Thursday, January 2, 2014

Jakarta diramal Bakal Diterjang Banjir Bandang





DKI Jakarta bakal diterjang banjir bandang pada 16 hari setelah tahun baru Masehi 2014. Banjir besar itu terjadi karena Pemprov DKI menyambut tahun baru dengan menggelar perayaan yang disebutnya sebagai kemaksiatan besar-besaran. Benarkah?



Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al-Khaththat dalam siaran pers yang diterima awak media.



"Dengan ini kami memberikan peringatan (tazkirah) kepada saudara sekalian bahwa banjir besar terjadi 16 hari setelah Anda membuat pertunjukan kemaksiatan besar-besaran di malam tahun baru di 16 titik di jalan Thamrin," kata Al-Khaththat.



Banjir bandang yang diramalkan Al-Khaththat terjadi pada 17 Januari 2014. Menurut Al-Khaththat, banjir yang menerjang Jakarta belum pernah terjadi sebelum-sebelumnya.



"Banjir sebesar itu hingga masuk ke dalam Istana Presiden dan Kantor Gubernur," ujar Al-Khaththat.



Sebagai orang beriman, kata Al-Khaththat, banjir tersebut adalah teguran dan hukuman Allah agar kita kembali kepadaNya dan meninggalkan kemaksiatan.



"Allah berfirman, 'telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)',” ungkap Al-Khaththat mengutip Al Quran Surat Ar-Ruum ayat 41.



Menurut Al-Khaththat, penyambutan tahun baru itu pada hakikatnya adalah penyembahan kepada Dewa Janus, yakni dewa bangsa Romawi.



"Merupakan perayaan kemusyrikan. Yang jelas menyimpang dari ajaran Allah Yang Maha Kuasa, Tuhan Yang Maha Esa," tegasnya.



Al-Khaththat menyerukan agar masyarakat dan Pemprov Jakarta kembali kepada ajaran Allah berdasarkan Al-Quran dan Hadis. "Semoga Allah memberikan hidayah kepada Anda sekalian," tutupnya. (*Aktual/Okz)




















Cerita Antonius menjadi Muallaf di Aceh




Muallaf , Antonius Manalu - Syaifuddin (*Aqmari)





SEBUAH perjalanan hidup yang panjang dan melalui proses yang mendalam serta tantangan yang siap dihadapi dalam pensyahadatan yang dialami oleh Antonius Manalu, asal Sumatera Utara.





Dulunya ia pemeluk agama Kristiani kini menjadi Mu'allaf pada, 11 Desember 2013 di Pesantren Lam Ateuk, Aceh Besar.





Antonius Manalu mulai menceritakan kisahnya sebelum menjadi muallaf di tempat asalnya di Siantar, Sumut.





"Aku bang sudah lama tinggal di Aceh dan satu perbedaan yang saya lihat orang yang pergi shalat seakan-akan terpancar sebuah cahaya dan terlihat begitu bersih dan tenang, sehingga ada keinginan besar untuk melakukan shalat", ungkap Antonius, dalam logat Medan yang kental.





"Yang utama tentang Tuhan kalau dulu kami di jamaat ke gereja hanya seminggu sekali tetapi disana kami hanya nyanyi-nyanyi tak jelas apa yang kami lakukan serta tidak menemukan sebuah ketenangan didalam batin," ungkapnya.





Antonius berujar, pertanyaan-pertanyaan akan ketuhanan itu mulai membuatnya gusar hingga ia pun merantau ke Serambi Mekkah. Di Ulee Kareng ia bekerja di sebuah ruko penyedia bahan bangunan 'Virgo'.





"Yang kami sembah juga ada tuhan anak, ibu dan Bapak jadi siapa yang lebih pantas kita sembah?"





Akhirnya, keinginannya ingin menjadi muallaf itu ia ungkapkan pada atasannya, Dicky sang pemilik Toko tempat ia bekerja.





"Keinginan ini juga pernah saya ungkapkan pada si Bos, bahwa saya mau masuk islam apa boleh? kemudian bang Dicky mengatakan, "Pikirkan dulu benar-benar, masuk islam itu bukan coba-coba harus benar-benar ada niat dari diri serta harus ikhlas dari hati, keputusan itu tetap ada ditanganmu," ujar Manalu meniru ucapan Dicky.





Waktu terus berganti keinginan yang terus membara tersebut terus disimpan dalam hati, hingga di pertengahan tahun 2013, Ia pun memberanikan diri untuk mengungkapkan niat tersebut kepada orang tuanya yang ada di Siantar Sumatera Utara.





