Tuesday, August 5, 2014

Tahukah Anda: Israel Butuh 31 Bom untuk Bunuh 1 Orang Warga Gaza





Tahukah Anda, Israel mebutuhkan rata-rata 31 bom, yakni; lebih 12 rudal, dan 19 peluru meriam, untuk membunuh setiap seorang warga Palestina di Jalur Gaza.



Mengutip Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Palestina Mofeed Al-Hasayneh, situs middleeastmonitor.com memberitakan sampai hari ke-25 pembantaian di Jalur Gaza, Israel menggunakan lebih 50 ribu bom, 6.318 rudal udara ke darat, 13.866 rudal yang ditembakan dari kapal perang, dan 30.581 peluru meriam yang ditembakan dari tank dan artileri yang ditempatkan di sebelah timur perbatasan.



Pada saat yang sama Hamas membalas dengan menembakan 3.000 roket produksi rumahan ke permukiman Yahudi, basis militer, bandara, dan kota-kota si Israel.



Dampak signifikan penembakan rudal Hamas adalah ketika sejumlah penerbangan AS dan Eropa menghentikan penerbangan ke Tel Aviv. Israel terisolasi selama beberapa hari.



Jika jumlah bom, rudal, dan peluru meriam yang ditembakan Israel dibagi jumlah korban sipil Palestina, maka zionis membutuhkan 31,25 bom, 3,8 rudal udara ke darat, 8,6 rudal laut ke darat, dan 19,11 peluru meriam, untuk membunuh satu warga sipil Palestina di Jalur Gaza.



Lebih memalukan lagi, sekitar 500 korban sipil -- menurut data Badan Kemanusiaan PBB -- adalah anak-anak. Lainnya adalah wanita, warga lanjut usia.



Jumlah bom, rudal, dan peluru artileri, diperkirakan meningkat sampai masing-masing lima persen sampai gencatan senjata tiga hari diumumkan.



Pemboman paling sengit terjadi Jumat (1/9), ketika Israel berusaha membunuh Letnan Hadar Goldin, salah satu komandan pasukan zionis yang diduga ditahan Hamas. (*INL)
















DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.






Kecaman Dirinya atas Israel Tak Digubris, Menteri Inggris Mengundurkan Diri






Menteri Negara Urusan Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris, Baroness Sayeeda Warsi mengundurkan diri terkait kebijakan pemerintah Perdana Menteri David Cameron. 



Menteri wanita muslim pertama di Inggris itu mundur lantaran desakannya untuk mengecam Israel secara tegas tak digubris.



Dalam surat pengunduran dirinya, Baroness mengatakan dia tak sejalan dengan kebijakan pemerintah Inggris yang mendukung Zionis dan tidak bisa bertahan dalam posisi sikap yang menurut dia tidak sesuai dengan pemikirannya.



"Secara moral ini tak dapat dipertahankan. Saya tidak dalam kepentingan negara Inggris yang bisa berefek jangka panjang pada reputasi pihak kami secara internasional dan dalam negeri," kata Warsi yang sebelumnya menjabat Ketua Partai Konservatif di Inggris itu, seperti dimuat BBC, Selasa (5/8/2014).



Dia menjelaskan dirinya tetap berada pada pendiriannya untuk menjadi pihak yang mengecam serangan Israel di Gaza. Dia tak bisa dalam posisi yang diam atau pun netral.



"Jika saya tetap pada posisi pemerintah ini, saya tidak yakin bisa melakukan tugas (sebagai menteri luar negeri)," ujar Warsi. Kata dia, keputusan mundur ini tidaklah mudah. Butuh banyak pertimbangan.



Sebelumnya PM Cameron terus didesak anggota parlemen Konservatif untuk bersikap tegas atas serangan Israel di Gaza karena banyaknya warga sipil yang menjadi korban.



Pada Senin 4 Agustus kemarin, PM Cameron mengatakan sikap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah tepat untuk mengecam serangan udara Israel ke sekolah PBB di Gaza hingga menewaskan 10 orang. Namun ia disebut tak mengatakan bahwa itu suatu hal yang serius dan termasuk aksi kejahatan.



Kepedulian Warsi atas Gaza kerap ia lontarkan sebelumnya lewat media sosial Twitter. Pada 21 Juli, dia menulis: "Pembunuhan warga yang tak bersalah harus dihentikan. Harus ada gencatan senjata di Gaza. Pemimpin dunia harus menghentikan penderitaan ini."



Tiga hari kemudian, Menteri Keturunan Pakistan itu juga berkicau rasa keprihatinannya soal Gaza. "Bisakah kalian menghentikan pembunuhan terhadap anak-anak. Apa pun kepentingan kita, tetap tidak bisa dibenarkan. Yang ada hanya penyesalan," imbuh perempuan yang jadi menteri Inggris sejak 2010. (*BBC)
















DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.






