Tuesday, May 6, 2014

Walikota: “Aceh Target Misionaris”




Plh Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal




" Ada pihak-pihak yang ingin menghancurkan Aceh dengan gerakan misionaris dan ingin menggagalkan penerapan Syariat Islam..."



BANDA ACEH - Plh Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan Aceh adalah target atau sasaran gerakan misionaris di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara peresmian Dayah Budhiatul Fata, Lampaseh Aceh, Kecamatan Meuraxa, Minggu 4 Mei 2014.



“Ada pihak-pihak yang ingin menghancurkan Aceh dengan gerakan misionaris dan ingin menggagalkan penerapan Syariat Islam,” ungkap Illiza.



Untuk itu, lanjut Illiza, masyarakat Aceh khususnya Banda Aceh harus berkerjasama dengan Pemerintah untuk membentengi upaya-upaya yang dilakukan misionaris tersebut.



“Ketika kewenangan yang diberikan pusat kepada kita untuk menerapkan Syariat Islam di Aceh gagal, semua mereka akan tertawa dan meremehkan kita. Dan ini tidak boleh terjadi,” tegas Illiza.



Illiza mengatakan, masyarakat harus yakin bahwa dengan tegaknya Syariat Islam maka masyarakat akan sejahtera dan itu janji Allah.



“Ketika ada panggilan Allah kita masih sibuk dengan pekerjaan kita dan sering meninggalkan salat. Mulai sekerang mari kita sejahterakan rumah Allah maka Allah akan sejahterakan kita, itu janji Allah,” kata Illiza.



Dalam kesempatan tersebut, Illiza memastikan bahwa Pemko Banda Aceh sangat mendukung kehadiran Dayah Budhiatul Fata di Lampaseh Aceh.



Karena menurut Illiza, keberadaan institusi pendidikan seperti dayah dan pesantren memiliki peran besar dalam memberikan pendidikan agama kepada warga, untuk dapat membentengi diri dari upaya-upaya misionaris yang mengikis aqidah.





















Ganja Aceh untuk Medis, Halalkah?






Kelihaian orang Aceh meracik masakan dengan penyedap dari ganja (daun, biji dan batang) membuat kuliner Aceh pernah identik dengan tanaman terlarang ini.




*Oleh Fatmah Afrianty Gobel




KABAR tanaman Khat dilabelkan dalam golongan Narkoba sontak membuat geger masyarakat beberapa waktu lalu, lantaran tanaman yang biasa disebut teh Arab ini mengandung zat Katinona. Tanaman Khat menjadi buah bibir sejak mencuatnya kasus narkoba yang melibatkan artis Raffi Ahmad, sebelumnya tidak disangka-sangka jika daun dari tanaman ini bakal masuk dalam narkoba golongan I, sama seperti ganja.




Bicara masalah Ganja, UNODC (United Nation on Drug and Crimes) memposisikan Indonesia adalah salah satu negara penyuplai ganja terbesar di wilayah Asia Tenggara. Sementara wilayah Indonesia yang identik dengan tanaman ganja adalah Provinsi Aceh.





Selain Thailand, diperkirakan Aceh memiliki ladang ganja terbesar di Asia Tenggara yang tersebar di hutan-hutan, mulai dari Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Barat Daya, Aceh Besar hingga Kabupaten Bireuen. Luasnya tanaman ganja di Aceh membuat Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar menargetkan Aceh terbebas dari tanaman ganja pada tahun 2015 (majalah Sinar BNN, edisi 4/2010).





Struktur tanah yang subur di Aceh dan curah hujan yang tinggi memungkinkan pertumbuhan tanaman Cannabis Sativa, nama lain dari ganja sulit terbendung. Tanaman ini awalnya hanya berfungsi sebagai penyedap masakan untuk gulai kambing, dodol Aceh, mie Aceh, kopi Aceh dan sebagainya untuk menambah cita rasa makanan. Kelihaian orang Aceh meracik masakan dengan penyedap dari ganja (daun, biji dan batang) membuat kuliner Aceh pernah identik dengan tanaman terlarang ini.





