Islam Sebagai Dasar Negara



MAJELIS Nasional Tunisia dikabarkan telah menyetujui konstitusi baru dasar negara dalam rangka membangun demokrasi.



Akhirnya, setelah tiga tahun lebih pemberontakan rakyat yang menyebabkan jatuhnya Zainal Abidin bin Ali, mantan diktator negara ini, Syariat Islam dijadikan sebagai dasar negara.



Tepat sebelum pemungutan suara konstitusi, Mehdi Jumat, Perdana Menteri Tunisia, telah membentuk kabinet baru sebagai bagian dari perjanjian untuk mengakhiri krisis selama tiga tahun negara ini.



Krisis antara Islam berkuasa dan oposisi sekuler, dalam beberapa bulan terakhir terlihat semakin kentara, shabestan melaporkan pada Selasa (28/1/2014).



Setelah voting bersejarah ini dilaksanakan, bendera putih dan merah Tunisia dikibarkan, dan para perwakilan merayakan penetapan konstitusi ini.



Mustafa bin Ja’far, juru bicara Majelis mengatakan, konstitusi dasar ini merupakan impian rakyat Tunisia sejak dulu. Ja’far percaya perubahan konstitusi ini akan menciptakan sebuah negara sipil yang demokratis.



Dalam konstitusi baru, Islam diakui sebagai agama resmi negara. (*theGlobe/isp)






Duo Penjahat Perang, Sesama Pembantai Muslim Bosnia

Ratko Mladic


Ratko Mladic kembali berhadapan dengan hakim Mahkamah Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY/International Criminal Tribunal for the Former Yugoslavia) kemarin (28/1).



Kali ini dia hadir sebagai saksi dalam sidang kasus kejahatan perang dengan terdakwa Radovan Karadzic. Tapi, dia menolak bersaksi untuk mantan sekutu politiknya itu.



"Saya tidak akan bersaksi. Saya menolak bersaksi karena alasan kesehatan dan karena kesaksian saya nanti bisa memengaruhi kasus saya sendiri," ujar Mladic dalam sidang yang berlangsung di Kota Den Haag, Belanda, tersebut.



Radovan Karadzic


Bersama Karadzic, tokoh 71 tahun itu menghadapi dakwaan serius dalam kasus pembantaian sekitar 8.000 muslim di Kota Srebrenica pada Juli 1995.



Selain pembantaian terhadap muslim, dua tokoh yang dikenal kejam itu juga terlibat dalam kasus pendudukan berdarah Kota Sarajevo (ibu kota Bosnia) selama 44 bulan. Dalam aksi tersebut, tidak kurang dari 10.000 nyawa melayang gara-gara kekejian yang mereka dalangi.



Seharusnya Mladic dan Karadzic bisa saja menjalani sidang bersama. Tapi, selisih waktu penangkapan mereka yang lama membuat sidang berjalan terpisah.





Karadzic yang tertangkap pada Juli 2008 sudah lebih dulu menjalani proses hukum. Karena itu, sidang kasus Karadzic pun berjalan lebih dulu.



Saat berjalan melewati Karadzic setelah menolak bersaksi kemarin, Mladic sempat menyapa. "Radovan, maafkan saya dan terima kasih," ujarnya.











Morsi kembali Melawan: “Anda tahu Siapa Saya?”





Koresponden sebuah televisi swasta Mesir menyebutkan, bahwa ketika mantan presiden Muhammad Mursi tiba di pengadilan pagi ini (29/1), ia langsung digiring ke dalam sangkar persidangan.



Ketika ia dimasukkan ke dalam sangkar besi itu, ia langsung berteriak kepada hakim. Ia menegaskan bahwa dirinya adalah presiden Mesir yang sah.



Dalam sebuah video digambarkan bahwa Mursi berucap kepada hakim, "Kamu tahu siapa saya?"



