Wednesday, August 28, 2013

Kadis Syariat Islam Kota Langsa Dikeroyok




Drs Ibrahim Latif, MM





Kepala Dinas Syariat Islam (Kadis SI) Kota Langsa, Ibrahim Latif bersama personel Wilayatul Hisbah (WH), Minggu (25/8) malam dikeroyok sekumpulan pemuda mabuk ketika membubarkan pesta keyboard (organ tunggal) di Gampong Karang Anyar, Kecamatan Langsa Baro. Ibrahim Latif sendiri menyatakan tetap komit menjalankan tugas dan siap mati demi tegaknya syariat Islam.





Menjelang insiden itu pihak Dinas Syariat Islam Kota Langsa mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada tiga gampong yang mengadakan hiburan keyboard, yaitu Karang Anyar dan Gedubang Jawa di Kecamatan Langsa Baro serta Pondok Keumuneng di Kecamatan Langsa Lama.





Mendapat laporan itu, Kadis SI Kota Langsa, Ibrahim Latif bersama 12 personel WH meluncur ke lokasi untuk target menertibkan. Lagi pula muspika di masing-masing kecamatan di Kota Langsa telah mengeluarkan keputusan melarang hiburan keyboard pada malam hari.





Penertiban pertama berlangsung di Gampong Geudubang Jawa. Padahal waktu itu suasana sedang panas-panasnya dengan goyangan biduanita berpakaian seksi. Awalnya keuchik setempat bersekiras tak mau menghentikan hiburan itu namun setelah terjadi perdebatan panjang akhirnya pihak desa dan pelaksana mengalah.





Sukses di Geudubang Jawa, tim bergerak ke Pondok Keumuneng (Suka Rakyat) untuk menertibkan keyboard yang berpanggung di dekat mushalla desa itu. Biduanitanya juga berpakaian serbaseksi sambil bergoyang mengikuti hentakan musik dari organ tunggal. Penonton berjingkrak-jingkrak tak karu-karuan, campur baur dalam aroma alkohol.





Meski sempat diwarnai ketegangan, tetapi hiburan keyboard di Pondok Keumuneng juga sukses. Selanjutnya, menjelang tengah malam, sekitar pukul 23.30 WIB, tim pengawal syariat Islam tersebut melanjutkan misi ke Karang Anyar. Namun, di luar dugaan, penonton keyboard dari Pondok Keumuneng yang kecewa bergerak ke Karang Anyar untuk menghadang tim Ibrahim Latif.





Ketika Ibrahim Latif dan rombongan tiba di lokasi hiburan keyboard di arah belakang Masjid Baburrahmah Karang Anyar, langsung dihadang oleh serombongan pemuda yang sedang berada di bawah pengaruh minuman keras.





“Kita langsung naik panggung untuk menghentikan aksi biduanita berpakaian seksi sambil menari dan berjoget dengan pemuda yang sedang mabuk berat. Benar-benar pertunjukan yang sangat bertentangan dengan syariat Islam,” kata Ibrahim Latif.





Tim yang naik ke panggung menghadapi perlawanan dari rombongan pemuda yang sedang mabuk. Personel WH dipukuli, ditinju, dan ditendang sambil didorong-dorong agar tidak menghentikan aksi mereka. Rusuh pun tak terelakkan.





Karena kekuatan tidak berimbang, akhirnya personel WH turun panggung. Saat berbalik arah itu, mereka juga dilempari dengan batu. Salah satu lemparan mengenai kepala Ibrahim Latif.





“Pak Kadis lepas dari kawalan kami sehingga dikeroyok dan ditendang serta ditumbuk kepalanya. Anggota WH yang lain juga dilempar batu. Kami terpaksa menyelamatkan diri ke mobil patroli. Beruntung ada dua personel Polsek Langsa Barat sehingga kami bisa meloloskan diri,” kata Danton WH, Tgk Irmansyah.





Dalam penegasan, Ibrahim Latif mengatakan dirinya tidak pernah gentar menghadapi tantangan dalam penegakan syariat Islam. Dia juga menyatakan siap mati demi tegakkan syariat Islam.



___



Terkait:



Ibrahim latif Siap Mati Demi Tegakkan Syariat









Like → Tweet :










Join → Follow :











Baku Hantam Ideologi Pasca “Arab Spring”





Oleh Husam Dajni (*




Teori-teori demokrasi sudah habis. Arab gagal memanfaatkan Arab Spring untuk memperkuat perilaku demokrasi dan suksesi kepemimpinan dan kekuasaan serta partisipasi politik. Perubahan-perubahan dan persekutuan antara kelompok di kawasan telah mengembalikan kepada titik nol. 