Menurut sejarah, tanaman ganja masuk ke wilayah Aceh sejak abad ke-19 dari India. Ketika itu, Belanda membuka perkebunan kopi di Dataran Tinggi Gayo dan menggunakan ganja sebagai obat alami untuk menghindari serangan hama pohon kopi. Sejak itu, tanaman Cannabis tumbuh dan menyebar diberbagai wilayah di Aceh. Sementara di India, biji ganja disantap sebagai makanan ringan karena ternyata bijinya mengandung 20-25 persen protein.





Ganja atau Cannabis sebenarnya jenis tanaman liar, namun tidak bisa tumbuh pada sembarang jenis tanah. Tumbuhan ini hanya cocok tumbuh pada karakter tanah di Aceh, Thailand, dan Cina. Karakter tanah di wilayah Eropa, Amerika dan Afrika tidak memungkinkan tanaman Cannabis tumbuh subur, kecuali dengan sentuhan teknologi.







DUNIA PENGOBATAN












Ganja

Tanaman ganja sejak dahulu ketika pertama kali ditemukan di Cina pada tahun 2737 SM berfungsi sebagai pengobatan. Pada masa kekaisaran Shen Neng di Cina, ganja diracik sebagai minuman sejenis teh dan digunakan untuk obat malaria, beri-beri dan rematik.



Berbagai penyakit yang diterapi hingga sembuh dengan menggunakan ganja ketika itu mulai dari penyakit rematik, hingga sakit perut. Selain itu untuk pengobatan, masyarakat Cina kuno memanfaatkan ganja untuk bahan tenun pakaian, dan acara ritual keagamaan seperti upacara kematian dan memuja dewa.





Tanaman ganja berada dalam famili Cannabaceae. Genus Cannabis (ganja) memiliki 15 jenis spesies lain di Indonesia, seperti Cannabis intersita, Cannabis altissima, Cannabis ericana, Cannabis chinensis, Cannabis arratica, Cannabis foetens, Cannabis frondosa, Cannabis generalis, Cannabis gigantea, Cannabis jamaicensis, Cannabis kafiristanica, Cannabis lupulus, Cannabis macrosperma, dan Cannabis ruderalis. Sementara diluar negeri, masih ada 13 jenis ganja lainnya. Cannabis Sativa adalah jenis ganja yang banyak beredar dalam pasar gelap di Indonesia, selain Cannabis altissima dan Cannabis chinensi. (Bowo Nurcahyo, 2010).





Pada beberapa negara, ganja digunakan untuk keperluan industri dan medis. Misalnya di Inggris yang memiliki lembaga Marijuana Center, lembaga yang melakukan penelitian tanaman untuk keperluaan medis dan farmasi. Berbagai hasil penelitian lembaga ini menetapkan bahwa mariyuana dapat menjadi obat yang ampuh. Misalnya, seseorang yang menderita lumpuh dapat disembuhkan dengan menggunakan mariyuana sebagai alat terapi dan berhasil sembuh kembali seperti sedia kala dan mengembalikan daya ingat yang tinggi dan tidak mengalami impoten.





Sementara di Kanada, pemerintah setempat berencana melegalkan ganja dan obat-obatan lainnya untuk kebutuhan farmasi. Banyak pasien melaporkan bahwa ganja mengurangi rasa mual pada penderita AIDS dan penyakit lainnya sehingga mendorong pemerintah Kanada melakukan legalisasi terhadap ganja. Pemerintah Kanada mulai mengizinkan ganja dengan resep dokter pada apotik-apotik di negara tersebut. Dalam satu ons, ganja dijual sekitar $ 113 kemudian dikirim kepada pasien atau dokter yang membutuhkan melalui kurir.







Ganja yang digunakan untuk keperluan tersebut adalah ganja jenis Hemp, sementara ganja jenis Cannabis dinyatakan terlarang. Penyebab ganja menjadi terlarang karena berpotensi disalahgunakan kandungan zat THZ yang bisa mengakibatkan pengguna menjadi mabuk. Namun bila dikontrol kualitas dan kadarnya dengan proses yang benar, sebenarnya kadar zat THZ tidak membahayakan.










Komposisi kimia yang terkandung dalam ganja adalah Cannibanol, Cannabidinol atau THZ terdiri dari Delta-9-THZ dan Delta-8-THZ serta 61 unsur kimia lagi yang sejenis dan lebih 400 bahan kimia lainnya yang beracun. Delta-9-THZ mempunyai efek mempengaruhi otak manusia hingga menjalar pada pola pikir melalui organ penglihatan dan pendengaran dan berefek pada suasana hati penggunanya.