"Mak, aku di Aceh merantau dan orang semua punya agama, aku ngak jelas agamaku dan aku mau masuk Islam," ungkap Antonius pada sang ibu. Namun, jawaban tak mengenakkan serta ancaman pun keluar dari sang Ibu. 





"Coba kau masuk islam jangan kau injak lagi rumah ini dan jangan pulang lagi kau kesini, tinggal saja kau dengan orang yang sama dengan agamamu," ujar Antonius lirih mengutip sang Ibu.





Keinginannya menjadi Muslim, Antonius dijauhi keluarganya. Dengan bersedih hati, ia kembali ke Aceh. Dengan menyimpan hasrat terhadap memeluk Islam terus disimpan dihatinya.





Di Aceh, Antonius pun mulai membulatkan tekad mempelajari Islam dari tetangga di tempat tinggalnya, serta teman-temannya. Keseriusannya ingin menjadi mu'alaf, Ia dihadiahi sebuah buku tentang Islam oleh seorang tetangga.





Pada malam rabu 11 Desember 2013, Antonius mantap mengucap dua kalimat syahadat. Di pesantren Lam Ateuk, Ulee Kareng, kini Antonius menjadi seorang Muslim serta mengganti namanya menjadi menjadi, Syaifuddin. (*Samsul Aqmari/ACW)






















Misteri Syahadat di Mata Uang Kerajaan Inggris






Tidak ada yang tahu apa yang sedang berlangsung atau apa yang sedang dipikirkan saat Raja Offa di Inggris mencetak uang negaranya dengan ucapan syahadat.



Raja Anglo-Saxon yang memerintah Mercia, Inggris, tahun 757 sampai 796 ini sangat kontroversial, khususnya dalam hubungannya dengan pemerintahan Abbasiyah di Irak.



Para sejarawan menganggap Offa merupakan salah satu raja Inggris paling agung dan paling kuat sebelum Raja Alfred the Great yang memerintah antara tahun 871 dan 899.



Menurut Sheikh Abdullah Quilliam alias William Henry Quilliam, ulama pribumi Inggris, dikutip dari British Muslim Heritage, Raja Offa sebenarnya sudah muslim. Walupun tesis ini dibantah kebanyakan sejarawan lainnya.



Putera daerah Liverpool ini berdalil bukti koin kerajaan Mercia ini salah satu dalil utamanya.



Menurutnya, koin tersebut secara lengkapnya bermakna kurang lebih seperti berikut: ’Tidak ada tuhan selain Allah, Yang Esa, tanpa sekutu, dan Muhammad adalah utusan Allah.’ Dan pada sekeliling koin terdapat teks yang bermakna ’Muhammad adalah utusan Allah, (Dia) Yang mengutusnya (Muhammad) dengan ajaran dan keyakinan yang benar untuk dimenangkan atas seluruh agama.’ Koin ini tampaknya hingga saat ini disimpan di British Museum.







Memang bila dilihat sekilas ada ucapan syahadat ’Laa ilaaha illa Allah’ dan beberapa kalimat lainnya yang menggambarkan keyakinan seorang Muslim. Sementara pada sisi lain koin itu berisi tulisan latin ’Offa Rex.’ Raja Offa seperti bersyahadat melalui koin.



Mereka yang menyanggah dalil Quilliam mengatakan, koin itu hanya penanda bahwa Inggris saat itu mempunyai hubungan ekonomi dan kultur yang kuat dengan Irak di bawah pemerintahan Abbasiyah, sehingga koin itu meniru mata uang Abbasiyah.



Hal ini masuk akal, walaupun sebenarnya pada saat itu negara tetangganya Spanyol alias Andalusia telah berkembang menjadi pusat peradaban Islam Umayyah menyaingi Abbasiyah Irak



Terlepas dari itu, negara yang terkenal dengan Magna Carta ini, terus tumbuh menjadi negara besar hingga saat ini. (*rol)






















Wednesday, January 1, 2014

Demba Ba: “Semoga Bertemu di Surga, Insya Allah”



LONDON - Perayaan datangnya tahun baru 2014, disambut gegap gempita masyarakat di seluruh penjuru dunia. pun dengan Demba Ba yang juga turut menyambutnya.



Namun, penyerang Chelsea ini melakukannya dengan cara lain. Dia sepertinya melakukan evaluasi dan instropeksi diri dengan datangnya momen pergantian tahun.



Ba mendoakan dan berharap nantinya dapat bertemu dengan umat manusia di surga pada kehidupan kelak.



"Inilah kata-kata terakhir saya untuk tahun ini! Narakum fi jannah insh'ALLAH (Semoga bertemu kalian di Surga), Insya Allah," kata Ba lewat akun Twitter, @dembabafoot.