Namun sebagian perubahan memiliki kaitan ideology. Mengamati apa yang terjadi di kawasan Arab, telah terjadi polarisasi tajam antar ideology yang berbeda yang melampaui batas geografi.





Kelompok sekuler Mesir misalnya lebih dekat (dalam berkoalisi) dengan kelompok sekuler di negeri Arab lainnya ketimpang kelompok Islam di Mesir. Demikian dengan kelompok Islam itu sendiri. Perubahan ini barangkali akan mengarah kepada peleburan batas-batas territorial kenegaraan di masa mendatang. 





Jika itu berlanjut maka kita dihadapkan kepada peta pertumpahan darah baru. Hal itu akan menyebabkan pada pembagian dunia Arab berdasarkan idelogi dan etnis. Sehingga aka nada negara Ikhwanul Muslimin dan negara sekuler, negara untuk kelompok kiri, Salafi, liberal, dan lainnya. Juga akan memberikan kemerdekaan kepada etnis seperti Kurdi, Alawi, Dorouz dan lainnya.





Pembagian tidak hanya sampai di sini. Bahkan akan terjadi perpecahan dan pembagian di negara yang memiliki satu ideology. Kelompok sekuler akan terpecah di antara mereka endiri, kelompok Islam akan terpecah di antara mereka sendiri dan seterusnya. Sampai akan ada entitas mozaik kecil, lemah, tak berdaya dan kurus penuh dengan penyakit, kebodohan dan kebodohan. 





Inilah yang direncanakan oleh Freemasonry Internasional yang ketakutan terhadap proyek peradaban Islam. Proyek yang pernah dibicarakan oleh Samuel Huntington dalam bukunya “Clash Civilization” (Benturan Peradaban). Ia menggambarkan aka nada benturan tiga peradaban; barat, Islam dan Cina.





Apa yang terjadi di kawasan sangat berbahaya. Toleransi dan hidup berdampingan tidak lagi ada. Saling curiga dan tidak percahaya antar kelompok semakin kuat. Ketidak adilan distribusi kekayaan tersebar di kalangan warga Arab. Korupsi, kemiskinan, kebodohan dan penyakit semakin kuat.





Kenyataan di atas akan menimbulkan pesimistis di kalangan warga Arab, pesimistis akan mengantarkan kepada kekerasan dan fanatisme dan akan menerapkan politik bumi hangus. Kekuasaan akan dipertahankan dengan cara apapun, baik kudeta atau demokrasi.





Proyek Amerika di kawasan didasarkan kepada dua hal penting; menjamin pembauran ‘Israel’ di kawasan dan menjamin terpecah-pecahnya unsure-unsur kekuatan di kawasan sehingga akan berakhir tidak jelas.





Visi ke depan kawasan Arab, di tengah peristiwa Mesir dan Suriah serte proses perubahan demokrasi serta peran sebagian negara teluk yang ingin membakar kawasan justru akan menciptakan politik “perang tidak langsung”, akan meletusnya revolusi ketiga keempat dan kelima. 





Perpecahan akan semakin dalam dan melemahkan umat. Namun itu semua akan terjadi sebelum “angin topan” terakhir yang akan mengembalikan proyek peradaban Islam Arab yang dijanjikan oleh Allah pada saat umat Islam menjadi soko guru dunia.





Namun semua itu hanya akan terjadi dengan pengorbanan besar.



(*/infopalestine)





Like → Tweet :










Join → Follow :











Maher al-Assad, Salah Satu Otak Kekejaman di Suriah






Pria 45 tahun ini sudah lebih dari setahun tidak kelihatan batang hidungnya di Suriah. Namun, dia diduga masih jadi orang kuat di kemiliteran Suriah. Bahkan dia disinyalir berada di balik penyerangan senjata kimia di Ghouta yang menewaskan lebih dari 1.700 orang.





Dia adalah Brigadir Jenderal Maher al-Assad, adik kandung Presiden Bashar al-Assad. Diberitakan The Guardian, dalam beberapa hal, Maher memainkan peranan penting dalam perang sipil di Suriah ketimbang kakaknya.