Pada daun dan biji yang mengandung Delta-9-THZ diyakini para ahli medis memiliki kandungan yang dapat menjadi obat-obatan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti penyakit tumor dan kanker. Sementara akar dan batang bisa dibuat ramuan jamu untuk menyembuhkan penyakit disentri, antrax, asma, keracunan darah, batuk, diare, bronchitis, luka bakar, kejang perut, dan lain-lain.



Dalam dunia kedokteran, kandungan kimia dalam tanaman Cannabis bisa membantu penyembuhan penyakit didalam tubuh seperti antispasmodicanodyne (penenang), tonic (penguat), intoxicant (racun keras), analgesic dan stomachic. (penghilang rasa sakit),





Pecandu ganja memiliki risiko terkena schizophrenia, suatu gejala paranoid yang dapat menyebabkan seseorang sakit jiwa. Hal ini berdasarkan hasil penelitian para ahli di Universitas Cardiff dan Universitas Bristol, Inggeris. Ciri-ciri orang yang terkena schizophrenia adalah mudah panik, mengalami depresi, merasa ketakutan, kebingungan dan sering berhalusinasi. Bagi perempuan yang sudah berkeluarga, ganja dapat mengganggu kehamilan dan pertumbuhan janin.





Serat tanaman ganja yang disebut hemp memiliki keunggulan dibanding serat kapas. Tanaman hemp bisa diproduksi untuk keperluan tekstil, kertas, lapisan rem dan kopling hingga tali. Konon, tanaman hemp digunakan Amerika Serikat pada Perang Dunia II untuk tali kapal bagi para tentara angkatan lautnya. Serat ganja juga memiliki kandungan yang bisa menjadi bahan minyak bakar. Kandungan minyaknya aman dan berbeda dengan minyak olahan dari kelapa sawit.








Dalam kajian ilmiah tentang tanaman ganja, mulai dari batang, biji hingga daun memiliki manfaat bagi dunia kesehatan untuk terapi medis. Batang ganja dapat digunakan sebagai bahan baku kertas yang memiliki kualitas lebih bagus dari kayu. Perbandingannya: pada batang ganja terkandung sellulose 85 persen dan rendah lignin 5 persen, sementara pada kayu memiliki kandungan sellulose 50 persen dan tinggi lignin 34 persen. Batang tanaman ganja juga digunakan untuk pembuatan tekstil. 





Calvin Klein (CK) Garmen menghasilkan pakaian dari tanaman ganja karena dapat menyerap 95 persen radiasi sinar ultra violet. Selain kertas dan tekstil, batang ganja juga dapat menjadi minyak bakar kendaraan. Mobil Henry Ford pertama dijalankan dengan minyak ganja. Tanaman ganja dalam 1 hektar dapat menghasilkan 1.000 galon methanol.



Sementara pada biji ganja dapat dijadikan suplemen nutrisi yang mengandung omega 3 EFA yang berfungsi mengoreksi secara cepat defesiensi Omega-3 dalam tubuh. Sedang daun ganja berguna untuk penyuplai industry farmasi sebagai obat antikanker, anti glaucoma, obesitas dan sebagainya.






Sangat disayangkan bila Aceh yang memiliki potensi besar penghasil ganja apabila dimusnahkan begitu saja. Pemerintah Aceh dapat menjadikan ganja sebagai produk andalan untuk keperluan industri dan medis. Karena itu, tugas pemerintah Aceh melokalisir ladang ganja agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab karena sesungguhnya ganja dapat “dibenargunakan” untuk keperluan medis dan industri farmasi.





\*Penulis Dosen Kesmas, Alumnus Pascasarjana FKM UI Jakarta


Kutip dari AcehInstitute.org





















Monday, May 5, 2014

Kisah Chris Tarantino, Sekeluarga Masuk Islam karena Perperangan







Mereka berdua dibesarkan di tengah keluarga Katolik Roma. Sang istri berasal dari Mannheim, Jerman. Sedang suaminya lahir di kota Kissimmee di negara bagian Florida, Amerika Serikat.