Dalam kicauannya, Ba juga mengunggah poster berisi pesan Ali bin Abi Thalib. Pesan Ali sangat mulia itu, yakni;



“Mengajak umat semua untuk tidak membenci seseorang yang pernah menyakiti kita dan memaafkan mereka, serta terus mendoakan orang yang kita cintai”, Demikian Ba.







Beginilah Cara Al-Qaidah Membelanjakan Uangnya





The Associated Press pada Senin menurunkan laporan menarik bagaimana Al-Qaidah membelanjakan uangnya. Media ini menelusuri bagaimana para anggota organisasi yang dicap oleh Amerika Serikat sebagai kelompok teroris ini menggunakan uang organisasi.



Wartawan media The Associated Press dikirim khusus ke markas Al-Qaidah di Mali.



Dalam laporannya, AP mempublikasi catatan 100 pemasukan yang ditemukan dari sebuah bangunan di Timbuktu, Mali, yang dijadikan markas Al-Qaidah Afrika Utara. AP juga menemukan catatan keuangan yang detail dari organisasi ini, yang melacak pengeluaran hingga ke sen terkecil.



"Para ekstremis tekun melacak arus uang mereka, merekam semua pengeluaran belanja sekecil apa pun, bahkan satu bola lampu sekalipun tercatat," tulis AP.



Wartawan senior AP, Rukmini Callimachi, menuliskan catatan ketika sebuah konvoi mobil bergambar bendera hitam Al-Qaidah datang dengan kecepatan tinggi ke sebuah toko kelontong.



Pemilik toko, Mohamed Djitteye, yang berpikir bakal dirampok, bergegas untuk mengunci dan meringkuk di belakang meja.



Dia tercengang ketika komandan Al-Qaidah dengan lembut membuka pintu kaca tokonya dan meminta sekaleng mustard. Lalu ia meminta tanda terima.



Bingung dan takut, Djitteye tidak mengerti. Sang komandan mengulangi permintaannya. Ia pun menuliskan bon pembelian itu: sekaleng mustard, harga US$ 1,60.



"Al-Qaidah terobsesi dengan mendokumentasikan biaya hingga sekecil apa pun," katanya.



AP merekam pengeluaran semisal US$ 0,60 untuk membeli kue yang dimakan salah seorang pejuang atau US$ 1,80 untuk membeli sabun.



"Dalam daftar mereka tertulis sapu sebesar US$ 3 dan pemutih US$ 3,30, berbaur dengan laporan US$ 5.400 untuk satu komandan, dan US$ 330 untuk membeli 3.300 butir amunisi," tulis AP.



Media ini menemukan belanja terbanyak Al-Qaidah Mali adalah untuk pembelian bahan makanan. "Mulai dari makaroni dengan daging hingga susu bubuk dan saus tomat," tulis AP. (*AP/TMPO)






















Aceh Sunyi Perayaan Malam Tahun Baru






Foto. ANTARA/ Ampelsa/ 2013




Berbeda jauh dengan sejumlah kota di Indonesia, malam pergantian malam tahun baru di Provinsi Istimewa Aceh berlangsung sepi tanpa suara terompet dan kembang api.



Kondisi ini terkait imbauan pemerintah kota Banda Aceh agar warganya tidak merayakan pergantian tahun. Sejumlah lokasi yang biasanya ramai saat malam pergantian tahun baru dijaga petugas gabungan polisi syariah dibantu TNI dan Polri.



Bundaran Simpang Lima dan Jembatan Pante Pirak di Banda Aceh adalah salah satu lokasi yang sepi dari aktivitas perayaan malam pergantian tahun baru. Tahun-tahun sebelumnya lokasi ini selalu ramai dikunjungi warga untuk merayakan malam tahun baru.



Sejak Selasa sore sejumlah petugas telah lalu lalang menggunakan mobil pengeras suara menyerukan pengguna jalan agar tidak merayakan tahun baru karena dianggap akan menjurus kepada perbuatan ria dan maksiat.



Majelis permusyawaratan ulama Aceh juga mengeluarkan fatwa bahwa perayaan tahun baru dianggap bertentangan dengan syariat Islam yang berlaku di Aceh.



Pemerintah Kota Banda tak melarang warga non muslim merayakan tahun baru, namun perayaan tidak boleh dilakukan dengan kegiatan hura-hura seperti menyalakan kembang api dan meniup terompet.



Ritasari Puji Astuti Kasatpol PP Banda Aceh mengatakan, untuk mengantispasi terjadinya keramaian sebanyak 159 personel satpol PP dibantu TNI dan Polri berjaga di sejumlah titik seperti lokasi wisata dan hotel.



Mereka juga melakukan razia di sejumlah tempat usaha seperti perhotelan, restoran dan warung kopi untuk tidak menyuguhkan hiburan di malam tahun baru.



