Friday, April 4, 2014

Pesawat MH370 disinyalir Sempat singgah di Pangkalan Militer Diego Garcia milik AS di Samudera Hindia





Salah satu teori konspirasi terbaru mengenai raibnya pesawat Malaysia Airlines Penerbangan MH370 menyebutkan bahwa para penumpang pesawat nahas itu ditahan di pangkalan militer AS di Pulau Diego Garcia, dekat Republik Maladewa, Samudra Hindia.



Teori ini sebenarnya bukan baru-baru amat, tapi mengklaim ada bukti baru, yaitu sebuah foto hitam buram yang konon diambil oleh Philip Wood, penumpang MH370 yang bekerja sebagai insinyur di IBM.



Upaya pencarian MH370 yang raib entah di mana sekitar tiga pekan lalu, hingga kini hasilnya masih nihil, tulis Epoch Time, situs web yang terbit dari New York, AS.



Sebagian orang meyakini Boeing 777-200ER itu diterbangkan ke Pulau Diego Garcia, pulau milik Inggris yang disewa Amerika untuk pangkalan militer, guna mengukur bahan bakar dan mengacaukan data radar.



Kini teori konspirasi yang diunggah di jimstonefreelance.com mengklaim bahwa cerita foto yang diunggah Philip Wood dari sebuah “penjara” di Diego Garcia itu “seratus persen benar”.



Foto asli tersebut, yang terlihat seperti diambil di sebuah ruangan gelap sama sekali, ya tergolong hitam buram.



Tapi Jim Stone bilang bahwa data Exif foto tersebut sesuai dengan koordinat Diego Garcia, dan foto tersebut “bukan hoax”.Exif (exchangeable image file format), adalah format standar untuk image, suara dan tambahan tag yang digunakan pada kamera digital (termasuk smartphones), pemindai dan sistem lain dalam mengolah fail image dan suara yang direkam kamera digital.



Orang yang mengunggah foto secara online itu mengklaim matanya ditutup saat mengirim pesan tersebut, tulis Stone.



Stone mengatakan, foto tesebut diunggah dengan teks berbunyi sebagai berikut: “Saya ditahan sebagai sandera oleh personil militer yang tak dikenal setelah penerbangan saya dibajak (mata ditutup). Saya bekerja di IBM dan menyembunyikan telepon saya di pantat selama pesawat dibajak. Saya dipisahkan dari penumpang lainnya dan saya dimasukkan ke dalam sel. Nama saya Philip Wood. Saya pikir saya juga dikasih narkoba sehingga saya tidak bisa berpikir jelas.”



“Orang ini mengklaim matanya ditutup saat mengirim pesam,” ujar Stone. “Ketika tentara Amerika menutup mata seseorang, hal ini dilakukan dengan membekap kepala Anda dengan tas yang terkuci dan Anda tidak bisa melepaskannya. Tangan insinyur IBM ini tetap bebas. Karena itu ia leluasa menarik iPhone 5 miliknya (yang bisa dikonfirmasi oleh data Exif) seperti yang dinyatakannya, dan menggunakan perintah suara di iPhone-nya, menyimpannya dan mengirim pesan tersebut. Ini menjelaskan mengapa ia mengirim foto buram, karena ia tidak melihat apa yang dikirimnya, ia hanya tahu sekelebat mengambil foto dan mengirim apa saja yang berhasil difotonya,” tulis Stones.



“Saat koordinat ditambahkan ke data Exif ternyata tidak cocok dengan koordinat Google atau koordinat-koordinat lain Diego Garcia yang diunggah secara online, namun koordinat itu masih di lingkungan Diego Garcia. Ini membuktikan tak seorang pun bisa menarik koordinat tersebut dari web. Ini bakal membantu mengkonfirmasikan bahwa ini bukan sekadar hoax karena koordinat tersebut persis di Diego Garcia saat iPhone mengambil foto tersebut,” tambah Stone.



Stone, yag menyilangkan unggahan blog-nya mengenai situs konspirasi berjudul “Before It’s News”, tidak menjelaskan dari mana foto tersebut berasal atau dari mana informasi data Exif itu diperolehnya.





Thursday, April 3, 2014

Wawancara: Ini Kesaksian Puluhan warga Sulteng melihat MH370 terbang Miring





Sekira 70 warga Desa Buyunturipa, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah (Sulteng), mengaku telah melihat pesawat oleng yang diduga merupakan Malaysia Airlines (MH) 370 yang dinyatakan hilang pada 8 Maret 2014 lalu.