Mursi sendiri menolak untuk disidang, dan bertanya apa yang menjadi sebab ia dtahan, Ia menganggap bahwa persidangannya adalah inkonstitusional.



Morsi berteriak dengan marah kepada hakim, 'Siapa Anda? Katakan padaku!'.



Dalam cuplikan rekaman berdurasi setengah jam yang ditayangkan di televisi negara, Mursi memprotes dirinya ditempatkan di dalam ruangan tertutup sambil memekikkan suara, 'Apakah Anda tahu di mana saya?'



"Mantan presiden itu juga menyatakan kepada hakim bahwa dia tetap pemimpin Mesir yang sah, selama bagian rekaman yang tidak disiarkan dari sidang," kata seorang reporter negara di dalam ruang sidang.



Pengadilan Pidana Kairo kembali menunda persidangan terdakwa presiden terguling Muhammad Mursi hingga 22 Februari mendatang dengan alasan pengunduran sidang karena sejumlah berkas persidangan belum dipenuhi oleh kedua belah pihak, penuntut umum dan pengacara Mursi.



Setidaknya 131 tersangka lainnya akan disidangkan bersamaan dengan Mursi, sementara sejumlah tersangka lainnya akan disidangkan tanpa perlu dihadirkan ke depan hakim.



Pada persidangan sebelumnya, Mursi menyatakan dengan tegas kepada hakim bahwa ia adalah presiden yang sah dari pemilu Mesir yang diselenggarakan secara demokratis.



Persidangan ketika itu juga disiarkan secara langsung, dan terlihat Mursi bersama sejumlah tersangka lainnya berada di balik jejuri besi. (st/islamianews)





















Wabah `Black Death` yang Tewaskan Jutaan Orang Eropa, mengancam lagi?



Para ilmuwan sedang berusaha menguak kunci tentang strain (varian genetik) bateri yang memicu dua dari wabah paling mematikan di dunia.



Tim ilmuwan membandingkan genom Wabah Justinian (Plague of Justinian) dan Black Death alias 'maut hitam' -- kemudian menemukan bahwa keduanya disebabkan strain berbeda dari bakteri Yersinia pestis: penyebab pes.



Black Death, dimulai tahun 1300-an. Menewaskan jutaan orang atau separuh dari populasi Eropa. Suatu masa 800 tahun sebelumnya, wabah menyebabkan malapetaka serupa di Kekaisaran Bizantium di masa kekuasaan Justinian: Wabah Justinian.



Wabah Justinian terjadi pada tahun 541, merupakan wabah pes atau bubonik yang pertama tercatat dalam sejarah. Wabah ini dimulai di Mesir dan merebak sampai Konstantinopel pada musim semi tahun berikutnya. Pada puncaknya menewaskan 10.000 orang setiap hari.



Pertanyaannya, apakah mungkin muncul strain serupa yang bisa menyebabkan kematian massal pada manusia saat ini?



Para peneliti menemukan, sementara strain Wabah Justinian telah punah, patogen yang menyebabkan Black Death berevolusi dan bermutasi. Ia masih punya kekuatan membunuh saat ini.



Menulis dalam jurnal The Lancet Infectious Diseases, tim peneliti mengatakan, pengetahuan tentang bagaimana patogen berevolusi di masa lalu amat krusial untuk membantu mereka memahami kemungkinan munculnya strain wabah itu di masa depan.



Tim bertanya-tanya mengapa strain awal wabah mati sementara sepupunya, Black Death sukses menyebar ke seluruh dunia dan muncul kembali di Abad ke-19 di Asia.



Untuk menjawab pertanyaan itu, para ilmuwan melakukan sequencing genom Wabah Justinian dari DNA gigi dua korbannya. Mereka lalu membandingkan strain kuno tersebut dengan strain wabah yang ada saat ini dan mengkonstruksi 'silsilah' wabah itu.



Tim menyimpulkan, Wabah Justinian mengalami 'kebuntuan evolusi' namun mereka belum memastikan alasannya.