Di Jakarta, 150 Orang Warga Tumbang






Pada gelaran Jakarta Night Festival (JNF) yang digelar di sepanjang jalan Sudirman-Thamrin disesaki ratusan ribu orang. Akhirnya pegunjung yang fisik tidak kuat harus dirawat oleh petugas kesehatan.



"Sepengetahuan saya, sementara ini sudah ada 150 an warga yang kami tangani dan jumlah ini akan terus bertambah," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emmawati, dikutip Vivanews.



Beberapa orang pasien yang ditangani mengalami lemas dan dehidrasi. Kata dia, salah satu penyebabnya karena padatnya penonton sehingga kekurangan okasigen.



"Kebanyakan lemas dan dehidrasi. Karena panas dan desak-desak. Penanganan kami berikan cairan dan minum serta bantuan oksigen" ujar Dien.



Disampaikan Dien, dari laporan sementara, 150 orang yang sempat ditangani oleh tim medis itu belum ada korban yang mengalami luka-luka. Demikian Vivanews.






















“Ini Tidak Mungkin! Muhammad pasti Menggunakan Mikroskop”



DR. Keith L. Moore  MSc, PhD, FIAC, FSRM adalah Presiden AACA (American Association of Clinical Anatomi ) antara tahun 1989 dan 1991. Ia menjadi terkenal karena literaturnya tentang mata pelajaran Anatomi dan Embriologi dengan puluhan kedudukan dan gelar kehormatan dalam bidang sains.



Dia menulis bersama profesor Arthur F. Dalley II, Clinically Oriented Anatomy, yang merupakan literatur berbahasa Inggris paling populer dan menjadi buku kedokteran pegangan di seluruh dunia. Buku ini juga digunakan oleh para ilmuwan, dokter, fisioterapi dan siswa seluruh dunia.



Pada suatu waktu, ada sekelompok mahasiswa yang menunujukkan referensi al-Qur’an tentang ‘Penciptaan Manusia’ kepada Profesor Keith L Moore, lalu sang Profesor melihatnya dan berkata :



“Tidak mungkin ayat ini ditulis pada tahun 7 Masehi, karena apa yang terkandung di dalam ayat tersebut adalah fakta ilmiah yang baru diketahui oleh ilmu pengetahuan modern! Ini tidak mungkin, Muhammad pasti menggunakan mikroskop!”



Para Mahasiswa tersebut lalu berkata, “Prof, bukankah saat itu Mikroskop juga belum ada?”



“Iya, iya saya tau. Saya hanya bercanda, tidak mungkin Muhammad yang mengarang ayat seperti ini,” jawab sang profesor.



“Kemudian Kami menjadikan air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan alaqoh (sesuatu yang melekat), lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami menjadikannya mahluk yang (berbentuk) lain. Maha Suci Allah Pencipta yang paling baik” [QS. Al Mu'minuun: 13-14]



Jika di cermati lebih dalam, sebenarnya ‘alaqoh’ dalam pengertian Etimologis yang biasa di terjemahkan dengan ‘segumpal darah’ juga bermakna ‘penghisap darah’, yaitu lintah.







Padahal tidak ada pengumpamaan yang lebih tepat ketika Embrio berada pada tahap itu, yaitu 7-24 hari, selain seumpama lintah yang melekat dan menggelantung di kulit.



Embrio itu seperti menghisap darah dari dinding Uterus, karena memang demikianlah yang sesungguhnya terjadi, Embrio itu makan melalui aliran darah. Itu persis seperti lintah yang menghisap darah. Janin juga begitu, sumber makanannya adalah dari sari makanan yang terdapat dalam darah sang ibu.



Ajaibnya, Embrio Janin dalam tahap itu jika di perbesar dengan mikroskop bentuknya benar-benar seperti lintah. Dan hal itu tidak mungkin jika Muhammad sudah memiliki pengetahuan yang begitu dahsyat tentang bentuk janin yang menyerupai lintah lalu menulisnya dalam sebuah buku.



Padahal pada masa itu belum di temukan mikroskop dan lensa.



Ayat tersebutlah yang membuat sang profesor akhirnya memeluk agama Islam dan merevisi beberapa kajian ilmiahnya karena Al-Quran ternyata telah menjawab beberapa bagian yang selama ini membuat sang profesor gusar.



Ia merasa materi yang ditelitinya selama ini terasa belum lengkap atau ada tahapan dari perkembangan Embrio yang kurang.







(*/Islampos)




Wiro Sableng #133 : 113 Lorong Kematian

WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Episode : 113 LORONG KEMATIAN KEINDAHAN dan ketenangan Telaga Sar...