Maher adalah anggota senior Partai Baath dan menempati posisi sentral di kepolisian Suriah. Jabatan pentingnya yang lain adalah sebagai Komandan Divisi Ke-4 Pasukan Bersenjata Suriah sejak tahun 2000 dan Garda Republik.





Sejak awal perang sipil pecah di suriah 2,5 tahun lalu, kedua pasukan ini aktif menggempur pasukan mujahidin. Pekan lalu, kedua divisi ini kembali diaktifkan untuk melakukan operasi besar memberantas pasukan pejuang Suriah di Damaskus.





Berbeda dengan divisi pasukan lainnya yang banyak membelot, pasukan Maher loyal dan kejam. Padahal dalam 18 bulan pertama peperangan, banyak tentara yang desertir karena menolak membunuh rakyat. Saat itu, Maher sering terlihat oleh tentara garis depan, mengomandani pertempuran.





Contohnya pada Maret 2011, saat pasukan Assad menggempur wilayah Deraa. Kala itu, pasukan Maher tengah memberantas para pemuda yang menyerukan Assad untuk turun. Di sini, Maher memberikan perintah langsung untuk menembak, membuat seorang tentara terpaksa membelot.





"Dia mengunjungi kami pada suatu pekan di sana," kata mantan anggota divisi 4 yang membelot dan kabur ke Istanbul, Turki. 





"Dia mengatakan pada kami untuk tidak menembak pria dengan senjata, karena mereka teman. Dia malah menyuruh kami menembaki orang yang tidak memegang senjata, karena mereka teroris," lanjut pria yang enggan disebut namanya ini.





"Saya tidak langsung membelot. Dia membuat kami menembaki mereka di jantung dan kepala. Tentara yang dengan sengaja menembak melebar atau ke atas akan dipukuli atau dibunuh," kata dia lagi.





Kekejaman ini tidak akan dilupakan oleh warga Deraa yang sekarang kebanyakan tinggal di pengungsian di kota Zaatari, Yordania. 





"Maher adalah iblis. Dia secara pribadi ingin memusnahkan kami karena kami menentangnya. Dia mendapat kesenangan dari situ. Apakah kau melihat videonya di penjara?" kata Khaled Othman, salah satu pengungsi.





Othman merujuk pada kerusuhan di penjara Saidnaya tahun 2008. Saat itu, 400 tentara ditawan oleh 10.000 napi. Maher mengeluarkan perintah bunuh, baik napi dan tentara yang disandera ikut tewas.





Maher menggunakan kamera ponselnya untuk merekam mayat-mayat tersebut, beberapa dari mereka terpotong-potong, beberapa kepalanya hancur. Adik ipar Maher, Majd al-Jadaan, yang tinggal di pengasingan di Washington DC membenarkan bahwa yang mengambil gambar itu adalah Maher.





Dia terakhir terlihat beberapa pekan sebelum ledakan di ruang rapat di Damaskus, Juli tahun lalu, yang menewaskan adik ipar Assad, Assef Shawkat. Terbunuh juga pada insiden itu menteri pertahanan dan beberapa anggota pejabat pemerintahan Assad.





Menurut rumor, saat itu Maher juga tengah berada di ruang rapat tersebut. Abdullah Omar, mantan juru bicara kepresidenan Suriah yang membelot September lalu mengaku melihat Maher datang ke Istana dengan keadaan payah. Sebagian kaki dan tangannya diamputasi.





Namun rumor ini belum bisa dikonfirmasi kebenarannya. Yang jelas menurut seorang diplomat senior Turki, Maher masih hidup. 





"Dia masih hidup dan memerintah," kata diplomat Turki tersebut. | viva









Like → Tweet :










Join → Follow :











Tuesday, August 27, 2013

Perang Dingin II di Depan Mata: Serbu Suriah, Rusia Hantam Amerika


Headline




Rusia mengecam keras AS jika benar-benar mau mengerahkan kekuatan militer untuk menyerang Suriah dengan tuduhan mengenai penggunaan senjata kimia oleh tentara Bashar al-Assad.



Moskow “sangat kecewa” dengan keputusan Washington yang menggagalkan pertemuan bilateral dengan Rusia untuk membahas krisisi Suriah, Rabu besok.