Soal kemungkinan wabah kembali terjadi, penulis utama studi, David Wagner yakin kita tak akan menghadapi pandemi dengan kadar mematikan serupa dengan dua wabah terparah itu.



"Strain wabah (pes) selalu muncul dari sarang tikus, menyebabkan penyakit pada manusia. Namun, kita tak mengalami pandemi lagi," kata dia seperti dikabarkan BBC, Selasa 28 Januari 2014.



Dia menambahkan, strain yang ada saat ini, sama mematikannya dengan strain yang menewaskan jutaan manusia di masa lalu. Bedanya, "manusia telah berubah'.



"Kita telah mengurangi populasi tikus dan manusia sekarang memiliki antibiotik yang dapat digunakan untuk mengobati wabah sebelum menyebar dalam skala besar," kata Wagner. (*BBC/lip6)






Hebat! Tahanan Palestina ini Jadi Sarjana dan S2 di Balik Penjara Israel



Dulu, Jamal Abu Muhsin menyangka, riwayat pendidikannya bakal tamat saat ia divonis seumur hidup karena menusuk seorang pria Israel berusia 76 tahun hingga tewas pada 1991. Perbuatan itu dilakukannya sebagai balas dendam atas kematian 5 warga Palestina pelaku pelemparan batu oleh tentara Israel.


Padahal, kala itu, dia baru menjadi mahasiswa tahun pertama di sebuah universitas di Palestina.


Namun, takdir berkata lain. Jamal tak harus menghabiskan masa hidupnya di balik jeruji besi. Baru-baru ini ia dibebaskan di tengah upaya pembicaraan damai Israel-Palestina yang diprakarsai Amerika Serikat. Setelah 23 tahun terpenjara.


Jamal kini memasuki babak baru dalam hidupnya. Tidak dengan tangan kosong. Ia punya 2 gelar akademik yang kesemuanya ia dapatkan di balik bui.


Jamal adalah satu dari ratusan warga Palestina yang kuliah di balik sel -- sebuah program yang didukung sistem lembaga pemasyarakatan Israel selama 2 dekade sebelum dihapuskan para 2011.


Pendidikan membantunya mengatasi kejenuhan dalam masa tahanannya. "Saat mengetahui divonis seumur hidup, aku menghadapi 2 pilihan: membuat hidupku berarti atau menyia-nyiakan hidup dan pikiran di balik jeruji besi," kata Jamal yang kini berusia 42 tahun di rumahnya di Kota Tubas, Tepi Barat, seperti dimuat Al Arabiya, 28 Januari 2014.


Ia memilih yang pertama. Dengan tekun, ia belajar banyak hal. Mulai sejarah, lalu bahasa dan menulis, kemudian ilmu pasti dan ekonomi sebelum akhirnya berlabuh dan mendapat gelar sarjana dalam ilmu politik lewat kuliah jarak jauh dari Hebrew University Yerusalem.




Tak lantas puas, Jamal melanjutkan pendidikannya hingga mendapat gelar master dari Al-Quds University, Palestina.


Bagaimana rasanya kuliah di universitas Israel? "Aku belajar tentang gerakan zionis dari perspektif zionis, dan aku merasa tak mengalami diskriminasi sebagai mahasiswa. Aku menulis paper di mana aku mengritik zionisme dan mereka menerima argumenku," kata dia. 


"Aku ingin belajar dan memahami banyak hal dalam hidup, membuat masa-masa tahananku berarti. Jika itu tak kulakukan, niscaya jiwaku sudah mati," kata dia.


Setelah bebas, Jamal kini sedang mencari pekerjaan. Meski menolak menjawab apakah ia menyesali kekerasan yang ia lakukan di masa lalu, ia mengaku, pendidikan yang diperoleh di penjara telah membantu mengubah sudut pandangnya.


"Konflik bisa diselesaikan tidak hanya oleh kekuatan militer. Kami berjuang selama beberapa dekade, dan sekarang kami harus memikirkan cara lain untuk membebaskan tanah kami," kata dia.