Chris Tarantino adalah seorang tentara. Suatu saat dia ditugaskan ke Irak pada 2006. Saat itulah istrinya, Cristina Tarantino mulai mempertanyakan tentang hidup dan mati. Pertanyaan inilah yang kemudian menuntunnya kepada Islam.





Cristina betul-betul takut sesuatu yang buruk akan menimpa suaminya dalam tugas. Dia mulai bertanya-tanya apa yang terjadi setelah kematian dan bagaimana menjalani hidup terbaik di bumi. Dia menghabiskan waktu dengan kakak perempuannya yang telah masuk Islam setelah menikah dengan seorang warga Palestina. Dia mencari bimbingan dari kakaknya.





Jawaban-jawaban kakaknya tentang Islam sangat masuk akal bagi Cristina. Dia juga merasakan ketenangan. Seringkali di antara perbincangan telepon dengan suaminya yang berada di Camp Taji, Irak, ia mendiskusikan mengenai kemajuan spiritual yang dialaminya. Chris tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya saat sang istri mengatakan ia telah menerima Islam.





Pertanyaan pertamanya kepada sang istri adalah apakah is telah mulai mengenakan jilbab. Saat itu Cristina mengatakan belum siap untuk berjilbab. Chris tidak banyak bertanya pada istrinya. Alih-alih, ia selalu memohon petunjuk dalam doanya.





Beberapa tahun kemudian, saat ia ditugaskan kembali di Irak pada 2010, tentara berambut pirang dan bermata biru itu telah menjadi seorang Muslim. Dengan berani ia memutuskan tidak akan menyembunyikan keislamannya.





"Saya pergi ke Kuwait membeli sajadah dan mulai shalat di sana. Menurut saya, mengatakan bahwa saya adalah seorang Muslim bukanlah akhir dari dunia," kata dia.





Selama satu dekade melakukan pertempuran di negara-negara Muslim, beberapa tentara terkadang harus melawan persepsi umat Muslim memusuhi militer dimana mereka mengabdi. Chris terdaftar di Angkatan Darat pada 1998.





Dia pernah ditugaskan berperang di dua negara Muslim. Dia mengatakan tidak pernah mempunyai perasaan positif atau negatif tentang Muslim, bahkan ketika menuju ke Irak.





"Yang saya tahu adalah kami akan memerangi terorisme. Sebagai prajurit, saya hanya melakukan apa yang diberitahu. Mereka mengatakan ketidaktahuan adalah kebahagiaan. Saya kira saat itu saya bodoh," katanya.





Seiring perjalanan waktu, pasangan suami istri ini tumbuh lebih religius. Mereka kerap megunjungi sebuah masjid Sunni di Mannheim. Dari sana mereka belajar seluruh ide radikal dan berjihad dengan mengandalkan kekerasan kepada Barat adalah gagasan yang benar-benar salah.





Chris mengatakan ia mengikuti ajaran Nabi Muhammad. ia mengaku tidak mengasosiasikan diri dengan radikalisme apapun. Namun, Chris memiliki situasi yang tidak biasa. Dia adalah satu-satunya tentara AS di Masjid Al-Faruq Omar, Jerman, bagian dari Muslim minoritas di militer dan bahkan salah satu dari sangat sedikit tentara Muslim yang tidak berasal dari keluarga Muslim atau keturunan Afrika-Amerika Muslim.





Meski keputusan Chris dan istrinya untuk memeluk Islam bersifat pribadi, bukan politis, pandangannya mengenai perang di Irak dan Afghanistan dan perang secara umum, telah berubah. Pemikiran Chris mengenai perang benar-benar berubah 180 derajat.





Dia memaknai benar hadits yang menyebutkan membunuh satu orang yang tidak bersalah sama artinya dengan membunuh semua orang. Dan, menyelamatkan satu orang sama artinya menyelamatkan seluruh dunia.





Sebagai bagian dari gagasan itu, pasangan ini membantu membentuk sebuah kelompok non-profit untuk mengirim persediaan makanan dan obat-obatan ke Somalia. Cristina adalah salah satu dari tujuh orang di masjid mereka yang membentuk kelompok Islamischer Humanitaerer Entwicklungsdienst atau Islamic Humanitarian Development Service (www.IHED.de)










Hanya dalam beberapa pekan, badan amal ini telah mengumpulkan dan mengirim 135 ton makanan dan obat-obatan. Semua bantuan dikumpulkan, diatur dan dilakukan selama Ramadhan. Di rumah, keluarga Tarantino terus mempelajari iman baru mereka dan berusaha menjalaninya semaksimal mungkin.