Peristiwa tersebut dikatakan warga berlangsung sekira pukul 17.00 Wita, pada hari yang sama saat pesawat hilang. Saat kejadian, warga yang seusai menjalankan ibadah melihat pesawat tersebut mengalami oleng, dan mengeluarkan asap.



Pesawat berwarna putih khas MH 370 itu juga sempat berputar-putar di atas pemukiman mereka yang berada di wilayah perbukitan hingga akhirnya lenyap di balik langit.



Berikut wawancara reporter SINDO TV, Yoanes Litha, dengan beberapa warga desa yang melihat peristiwa tersebut pada 8 Maret 2014 lalu.



Apa yang anda lihat di langit saat itu?



Nasri Patiro (56): Sekira pukul 17.00 Wita, pimpinan ibadah kami Andre Estibisi, tiba-tiba berteriak 'ada pesawat jatuh, ada pesawat jatuh' saat kami duduk-duduk. Saat itu juga kami langsung berdiri dan menyaksikan peristiwa itu. Saat itu yang kami lihat pesawat berwarna putih itu menukik, berputar-putar dan mengeluarkan asap hitam.



Berapa lama anda melihat peristiwa tersebut?



Nasri Patiro: Sekira satu menit saja, langsung hilang. Saya sempat menyaksikannya.



Keterangan senada juga disampaikan warga lainnya yang melihat peristiwa tersebut, Armalius (57), warga Desa Buyunturipa, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah (Sulteng).



Apa yang anda bisa ceritakan soal peristiwa itu?



Armalius: Kejadiannya itu hari Sabtu 8 Maret 2014. Kami keluar ibadah kemudian anak-anak dan banyak orang dewasa lain berteriak 'itu ada pesawat turun'. Saat itu, kondisi pesawat yang saya lihat sudah tidak normal lagi. Sudah mengeluarkan asap dari pantatnya dan kemudian berputar-putar.



Apakah anda tahu nasib akhir pesawat tersebut?



Armalius: Saya tidak tahu. Yang saya tahu, dua hari kemudian kami mendengar bahwa ada pesawat yang hilang. Kami perkirakan pesawat itu yang kami lihat adalah pesawat MH 370.



Anda yakin?



Amalius: Perkiraan kami bersama puluhan warga di sini seperti itu. Kemungkinan pesawat tersebut jatuh di perairan Indonesia (Selat Makassar). (*sindo)




















70 warga desa Sulawesi Tengah mengaku Lihat MH370 Terbang Miring dan Berasap



*Warga Sulteng Siap Bersaksi



Warga Desa Buyuntaripa, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah (Sulteng) mengaku melihat sebuah pesawat yang diduga merupakan milik Malaysia Airlines (MH) 370 yang dilaporkan hilang sejak 8 Maret lalu.



Pengakuan tersebut ternyata tak hanya dilihat satu warga saja, hampir seluruh warga Desa Bayuntaripa mengaku melihat pesawat dengan kondisi oleng berwarna putih mirip dengan pesawat MH 370. Warga meyakini, jika pesawat Malaysia Airlines MH370 yang belum ditemukan hilang di perairan Indonesia.



Camat Pamona Timur, Kabupaten Poso, Yunirson, mengatakan ada sekira 70 warga di desa tersebut yang melihat langsung pesawat berwarna putih yang diyakini MH370 itu menukik dengan berputar-putar di atas pemukiman mereka pada tanggal 8 Maret 2014 lalu.



"Tanggal kejadian sama saat pesawat MH 370 hilang, yakni 8 Maret 2014. Peristiwa itu berlangsung sekira pukul 17.00 Wita. Peristiwa itu disaksikan hampir seluruh warga desa yang sedang melakukan ibadah," tutur Camat Pamona Timur, Yunirson, Rabu (2/4/2014), sebagaimana dilansir SINDOnews.com.



"Pesawat itu berputar-putar, dengan kondisi berasap. Pesawat itu kemudian menukik ke arah barat daya Sulawesi, ke arah perairan Selat Makassar," tutur Yunirson.



Kendati demikian, laporan warga kepada dirinya tidak menyebutkan berapa ketinggian pesawat saat peristiwa berlangsung. Dirinya mengatakan sejauh mata memandang, pesawat itu hilang di balik langit.



Dirinya mengatakan, Desa Buyuntaripa berada sekira 50 kilometer dari Kabupaten Poso. Desa tersebut berada di wilayah perbukitan atau sekira 500-600 meter di atas permukaan laut.



Tak hanya warga, Sekretaris Desa Buyuntaripa, Wartapoai (38) juga mengaku melihat peristiwa tersebut sekira pukul 17.00 Wita.