Monday, August 4, 2014

Presiden RI: Pemerintah Larang Ideologi ISIS





Pemerintah Indonesia tidak mengizinkan paham atau ideologi Negara Islam atau Daulah Islam --sebelumnya ISIS-- berkembang di Indonesia.



Hal itu merupakan hasil dari rapat kabinet terbatas (ratas) yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hari ini.



"Pemerintah tidak mengizinkan paham ISIS berkembang di Indonesia," ujar Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto, saat jumpa pers usai ratas di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.



Pasalnya, paham ISIS dinilai bertentangan dengan Pancasila. Ditambahkannya, setiap upaya pengembang-biakan paham ISIS itu mesti dicegah.



Indonesia, kata dia, tidak boleh menjadi tempat persemaian paham ISIS. Ia mengajak semua pihak berperan dalam mencegah berdirinya perwakilan-perwakilan dalam bentuk formal atau informal.



Ditambahkannya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pun akan melakukan pertemuan dan sosialisasi kepada seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat.



"Kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk melakukan blokade atau blokir penyebaran paham ISIS melalui internet dan Youtube," ucapnya. (*snd)
















DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.






Kecam Genosida Gaza, Ratusan Restoran di India Tolak Jual Coca-Cola





Marah oleh ulah kebiadaban Israel membantai warga sipil Jalur Gaza, ratusan restoran dan hotel milik Muslim India tidak lagi menjual soft drink produk AS.



"Hanya ini yang bisa kami lakukan di India. Mungkin ini cara terbaik untuk menyerang perekonomian mereka," ujar Umar Sheikh, pemilik Shalimar Restoran, kepada OnIslam.net.



"Mereka harus tahu semua orang di dunia menentang mereka. Mereka juga harus tahu apa yang mereka lakukan salah," lanjutnya.



Muslim di Mumbai juga menyerukan aksi boikot semua produk AS yang diyakini mendukung agresi Israel di Jalur Gaza. AS, kata Umar Sheikh, selalu mendukung ulah Israel.



Mumbai adalah ibu kota bisnis India. Di sini terdapat ribuan hotel dan restoran. Sebagian besar dimiliki Muslim India.







Jangan pernah menemukan Coca Cola dan Pepsi di hotel-hotel dan restoran milik Muslim India di Mumbai. Mereka mencoret keduanya dari daftar minuman yang dijual.



"Kami mengikuti prinsip yang diajarkan Mahatma Gandhi untuk tidak menggunakan kekerasan," ujar Jawed Kotwal, pemilik Persian Dardar, sebuah hotel di Mumbai.



Ia juga mengatakan tidak memaksa setiap orang melakukan hal yang sama, untuk tidak menjual Coca Cola dan Pepsi. Ia juga yakin boikot ini sangat bermanfaat, karena ada peluang bagi soft drink produk dalam negeri untuk mengisi kekosongan pasar.



"Saya yakin kedua minuman itu akan merugi 230 ribu dolar per hari dari aksi boikot ini," ujar Kotwal, anggota All India Restaurant Association.



Aksi boikot ternyata meluas. Hotel-hotel di Mumbra juga menyingkirkan semua produk AS yang diduga membantu Israel.



"Kami ingin AS dan Israel tahu bahwa hanya ini yang bisa kami lakukan sebagai aksi protes terhadap pembantaian di Jalur Gaza," ujar Fahad Sheikh, seorang pelajar yang mulai menghentikan kebiasaannya menikmati Coca Cola. (*INL)
















DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.






Sniper Israel Ini Bangga Bunuh 13 Anak-anak Gaza





David D Ovadia, penembak jitu tentara Israel, bangga membunuh 13 bocah Palestina di Jalur Gaza. Lewat akun Instagram, Ovadia menulis; "Saya telah membunuh 13 anak-anak hari ini, dan kalian berikutnya."



Ada gambar Ovadia sedang membidik, dan bisa dicari lewat search engine media sosial Lakako. Juga tersedia tagline; Berhentilah berlari, Anda akan mati kapan pun.



Segera setelah pesan diposkan, akun Ovadia tak bisa dijangkau umum. Meski demikian, Ovadia telah membuat marah banyak orang.



Salah satu pengguna Twitter bernama Love Palestina menulis; "Ovadia harusnya dimasukan ke kamar gas, seperti orang Yahudi di era Perang Dunia II, dan kita bergembira melihatnya mampus."



Bukan hanya orang Arab dan Muslim yang marah. Alexandra Whitney menulis; "Menyedihkan melihat orang seperti Ovadia. Dia telah kehilangan jiwa kemanusiaannya."



Orang Yahudi sudah pasti membela Ovadia. Lahav Harkov, misalnya, menulis; "Ovadia adalah serdadu sesungguhnya."



Ovadia dan Harkov adalah gambaran nyata Yahudi sesungguhnya; pengecut yang membunuh anak-anak, dan bangga dengan pencapaian konyol.



































DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.