Ketika meninggalkan rumah, Cristina memakai baju lengan panjang, rok panjang dan jilbab. Banyak orang yang melihatnya dengan tatapan aneh. "Saya merasa seperti astronot," katanya.





Tapi, suaminya tidak pernah punya masalah dengan penerimaan. Tentara di unitnya mengetahui dia seorang Muslim. Chris bisa meluangkan waktu untuk shalat. Dia juga berbicara tentang Islam kepada rekannya sebagai caranya berdakwah. Pada akhirnya, mereka menghormati Chris dan bahkan mengingatkannya waktu shalat.





Ia berencana keluar dari Angkatan Darat tahun depan dan pindah bersama keluarganya ke Amerika Serikat. Cristina berencana terus mengejar gelar sarjana di bidang komunikasi. Chris berencana melanjutkan studi di Embry-Riddle Aeronautical University.





Pasangan ini bertemu di pangkalan di Mannheim lebih dari satu dekade lalu. Mereka telah menikah tiga kali. Pertama di balai kota, sekali di gereja dan terakhir kali di masjid. Salah satu hal yang paling sulit adalah memberi pemahaman pada dua putra kecil mereka. Secara bertahap anak-anak itu harus melupakan peri gigi dan Sinterklas. Sejauh ini, putra mereka bisa menerima hal Islam dengan sangat baik.





Chris sedikit tidak nyaman ketika diskusi mengenai kehidupan setelah mati, janji Tuhan mendapatkan beberapa bidadari di surga dan poligami. Istrinya mengatakan poligami adalah pilihan, tapi bukan berarti itu adalah pilihan yang harus diambil. (*stripes/rol)





















Tweet Anti Islam di Twitter, Politisi Inggris ini langsung Mengundurkan Diri





David Bishop, calon Anggota Dewan Kota Partai Konservatif Inggris langsung mengundurkan diri dari partai, karena menaruh pesan anti-Islam dan anti-homoseksual di Twitter.



Seperti dikutip dari BBC, 4 Mei waktu setempat, calon anggota dewan di Brentwood Selatan, Essex, Inggris tenggara itu meminta maaf setelah melakukan retweet. Termasuk pesan yang menyatakan Islam adalah 'agama perkosaan'.



"Saya merugikan diri saya sendiri dan partai," kata Bishop menyesali.



Pria yang juga bekerja sebagai DJ di daerah Brentwood itu, mengirim kembali pesan pada 13 April, "Apa laki-laki gay bisa menjadi bertingkah-laku serius?"



Pesan pada 27 April, dua hari setelah Bishop dinyatakan sebagai calon dewan Partai Konservatif, mengutip penahanan empat pria Muslim karena perkosaan gadis berumur 14 tahun dan menambahkan,"#Islam 'agama perdamaian' dan perkosaan."



Lewat pernyataannya, Bishop meminta maaf "atas masalah serius yang timbul" dan mengatakan dirinya "tidak akan meminta siapa pun memberikan suara untukku pada tanggal 22 Mei" ketika digelar pemilihan di Inggris.



"Saya menyadari bahwa seseorang yang ingin menjadi wakil rakyat harus menunjukkan kepemimpinan dan berusaha menyatukan masyarakat, bukannya memecah-belah," ungkap Bishop.



Pengunduran diri Bishop terjadi setelah seorang calon dewan Partai Independen Inggris (UKIP) Harry Perry -- yang ingin menjadi wakil rakyat di Offerton, Stockport, Inggris tengah -- diberhentikan Jumat 2 Mei, karena mengirim tweet Islam "kejam" dan homoseksualitas suatu "yang harus dibenci". (*lip6/alarabiya)




















Saturday, May 3, 2014

Ini Sebab Presiden Indonesia hanya Boleh (Orang) Jawa




Mayor Jenderal (Purn) Suhardiman




"Sampai kapan pun presiden Indonesia harus berasal dari Jawa..."