"Pesawat itu jalannya sudah tidak lurus, sudah berputar-putar, lalu keluar asap. Tetapi lama kelamaan pesawat tersebut hilang. Kejadiannya 8 Maret lalu. Pesawat itu terbang ke arah barat laut," terang Wartapoai.



Berdasarkan keterangannya, peristiwa tersebut mirip saat pesawat Adam Air jatuh di Takalar pada Tahun 2007 silam. Menurutnya, di atas wilayah mereka merupakan jalur pesawat melintas. "Jadi setiap pesawat lewat, kita lihat," ungkapnya.



"Kami pikir saat itu berita itu biasa-biasa saja. Setelah Pak Camat telepon saya, saya bilang iya. Hampir seluruh warga melihat peristiwa tersebut. Apabila masyarakat di sini diundang untuk memberikan keterangan, kami siap. Kami akan sampaikan sesuai kejadian yang terjadi," tuturnya.



Pihaknya pun kini melalui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso akan segera melaporkan temuan tersebut ke pihak terkait. Hal ini dilakukan agar informasi yang menyebutkan pesawat MH 370 hilang di Samudera Hindia dianulir. (*sindo)





Wednesday, April 2, 2014

Berlakukan Hukum Rajam, Sultan Brunei Diprotes Kelompok HAM



Pemerintah Brunei Darussalam akan melakukan transisi atas hukum pemerintahan ke hukum syariah, termasuk hukum cambuk, pemotongan anggota badan, dan rajam sampai mati.



Sultan Brunei Hassanal Bolkiah telah menyatakan ia ingin memperkenalkan hukum syariah penuh di negara minyak tersebut. Ia akan mengacuhkan kritik yang muncul atas keputusannya menggunakan hukum baru tersebut.



Keputusan mengenalkan hukum syariah dan hukuman mati telah dikritik tajam oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan kelompok HAM. Mereka menyatakan keputusan itu bertentangan dengan hukum internasional.



"Selama bertahun-tahun Brunei tidak pernah memperkenalkan hukuman mati. Ini sangat mengejutkan ketika Sultan kembali memberlakukannya," kata Emerlynne Gil dari International Commission of Jurists, seperti dilansir The Independent, Selasa (1/4).



Keputusan Sultan Brunei ini juga mendapat kritik tajam dari komunitas non-Muslim, dianggap akan mengancam pembaptisan bayi non-Muslim.



Pasalnya hal ini akan melanggar aturan penyebaran agama selain Islam kepada Muslim dan orang yang tidak beragama. Ada tiga tahap hukuman atas pelanggaran ini, termasuk hukuman terberat yaitu hukuman mati.



"Tidak akan ada pembaptisan. Kami harus menunggu dan melihat apa yang terjadi," ujar seorang pastor Katolik di Brunei, Pastor Robert Leong.





Dalam pidato pada Februari tersebut Sultan mengatakan sistem monarki absolut adalah 'firewall' yang sangat kuat dan sangat efektif dalam menghadapi tantangan globalisasi.



Dua pertiga masyarakat Brunei merupakan Muslim. Negara ini telah memberlakuan hukum syariah dalam sebagian hukumnya, termasuk perkara perdata seperti pernikahan.



Pelanggaran berat termasuk menghina Nabi Muhammad saw, minum alkohol, hamil di luar nikah, memperkosa dan sodomi. Pelakunya akan dihukum rajam.



"Hal ini dilakukan karena Allah SWT yang telah menciptakan hukum bagi kita. Sehingga kita bisa memanfaatkannya untuk mendapatkan keadilan," ujar Sultan. (*ROL)





Cina Jadi ‘Musuh Dalam Selimut’ dalam Pencarian MH370, Konspirasi?



Sejumlah negara mencurigai Cina tengah melakukan aksi mata-mata terhadap kunci pertahanan negara-negara yang ikut melakukan pencarian pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 yang hilang sejak Sabtu, 8 Maret 2014.



Meski negara-negara itu tergabung dalam satu tim investigasi dengan Cina, tapi mereka juga wanti-wanti atas motif lain Beijing.



Seorang pejabat senior India mengatakan India pekan lalu menolak permintaan Cina agar kapal-kapalnya diizinkan melakukan pencarian pesawat MH370 di perairan India di dekat gugus Pulau Andaman.



Cina dicurigai akan menggunakan misi pencariannya itu untuk mengumpulkan informasi intelijen tentang kunci pertahanan India di kawasan itu.