Menteri Luar Negeri AS John Kerry kemarin mengatakan, ditemukan bukti yang “tak terbantahkan” dalam serangan dengan menggunakan senjata kimi di pinggiran Damaskus pekan lalu. Kerry juga mengutuk penggunaan senjata semacam itu oleh rezim Presiden Bashar al-Assad yang patut disebut sebagai “bermoral bejat”




John Kerry: Amerika Serikat Mungkin Serang Suriah

Pernyataan Kerry itu “bisa dikategorian mengklaim bahwa AS mempunyai ‘bukti tak terbantahkan’ mengenai penggunaan senjata kimia oleh rezim Suriah, meskipun datanya belum dipresentasikan,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Alexander Lukashevich, Selasa (27/8), seperti ditulis RIA Novosti.



Rezim al-Assad menampik tuduhan penggunaan senjata kimia, dan menayangkan di televisi pemerintah apa yang diklaim itu adalah bukti bahwa kelompok pemberontaklah yang menggunakan senjata kimia.



Dewan Keamanan PBB sejauh ini belum mengeluarkan persetujuan intervensi militer dalam krisis Suriah. Moskow, bersama Beijing, sebelumnya memveto tiga resolusi Dewan Keamanan yang mengutuk pemerintahan al-Assad.



“Upaya menerabas Dewan Keamanan, yang sekali lagi dibuat secara artifisial, dengan dalih yang tak ada buktinya untuk melakukan intervensi bersenjata di kawasan ini adalah kebohongan yang membuat Suriah lebih menderita dan bisa merembet ke negara-negara lain di Timur Tengah dan Afrika Utara, “ tutur Lukashevich yang diunggah di situs web Kemlu Rusia.



Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel bilang pada hariMinggu kemarin bahwa Presiden Barack Obama mengatkan kepadanya untuk “mempersiapkan opsi untuk semua tindakan” dalam menentukan apakah akan menggunakan kekuatan militer melawan pemerintah al-Assad, tulis Associated Press.



John Kerry Beri Sinyal Penyerbuan



Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, mengatakan negaranya telah memberikan sinyal melakukan aksi (militer) ke Suriah. "Pemerintahan Obama yakin rezim Suriah berada di balik serangan pada Rabu, 21 Agustus 2013, di dekat Damaskus."



Menurut kelompok oposisi Suriah, lebih dari 1.300 orang tewas ketika pasukan rezim melesakkan senjata kimia melawan pemberontak di kota-kota sebelah timur dan barat daya Damaskus pada Rabu, 21 Agustus 2013.



Pemerintah Suriah menolak tuduhan tersebut. "Serangan senjata kimia itu omong kosong," kata Presiden Bashar al-Assad.



Pernyataan itu disampaikan Kerry beberapa jam setelah tim inspeksi PBB yang sedang mengunjungi Suriah dtembaki saat dalam perjalanan menuju lokasi serangan senjata kimia.



"Perlu saya jelaskan, pembunuhan terhadap warga sipil, terdiri dari anak-anak, perempuan, dan orang-orang tak berdosa, dengan senjata kimia merupakan sebuah pencabulan moral," ujar Kerry.



Inggris Siapkan Aksi Militer ke Suriah




Headline

Setelah Amerika Serikat (AS), kini Inggris mengeluarkan sikap resminya terhadap serangan senjata kimia oleh pemerintah Suriah terhadap pemberontak di Suriah.



Inggris menyatakan tengah menyiapkan rencana cadangan jika merasa perlu untuk melakukan aksi militer sebagai respons atas serangan tersebut.



Downing Street 10 atau Perdana Menteri Inggris David Cameron menyatakan aksi militer, jika itu dilakukan, merupakan langkah proporsional yang legal dan sesuai dengan kesepakatan sekutu internasional.



Cameron juga menyatakan akan bahwa Parlemen Inggris juga perlu dimintai pendapatnya mengenai rencana perdana menteri itu.



Assad: Kami Akan Libas AS Seperti di Vietnam



Presiden Suriah Bashar al-Assad pada Senin, 26 Agustus 2013, memperingatkan Amerika Serikat bahwa Washington akan mengalami bencana seperti di Vietnam jika negeri itu benar-benar memilih opsi serangan militer ke Damaskus setelah ada dugaan penggunaan senjata kimia dalam serangan Rabu, 21 Agustus 2013.



"Kegagalan menunggu Amerika Serikat sebagaimana berbagai perang yang dilakoninya, berawal pada Perang Vietnam hingga peperangan berikutnya," kata Assad dalam sebuah wawancara dengan koran Rusia, Senin, 26 Agustus 2013, seperti dikutip Reuters. | ATJEHCYBER



(*/pelbagaisumber)





Like → Tweet :










Join → Follow :











IM Beberkan Fakta Siapa Teroris yang Sebenarnya





Muhammad El-Betagy





Pemimpin Ikhwanul Muslimin menuding Pemerintah Mesir dengan sengaja menggunakan frasa ancaman terorisme untuk menghancurkan legitimasi oposisi. 