Ical Capres yang diusung Partai Golkar belakangan didesak untuk muncur sebagai capres. Sesepuh Partai Golkar Mayor Jenderal (Purn) Suhardiman SE mendesak Aburizal Bakrie (Ical) untuk mundur dari pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden 2014, sebab bukan beretnis Jawa.



"Sampai kapan pun presiden Indonesia harus berasal dari Jawa," ujar Suhardiman  kepada sejumlah wartawan di kediamannya di Jalan Kramat Batu, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (2/5/2014).



Suhardiman meminta Ical atau ARB mundur karena yang bersangkutan tidak memenuhi persyaratan sejarah.



“Mengenai Ical kuncinya itu historis atau sejarah dan sosiologis. Sejarah itu berulang kembali bahwa capres harus dari (suku) Jawa, dan secara sosiologis masyarakat paling besar adalah Jawa, jadi lebih baik dia mengundurkan diri dari capres, jadi cawapres pun ‘ndak’ (tidak) usah,” kata Suhardiman.



Pernyataan Suhardiman itu dilontarkan setelah dirinya menerima kehadiran Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso untuk bersilahturahmi. Menurut dia, posisi dalang lebih terhormat bagi seorang Ical.



“Lebih baik berpikir sebagai dalang, lebih terhormat,” ujar dia.



Purnawirawan Jenderal TNI AD itu mengaku percaya orang yang pantas menjadi presiden adalah dari suku Jawa. Suhardiman menilai Ical yang berasal dari etnis luar Jawa tidak akan berhasil menjadi capres maupun cawapres.



Suhardiman yang juga merupakan tokoh senior Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia atau SOKSI (pendiri Golkar) menilai lebih baik Ical menjadi dalang untuk memenangkan calon dari Partai Golkar.



“Siapapun yang menjadi presiden pasti orang Jawa, dan ini yang perlu dipegang oleh saudara kita. Tapi nampaknya Ical masih ngotot ingin menjadi presiden, maka saya bertaruh tidak akan mungkin berhasil,” kata dia.



Suhardiman justru mendapuk Priyo Budi Santoso untuk maju sebagai cawapres bagi Partai Golkar. Bagi Suhardiman, Priyo memiliki kapasitas secara historis dan sosiologis karena berasal dari tanah Jawa.



Selama ini, pencalonan Ical sebagai capres terus digoyang oleh sejumlah elite di internal Golkar. Salah satu yang memicu adalah tingkat elektabilitasnya yang dinilai tak mampu bersaing dengan dua bakal calon lain, Prabowo Subianto dan Joko Widodo. (*antara/kompas/tribun)




















3 Mei 1999: Tragedi Berdarah Simpang KKA







Pola kejadian  : Pembantaian sipil.

Hari/Tanggal   : Senin (3 Mei 1999)

Pukul               : 12.30 WIB

Tempat            : Simpang KKA Krueng Geukueh, Kec. Dewantara, Aceh Utara

Pelaku             : Aparat dari satuan Den Rudal 001 dan Yonif 113 Aceh Utara.

Saksi mata      : Masyarakat Simpang KKA Dewantara Aceh Utara

Kronologis      : Kronologi Tragedi Berdarah Simpang KKA




***



Memperingati 15 tahun Pembantaian Massal di Simpang KKA, Aceh Utara



Tanggal 3 Mei punya banyak makna bagi warga Aceh Utara, dan juga bagi masyarakat Aceh pada umumnya. Tanggal tersebut selain bermakna resistensi atau perlawanan rakyat melawan negara, juga sebuah kenangan buruk, betapa negara begitu semena-mena terhadap rakyatnya.



Karenanya, saban tahun —meski tak rutin karena kondisi Aceh tak selalu kondusif untuk mengenang tragedi— warga Aceh Utara khususnya para korban tragedi Simpang KKA memperingatinya.










Sekedar merawat ingatan, Senin, 3 Mei 1999 atau 15 tahun silam, banyak darah berceceran di sekitar simpang PT KKA. Jeritan dan tangisan para korban memecah telinga siapa saja yang pernah mendengar.