"Mereka sanggup mempermainkan emosi dan berusaha memasuki wilayah itu. Kami memiliki semua peralatan dengan kemampuan modern untuk mampu mencari sendiri pesawat itu jika jatuh di perairan India," kata pejabat itu, seperti dilansir The Wall Street Journal, Rabu, 26 Maret 2014.



Menurut Direktur Low Institute Kebijakan Internasional untuk Program Keamanan Internasional, Rory Medcalf, misi Cina dengan mengerahkan sejumlah kapal mencari MH370 sebagai pengingat.



Apakah kesediaan Cina yang meningkat untuk menempatkan pasukannya di tempat-tempat yang tidak dikenal adalah semata-mata membantu warganya atau seolah-olah membantu warganya.



Dalam pencarian MH370, Cina mengerahkan sejumlah kapal dan pesawat ke Samudra Hindia selatan. Cina juga telah menelisik obyek-obyek yang terekam oleh 21 satelit.



"Belum pernah terjadi Cina mengerahkan begitu besar peralatannya, baik itu angkatan lautnya maupun polisi perairan," kata Rory.



Analis senior maritim, Gary Li, mengatakan sungguh mengesankan betapa cepatnya alat-alat itu dimobilisasi. "Padahal kita dulu relatif enggan dengan Cina karena berisiko,"ujarnya.



Pengerahan peralatan militer terbesar Cina sebelum tragedi MH370 adalah ketika Cina ikut bergabung dalam patroli anti-pembajakan di Teluk Aden.



Patroli gabungan itu berlangsung selama beberapa tahun. Cina mengirimkan dua kapal induknya dan satu kapal logistik.



Saat sengketa di Laut Cina Selatan, Cina juga mengirim tiga kapal perangnya melintasi Laut Cina Selatan dan laut Indonesia di bagian selatan memasuki Samudra Hindia. (*MalaysiaInsider)





Tuesday, April 1, 2014

Interogasi `Brutal` CIA Terkuak !





Pusat Badan Intelijen Amerika Serikat atau Central Intelligence Agency (CIA) kini jadi sorotan Internasional. Penyelidikan komisi intelijen Senat AS menemukan dugaan bahwa para agen di lembaga tersebut menggunakan metode interogasi brutal yang ternyata sia-sia.



Tuduhan lain, seperti diberitakan Washington Post, CIA kemudian berbohong soal efektivitas kerja mereka dan menyembunyikan kekerasan yang mereka lakukan.



Laporan Senat menyebut, badan yang dibentuk 1947 lalu mengunakan 'situs hitam' yang dirahasiakan untuk menginterogasi para tahanan menggunakan teknik-teknik yang tak diakui.



Misalnya, mencemplungkan tersangka ke air es dan menghantamkan kepala tahanan ke tembok. Temuan-temuan itu berasal dari masa pemerintahan Presiden George W Bush.



Para pejabat yang familiar dengan dokumen rahasia mengatakan bahwa program interogasi CIA hanya menghasilkan sedikit data intelijen yang berguna.



Mereka juga mengatakan CIA selalu membesar-besarkan sehingga program interogasi mereka terdengar meyakinkan dan efektif dari senyatanya. Temuan-temuan itu memicu investigasi besar-besaran yang dilakukan Komisi Intelijen Senat atas aktivitas CIA yang dimulai tahun 2009.



Komite akan melakukan pertemuan pada Kamis depan untuk memutuskan apakah akan mengirim ringkasan hasil penyelidikan ke Presiden Barack Obama -- untuk akhirnya diumumkan ke publik.



"Para pejabat di markas pusat CIA memerintahkan para agennya untuk melanjutkan interogasi kasar, bahkan ketika mereka yakin para tahanan tidak memiliki informasi penting," demikian dikabarkan Washington Post, dikutip dari BBC, Selasa (1/4/2014).



Laporan juga menyebut ada dugaan perpecahan di CIA, saat sejumlah kalangan internal memprotes perlakuan brutal pada tahanan.



Menanggapi kabar tersebut, juru bicara CIA mengatakan, pihaknya belum melihat versi final laporan dan jadi tidak bisa secara resmi mengomentari isinya.



Namun, sejumlah pejabat dan mantan CIA mengatakan, laporan 6.300 halaman mengandung kesalahan faktual dan kesimpulan sesat. (*Wpost/Bbc/lip6)




















FOTO: Menaklukkan Tebing Tertinggi, Tanpa Tali Pengaman







Gambar menakjubkan berikut ini mengabadikan pendaki super berani Dean Potter yang menapaki garis tipis antara hidup dan mati saat menjelajahi Yosemite National Park. Mulai dari mencengkram tepi tebing tanpa tali pengaman sampai menyeberangi tali setebal satu inci di atas air terjun Yosemite yang tingginya 792 meter di atas permukaan laut, pendaki bernyali besar Dean mendorong dirinya sendiri untuk menaklukkan ketinggian yang luar bisa ini.