Pemimpin senior IM Muhammad Elbeltagy kepada Aljazeera mempertanyakan, siapa sesungguhnya yang berperilaku sebagai teroris.





Elbeltagy yang harus kehilangan putrinya Asmaa yang baru berusia 17 tahun karena ditembak tentara Mesir balik menuduh militer Mesir merupakan teroris.





"Biarkan saya mengungkapkan, terminologi perang terhadap teroris ini. Pertama, kita harus bertanya siapa teroris sebenarnya? Mereka adalah yang melakukan pembantaian, menyerang masjid, menodai, dan membakar mayat," ujarnya.





Dia pun menegaskan, teroris sesungguhnya adalah pihak yang menghadapi rakyat, sementara warga berdiri selama 48 hari dan hanya menggunakan suara mereka untuk menolak rezim kudeta militer. 





Mereka yang berkata tidak kepada jenderal yang menggunakan tank, peluru, dan kekuatan untuk kebebasan rakyat Mesir dan menculik presidennya.





"Delegasi internasional, termasuk Uni Afrika dan Uni Eropa, telah mengunjungi aksi duduk dan melihat bagaimana damainya peserta aksi."





Elbeltagy pun mempertanyakan, jika para pengunjuk rasa memiliki senjata, mengapa mereka tidak menggunakan untuk melawan pembantaian? 





"Jika Ikhwanul Muslimin memiliki milisi atau senjata mengapa mereka tidak menggunakannya untuk mempertahankan pemimpin Muhammad Badei yang ditahan?"





Dia melanjutkan, "Bagaimana Jenderal Sisi mengklaim Ikhwanul Muslimin adalah teroris, sementara sebelumnya dia merupakan seorang menteri di bawah kabinet presiden yang berasal dari Ikhwanul Muslimin?"





"Bagaimana dia mengklaim kami adalah teroris, sementara dalam beberapa tahun dia mengepalai intelijen dan tak pernah menyebut kami kelompok teroris? Apakah kami menjadi teroris karena menjadi oposisi dari kudeta?"



(*/aljazeera/rol)





Like → Tweet :










Join → Follow :











Monday, August 26, 2013

Syeikh Sekuler Bikinan Perancis




Syeikh al-Azhar, Ahmad Ath-Thayib (inet)




Mesir adalah negara yang agamis. Ketika melakukan kudeta, As-Sisi tidak lupa dengan hal ini. Dia melibatkan para pemuka keagamaan dalam memuluskan agendanya.





Setelah tertekan dengan demonstrasi besar-besaran di Rab’ah, Nahdha, dan tempat-tempat yang lain, As-Sisi menggunakan kekuatan fatwa untuk membubarkannya. Mulai dari fatwa larangan mendemo pemerintah yang sah, hingga fatwa membolehkan membunuh para demonstran.





Mungkin banyak orang bertanya-tanya, mengapa ulama sekaliber Syeikhul Azhar dan mantan mufti bisa diperalat mereka? Wartawan Mesir, Shabir Masyhur dalam situs elshaab.org Ahad 25 Agustus kemarin menulis sebuah artikel berjudul “Paus Al-Azhar, Seorang Sekular Bikinan Perancis”







Di awal artikelnya, Shabir mempertanyakan keanehan nama imam dan syeikh bagi Dr. Ahmad Thayyib, “Beliau digelari imam akbar, tapi tidak pernah mengimami shalat. Beliau juga digelari syeikh akbar, tapi tidak pernah khutbah.”





“Oleh karena itu, sebenarnya beliau adalah seorang sekular yang diimpor dari Perancis lalu diberi pakaian Al-Azhar dan disebut sebagai seorang Syeikhul Azhar.”





Shabir juga mempertanyakan keberadaan Ath-Thayib di Perancis, “Ketika masih muda dan segar, beliau dikirim ke Perancis. Tinggal di rumah sebuah keluarga Perancis. Hanya Allah swt. yang Tahu apakah keluarga itu baik-baik atau sebaliknya.”