Saat itu, harga peluru tentara begitu murahnya, karena bisa dihambur-hamburkan dengan sangat mudah. Setelah itu, puluhan mayat dan ratusan korban tergelatak, ada yang sudah kaku, banyak juga yang masih bernyawa sambil merintih, yang lainnya berlarian, mencari tempat yang bisa dijadikan tempat berlindung.



***





Sekilas Kronologi











Pukul 12.30 WIB, Suara gemuruh dan teriakan manusia memenuhi Simpang KKA. Ribuan orang berlarian menghindari serangan dari TNI.  Dua wartawan RCTI (Umar HN dan Said Kaban) yang kebetulan sudah berada di tempat itu sempat merekam moment-moment penting yang terjadi baik dengan foto atau video.




Dapat dikatakan, hasil rekamannya itu menjadi salah-satu bukti yang paling akurat dan tidak mungkin dapat dipungkiri tentang bagaimana peristiwa yang sebenarnya. Tembakan yang dilakukan tanpa peringatan terlebih dahulu dan dengan posisi siap tempur. Tentara yang dibagian depan jongkok dan yang berada pada barisan belakang berdiri. 










Selain itu, tentara yang berada di atas truk juga terus melakukan tembakan sambil melakukan gerakan-gerakan tempur. Saat itu penduduk yang tidak lagi sempat lari melakukan tiarap tapi terus diberondong.



Selain melakukan tembakan kearah masa, TNI juga mengarahkan tembakan ke rumah-rumah penduduk, sehingga banyak warga yang sedang di dalam rumah juga menjadi korban. Bahkan mereka mengejar dan memasuki rumah-rumah penduduk dan melakukan pembantaian di sana.










Banyak penduduk yang sudah tertembak dan tidak bisa lari lagi masih terus diberondong oleh tentara dari belakang. Mereka melakukan pembantaian seperti sebuah pesta. 





Dalam aksi pembantaian tersebut, 45 jiwa Tewas di tempat, 156 lainnya Luka-luka kebanyakan karena luka tembak, dan 10 diantaranya Hilang sampai saat ini tidak tahu keberadaannya.





Artikel Lengkap : Kronologi Tragedi Berdarah Simpang KKA


























Friday, May 2, 2014

Penghinaan Islam di Liga Inggris, Dua Wanita Sobek-sobek Al-Quran





Penghinaan terhadap umat Islam kembali terjadi. Kali ini aksi penghinaan dilakukan dua orang penggemar klub sepak bola Middlesbrough FC yaitu Julie Phillips (50 tahun) dan Gemma Parkin (18 tahun) yang menyobek halaman dari kitab suci Alquran sambil menyanyikan lagu-lagu rasis tentang muslim selama pertandingan.



Pengadilan, seperti dikutip Daily Mail, memutuskan Julie dan Gemma telah bersalah karena menggunakan simbol agama untuk mengancam dan menghina sambil menonton pertandingan Middlesborough FC melawan Birmingham City pada 7 Desember 2013 lalu.



Aksi penyobekan Alquran dilakukan pada 25 menit memasuki babak kedua pertandingan. Julie mengeluarkan salinan kitab suci umat Islam ini dari tasnya dan mulai menyobek halaman per halaman Alquran.




Mrs Phillips was interviewed on January 17 by police when she admitted tearing up the Koran at the football ground, pictured, but claimed she had been handed the book and didn¿t know what it was



Tak sampai di situ, kemudian Julie membagikan sobekan halaman Alquran kepada penonton lainnya dan juga melemparkan sobekan Alquran ke udara. Julie dan Gemma juga bergabung dengan teriakan anti-Islam seperti membunuh muslim dengan bayonet sementara yang lain berpura-pura untuk mengatur pembakaran Alquran.



Akibat aksinya ini, Julie dan Gemma pun dihukum Pengadilan Birmingham setelah hukuman percobaan selama 1 hari. Julie dan Gemma juga dikenakan denda serta pelarangan untuk menghadiri pertandingan sepak bola di Inggris.



Para Saksi Menguatkan






Middlesbrough FC supporter Julie Phillips, 50 has been found guilty of using religiously aggravated threatening or insulting behaviour while watching their team¿s away fixture against Birmingham City on December 7 last year
Pelaku

Para saksi juga menguatkan bukti dari aksi penyobekan kitab suci umat Islam ini.