Di sebuah gambar, Dean berhasil berpegangan di tepi sebuah tebing di Glacier Point yang disebut Heaven, sambil bergelantungan di ketinggian 914 meter di atas lembah-lembah nun jauh di bawahnya. Dan digambar lainnya, dia melompat dari tepi formasi batuan Half Dome yang terkenal di taman nasional Amerika Serikat tersebut bersama dengan tiga penerjun bebas lainnya.










Yosemite National Park di Yosemite Valley, California, dikenal oleh para pemanjat tebing di seluruh dunia sebagai salah satu yang paling sulit ditaklukkan. Di foto ini, Alex Honnold memanjat rute setinggi 914 meter yang disebut The Nose dalam waktu kurang dari empat jam.




 


(KIRI) Seorang pemanjat tebing mencengkram langit-langit Gravity Ceiling di Higher Cathedral Rock. (KANAN) Seorang pemanjat tebing, tanpa tali, mendaki El Capitan - formasi batu vertikal yang sangat menantang dan salah satu yang paling menonjol di taman nasional itu.







Seorang perempuan mendaki sebuah gunung berbatu.







Seorang perempuan memimpin pendakian.).







Pemanjat tebing ini, juga tanpa tali, berusaha menaklukkan El Capitan.





 


(KIRI) Seorang pemanjat tebing berupaya menaklukkan Midnight Lightning, batu besar yang sangat sulit di Camp 4. (KANAN) From clinging to the edge of cliffs with no safety rope, to delicately perching on an inch-thick highline 2,600 feet above Yosemite Falls.







Dean berusaha berpegangan di tepi sebuah tebing di Glacier Point yang disebut Heaven, sambil bergelantungan di ketinggian 914 meter di atas lembah-lembah nun jauh di bawahnya.







Beberapa peralatan yang digunakan untuk mendaki tebing curam Yosemite, sebagian besar biasanya digunakan untuk pendakian langsung.







Jangan lihat ke bawah! Dua orang pemanjat gunung beristirahat di portaledge (peralatan mendaki yang berfungsi untuk tempat tidur) ketika sedang berusaha menyelesaikan rute pendakian mereka.







Seorang pemanjat tebing bergelantungan untuk menyelamatkan hidupnya.







Roy Smith (kiri) dan Paul Hewitt senang bisa menemukan ruang untuk berdiri di Camp VI pada sebuah rute dinding besar yang disebut The Nose di El Capitan, Lembah Yosemite, California.





 


(KIRI) Sebuah pelangi muncul mengelilingi seorang pemanjat di dekat Air Terjun Yosemite. (KANAN) 







Alex Honnold berhasil melalui bagian final dari crack pada headwall (permukaan gunung) Salathe, yang tingginya hampir mencapai 762 meter di atas permukaan Lembah di permukaan barat daya El Capitan. Hanya kurang dari 15 orang pemanjat yang berhasil melalui rute ini dengan cara free climb (memanjat tebing hanya dengan menggunakan tangan, kaki dan pegangan alami).







Alex Honnold kembali memeragakan free climb tanpa tali di permukaan barat daya Half Dome di atas ketinggian 762 meter. Pemanjatan yang dia lakukan bisa dibilang merupakan free climb solo tersulit di Yosemite sampai saat ini.







Ueli Steck melakukan peregangan setelah seharian memanjat rute The Nose di El Capitan.







Pemanjat ahli sekaligus fotografer Jimmy Chin di atas El Capitan.





 


(KIRI) Alex Honnold kembali memeragakan free climb tanpa tali di permukaan barat daya Half Dome di atas ketinggian 762 meter. (KANAN) Pemanjatan yang dia lakukan bisa dibilang merupakan free climb solo tersulit di Yosemite sampai saat ini.







Kate Rutherford memanjat Freestone, sebuah rute yang dikenal dengan posisinya yang dramatis dan pemanjatannya yang menantang. Upper Yosemite Falls bisa dilihat di latar belakang foto.







Dean Potter memanjat Heaven, sebuah pemanjatan atap yang sangat curam dan sulit, dengan ketinggian ribuan kaki di atas permukaan lembah.





















Wiro Sableng #133 : 113 Lorong Kematian

WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Episode : 113 LORONG KEMATIAN KEINDAHAN dan ketenangan Telaga Sar...