Shabir membuat sebuah analisis sederhana tentang belajar di negeri non Islam, “Beliau belajar di Universitas Sorbonne. Yang mengajarinya tentang Islam adalah profesor-profesor Kristen dan atheis. Aku bertanya, bisakah seorang Kristen diajari agamanya orang seorang ulama muslim bisa diangkat menjadi paus?”





Bisakah seorang paus bisa mengenal Kristen mereka melalui pengajaran para ulama muslim yang memang tidak mengimani akidah kristen mereka? Seperti itulah Ath-Thayib, mengenal Islam dari para pemikir Kristen, yang mereka menganggap Islam sebagai sebuah bid’ah hasil rekaan Muhammad.”





“Setelah itu, Shabir menyinggung tentang gerak politik Ath-Thayib, “Beliau bergabung dengan Partai Nasional Demokrat, yang merupakan partai sekular. Beliau sama sekali tidak mengenakan pakaian kebesaran Al-Azhar sekembalinya dari Perancis. Tapi begitu didaulat menjadi seorang mufti, beliau langsung mengenakannya karena sekadar mempertimbangkan sisi kepantasan.” 





“Begitupun setelah dipindahkan menjadi pemimpin lembaga Al-Azhar, beliau langsung melepaskan kembali pakaiannya, dan melaporkan daftar panjang mahasiswa yang kontra dengan Mubarak.”





Terakhir, Shabir mempertanyakan paradoksi fatwa politik Ath-Thayib, “Di masa rejim Mubarak, beliau mengharamkan demonstrasi dan protes melawan Mubarak. Ketika Mubarak jatuh, beliau mengumumkan diri bersama revolusi. Di masa Presiden Mursi, beliau membolehkan demonstrasi melawan seorang pemimpin muslim yang dipilih oleh rakyatnya.”





“Lalu memfatwakan bolehnya menggulingkan beliau untuk digantikan oleh seorang pemimpin sekular. Setelah kudeta dilakukan, beliau kembali mengatakan bahwa demonstrasi melawan pemerintah adalah haram.” | Dakwatuna



(*/elshaab)





Like → Tweet :










Join → Follow :











Berterima Kasih pada Kudeta




Dr. Basim Al-Khafaji


Dalam akun facebook resminyanya, Dr. Basim Khafaji menulis hal-hal yang membuatnya merasa berterima kasih kepada kudeta. Karena kudeta telah banyak mengungkap banyak hal yang sebelumnya tidak diketahui:


  • Dulu kami terlalu ideal dalam membayangkan perubahan di Mesir. Kami kira, korupsi akan menyerah begitu saja menghadapi revolusi. Ternyata kekuatan korupsi tetap mempertahankan kekuatannya untuk menyerang balik sewaktu-waktu.

  • Ternyata cacat dan kesalahan kami bisa dibesar-besarkan dan dimanfaatkan sedemikian rupa untuk menjatuhkan kami.

  • Ternyata pemerintah negara-negara tetangga berbeda dengan rakyat. Rakyatnya membantu kami, sedangkan pemerintahnya memusuhi kami dengan mengalirkan bantuan besar-besaran kepada kekuatan kudeta. Bantuan tetangga ternyata bisa merusak kepribadian bangsa ini sedemikian rupa.

  • Ternyata militer akan sangat berbahaya jika masuk politik. Militer harus dilindungi dan dicintai, tapi tidak diberi peran politik.

  • Ternyata rakyat mempunyai kekuatan yang luar bisa dalam mempertahankan haknya, hal ini menunjukkan bahwa Mesir sebenarnya mampu menciptakan kehidupan berdemokrasi, seandainya tidak diganggu dengan kekuatan korupsi.

  • Ternyata tokoh-tokoh liberalis adalah para penjual idealisme; ternyata ada juga tokoh agama yang mengkhianati ajaran agamanya; ternyata kaum nasionalis berubah menjadi pengkhianat ketika mempunyai kepentingan pribadi.

  • Ternyata banyak politikus Mesir harus segera pensiun. Harus ada pensiunisasi besar-besaran sekaligus.

  • Ternyata banyak sekali insan media yang berkepribadian buruk, munafik, tidak memperhatikan kode etik profesinya.



Masih banyak rahasia-rahasia yang belum terungkap dibalik kudeta militer, konspirasi-konspirasi para penentang demokrasi pun mulai terungkap. | dakwatuna





Like → Tweet :
Join → Follow :

Wiro Sableng #133 : 113 Lorong Kematian

WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Episode : 113 LORONG KEMATIAN KEINDAHAN dan ketenangan Telaga Sar...