Jaksa Amar Sanghara memaparkan dalam pertandingan itu ditonton sebanyak 13.454 orang dalam stadion dan 655 orang di antaranya merupakan pendukung Middlesborough FC yang berdiri di tribun belakang stadion. Salah satu penonton, Gill Merrick mengamati aksi penonton lain yang menyobek halaman sebuah buku.



"Mereka juga meneriakkan kata-kata seperti Muslim, Quran dan Bayonet," kata Jaksa Amar Sanghara menirukan Gill Merrick seperti dikutip Daily Mail, Jumat (2/5).



Aksi penyobekan Alquran ini juga tertangkap kamera CCTV. Julie dan Gemma pun diminta turun dari tribun dan dibawa pihak kepolisian. Pada 17 Januari 2014, Julie diinterogasi dan kemudian mengakui telah menyobek Alquran meski masih berkelit telah menyerahkan Alquran kepada penonton lain dan tidak tahu apa-apa.




Matthew Cornes, petugas keamanan dalam pertandingan itu mengatakan Julie dan Gemma mengeluarkan buku Alquran dan menyobek-nyobeknya. Kemudian sobekan halaman Alquran ini dilemparkan ke udara seperti layaknya confetti.




Sentencing the pair, chair of the bench Gordon Sayers said: 'Other supporters seemed uncomfortable and this behaviour was in a large stadium with people of all nationalities'



"Mereka melemparkannya di udara seperti confetti, Ada juga teriakan dan nyanyian, aku tidak tahu kata-katanya tapi tentang Alquran dan mereka juga menyebutkan muslim juga. Saya belum pernah mendengar nyanyian seperti itu sebelumnya," jelas Matthew.



Saksi lain juga memperkuat aksi penyobekan Alquran, seperti yang diungkapkan John Newbold, seorang pelayan. Ia mengaku melihat Julie dan Gemma yang berada di 4 baris di depannya menyobek-nyobek sesuatu.



"Saya turun dan bertanya, 'Apa yang anda sobek-sobek itu?'. Lalu dijawab 'Alquran'. Saya pun melaporkan dan meminta petugas keamanan untuk mengawasi mereka," ungkapnya.



Pelaku mengaku Menyesal



Ketua majelis hakim, Gordon Sayers mengatakan pihaknya telah melihat barang bukti aksi penyobekan Alquran yang memperlihatkan Julie melambaikan Alquran dan menyobek-nyobeknya dan kemudian membagikannya kepada penonton lain.







Para penonton pun tidak nyaman dengan perilaku Julie dalam sebuah pertandingan di sebuah stadion besar. Ia memutuskan tindakan Julie dan Gemma merupakan sebuah perilaku yang kasar dan menghina. Mereka juga menyadari apa yang telah dilakukannya.



Pengadilan pun memberikan denda kepada Julie sebesar 300 Poundsterling dan membayar biaya pengadilan sebesar 400 Poundsterling dan biaya tambahan korban sebesar 30 Poundsterling. Sedangkan gemma didenda sebesar 200 Poundsterling dan membayar biaya pengadilan sebesar 420 Poundsterling. Julie dan Gemma juga dilarang untuk menghadiri pertandingan sepak bola di masa datang.



Sementara itu, Julie hanya mengatakan tidak mengetahui apa yang telah disobeknya. Ia memang menyobek halaman sebuah buku dan melemparkannya ke udara layaknya confetti, namun ia berkelit hanya mengikuti saja.



"Aku menyobeknya seperti confetti karena itu adalah apa yang orang lakukan di pertandingan sepak bola," kelit Julie, seperti dikutip Daily Mail, Jumat (2/5).



Saat ia meninggalkan kantor kepolisian, ia sangat malu mengetahui apa yang disobeknya adalah Alquran. Jika ia mengetahuinya, mungkin ia tidak akan menyobeknya. "Saya cukup tua untuk tahu dan untuk tidak melakukan hal seperti itu .



"Saya pasti tidak akan melakukannya karena banyak Muslim tinggal di Birmingham. Tidak ada lagu rasis untuk pengetahuan saya sama sekali," kelitnya lagi. (*sumber: dailymail)



















Wiro Sableng #133 : 113 Lorong Kematian

WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Episode : 113 LORONG KEMATIAN KEINDAHAN dan ketenangan Telaga Sar...