Di tengah Agresi Gaza, Bayi Kembar 4 Lahir Selamat





Ditengah-tengah memanasnya konflik Israel-Hamas, seorang ibu warga Palestina melahirkan 4 anak kembar, 3 laki-laki dan 1 perempuan. Ke-4 bayi tersebut lahir dengan selamat dan berada dalam kondisi yang sehat.



Seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Minggu (3/8/2014), namun kebahagiaan sang ibu dengan 4 anak kembar tersebut harus diwarnai kekhawatiran nyawanya dan anak-anaknya. Karena bisa saja terancam jika pulang kembali ke rumah mereka.



Sebagian besar dari warga Gaza tak lagi percaya dengan pernyataan militer Israel, dan menganggap peringatan tersebut adalah tipuan agar mereka kembali ke rumah dan terbunuh di sana.



Gedung sekolah milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kini menjadi tumpuan pengungsian warga Gaza. Meskipun militer Israel sudah memperingatkan bahwa Kota Beit Lahiya di utara Gaza berada dalam kondisi aman.



Namun warga tetap memilih untuk menjauh dari kota tersebut. Demi keselamatan terutama anak-anak wilayah Gaza, mereka pun mengungsi ke tempat yang lebih aman.



Hingga kini, korban tewas akibat serangan Israel sejak sebulan lalu telah mencapai lebih dari 1.650 warga Palestina. Sementara 8.000 lainnya luka-luka. (*liputan6SCTV)
















DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.






Dokumen Rahasia Inggris Persenjatai Israel Habisi Jalur Gaza, Terungkap ke Media



Sebuah dokumen terbaru mengungkap bahwa pemerintah Inggris berpartisipasi dalam mempersenjatai tentara Israel yang telah membunuh ribuan warga Palestina di jalur Gaza.



Dokumen itu diperoleh kelompok Campaign Against Arms Trade (CAAT) di bawah naungan Freedom of Information Act. Dalam dokumen tersebut tampak bahwa senjata yang digunakan Israel dalam perang di Gaza merupakan buatan Inggris.



Selain itu, dokumen tersebut juga mengungkap bahwa izin ekspor senjata senilai lebih dari USD70 juta pada militer Israel telah diberikan kepada 130 produsen pertahanan Inggris sejak tahun 2010.



Di antara produsen senjata itu, ada dua perusahaan Inggris yang memasok komponen untuk pesawat tak berawak Hermes.



Seperti dilaporkan Independent.co.uk, Minggu (3/8/2014), disebutkan pula bahwa 130 perusahaan pembuatan senjata telah mendapat izin resmi untuk merakit peralatan militer sejak 2010, yang kemudian dijual ke Israel.



Dua perusahaan di antaranya diketahui sebagai pihak penyuplai pesawat tak berawak Hermes drone, yang disebut Israel sebagai "tulang punggung" misi militer mereka.



"Hermes drone adalah salah satu pesawat yang paling banyak digunakan Israel, terutama di perbatasan Gaza," tulis laporan tersebut.



Drone Hermes adalah salah satu drone paling banyak digunakan oleh tentara Israel, khususnya di Jalur Gaza.



Salah satu perusahaan Inggris itu adalah BAE Systems. Perusahaan itu diketahui memasok suku cadang untuk pembuatan pesawat jet tempur F-16 yang dikirim ke Israel sebelum 2002. Dokumen itu diterbitkan Independent, Sabtu (2/8/2014).



Dokumen itu juga mengungkap, bahwa puluhan perusahaan pertahanan Inggris secara khusus telah membuat kesepakatan dengan Israel dan militer Israel. ”Israel adalah salah satu pelanggan terbesar untuk ekspor Inggris,” bunyi dokumen itu.



Setelah memburuknya situasi di Gaza, pemerintah Inggris saat ini menegaskan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan ulang sejumlah perjanjian kerja sama militer Israel lantaran kondisi di Gaza yang semakin parah, termasuk jatuhnya ribuan korban jiwa.



"Kami akan memperhitungkan kembali kesepakatan, termasuk izin penjualan senjata karena risikonya sudah sangat parah, dan untuk mengantisipasi hal-hal yang memicu provokasi dan memperlebar konflik," demikian pernyataan pemerintah Inggris, yang dilansir Al-Arabiya.



Sebelumnya, Kongres Amerika Serikat baru saja menyetujui pemberian dana US$ 225 juta atau sekitar Rp 2,6 triliun untuk membantu sistem pertahanan Iron Dome atau anti-rudal milik Israel dalam menghadang serangan roket dari Hamas.



AS dilaporkan bukanlah satu-satunya negara yang membantu Israel, tapi juga Inggris. Sebuah dokumen mengungkap bahwa Inggris turut membantu agresi militer Israel ke Gaza dengan penjualan senjata tempur. (*al-arabiya/Independent)





DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Wiro Sableng #133 : 113 Lorong Kematian

WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Episode : 113 LORONG KEMATIAN KEINDAHAN dan ketenangan Telaga Sar...