"PBB menciptakan Israel dan harus melakukan hal yang sama terhadap Palestina. Kita mewarisi pengalaman Gandhi di India dan Mandela di Afrika Selatan . Kami di Palestina harus mencoba cara mereka," tutur Jamal.


Kuliah Diam-diam


Israel mulai menawarkan program pendidikan di balik sel kepada para tahanan di awal 1990-an. Orit Adato, yang pernah menjabat komisaris di Badan Penjara Israel dari tahun 2000 hingga 2003 mengatakan Israel cukup lunak terhadap tahanan dan membolehkan tahanan kriminal belajar -- seperti halnya yang berlaku di seluruh dunia.


Ia menyebutnya sebagai pendekatan manusiawi Israel. Meski aktivis hak narapidana menyebut, kondisi di penjara-penjara Israel sangat berat, para napi melakukan aksi mogok makan massal sebagai protes .


Di bawah pengawasannya, Adato mengatakan tahanan dibatasi hanya boleh belajar dalam Bahasa Ibrani sehingga materi pembelajaran dapat dimonitor.


Tahanan juga dilarang mempelajari mata pelajaran yang dianggap berbahaya: seperti fisika, kimia, dan politik nasionalisme.


Ia mengatakan, tujuan program tersebut adalah agar para tahanan Palestina, yang akan memiliki posisi kuat dalam dunia politik Palestina, menjadi fasih berbahasa Ibrani dan akrab dengan masyarakat Israel. Ke depan, mereka diharap bisa membantu memfasilitasi perundingan perdamaian.




Di sisi lain, Almagor, asosiasi keluarga korban Israel dalam serangan militan mengatakan, para pembunuh yang dihukum seharusnya tidak diperbolehkan untuk belajar.


Pada tahun 2011, Israel menghentikan program kuliah di balik penjara, menanggapi penahanan tentara Israel, Gilad Schali selama 5 tahun di Gaza. Meski, Schalit telah dibebaskan, program itu belum dipulihkan.


Namun, para tahanan tak kehilangan cara. Mereka menemukan cara untuk mendapatkan gelar akademis. Issa Karake, menteri Palestina untuk urusan tahanan mengatakan, para tahanan kini "kuliah diam-diam" dengan berkoordinasi dengan universitas Palestina di Tepi Barat dan Gaza.


"Pendidikan merupakan salah satu hak dasar para tahanan. Dan ketika Israel tak memenuhinya, kita harus menemukan cara untuk memberikan warga kami pendidikan yang layak yang mereka butuhkan," kata dia. "Dengan pendidikan, tahanan merasa mereka adalah manusia. Mereka merasa masih ada harapan dan mendapatkan keuntungan dari waktu tak berujung di penjara. Untuk mengubah sesuatu yang negatif menjadi positif."


Kuliah diam-diam, lalu bagaimana dengan para dosen? Ada pemimpin pemberontakan, Marwan Barghouti, tahanan Palestina paling terkenal mendapat gelar master dalam Studi Israel. Ia juga menerima gelar doktor dari sebuah universitas Mesir pada tahun 2010 -- membuatnya memenuhi syarat untuk menjadi dosen di penjara.


Barghouti dipenjara 12 tahun yang lalu. Ia divonis 5 hukuman seumur hidup setelah dinyatakan bersalah terlibat dalam pembunuhan 4 warga Israel dan seorang biarawan Yunani.


Dalam masyarakat Palestina, narapidana yang ditahan oleh Israel dihormati sebagai pahlawan dan pejuang kemerdekaan. Kebebasan mereka disambut dengan bentangan poster, parade dan pesta besar. (*liput6/dailymail)







Wiro Sableng #133 : 113 Lorong Kematian

WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Episode : 113 LORONG KEMATIAN KEINDAHAN dan ketenangan Telaga Sar...