Sunday, August 10, 2014

Dunia Bangkit Bela Gaza





Ratusan ribu orang turut serta dalam demonstrasi solidaritas untuk Gaza, dan mengutuk agresi zionis, yang diselenggarakan oleh konferensi Palestina-Eropa dan sejumlah organisasi terkait lainnya.



Puluhan ribu demonstran hadir di ibukota Inggris, London, di depan kantor radio Inggris (BBC) memprotes dukungannya terhadap Israel dalam menyampaikan berita terkait agresi zionis. Para demonstran menuntut pemerintah Inggris menekan Israel untuk menghentikan agresi ke Gaza, dan mencabut blokade, serta mengutuk bantuan senjata bagi Israel.



Demonstrasi yang digagas organisasi “Hentikan Perang” dan Solidaritas untuk Palestina” ini melewati kantor kedubes Amerika untuk mengutuk dukungan Amerika bagi Israel, kemudian mereka bertolak menuju taman Haed Barak, dan menyerukan “Hentikan pembantaian”, “Bebaskan Palestina,” “Hentikan serangan Israel” dan “Akhiri Blokade Gaza.”



Sementara itu ribuan warga Paris juga melakukan demonstrasi mengutuk agresi zionis ke Gaza, dan menuntut diakhirinya blokade. Aksi protes berlangsung di sejumlah kota lainnya di Perancis.



Di ibukota Irlandia, Dublin, ribuan warga turut serta dalam demonstrasi menuntut diakhirinya blokade Gaza, dan memberikan hak bagi mereka di perairan laut. Demonstrasi juga berlangsung di sejumlah kota di Jerman, seperti di Hamburg dll, para demonstran membawa serta poster korban agresi zionis ke Gaza.



Tak ketinggalan kota Wina Austria juga berdemo mendukung Gaza, dan di Swedia ratusan warga membawa bendera Palestina, mengutuk agresi zionis ke Gaza. Demo yang sama berlangsung di sejumlah kota di Italia dan Denmark.



Sementara di Afrika Selatan, puluhan ribu warga berdemo di kota Cape Town, membela dan mendukung Gaza. Mereka membawa poster bertuliskan “Israel Negara Rasial”, “Palestina Merdeka”.



Demonstrasi terbesar sejak jatuhnya rezim apartheid 20 tahun lalu ini, merupakan respon atas seruan Aliansi Nasional Untuk Palestina, yang digagas sekitar 30 organisasi keagamaan, sipil dan partai politik. Aliansi menuntut dihentikannya serangan zionis, dan mengusir dubes zionis dari Afrika Selatan.



Di Inggris, terkumpul sebanyak 4,5 juta pound sterling kurang dari 24 jam untuk bantuan warga Gaza.



Sementara itu juru bicara gerakat Natori Karta Yahudi mengecam pembantaian yang dilakukan Israel terhadap anak-anak Palestina di Gaza, ditegaskannya apa yang terjadi di Gaza berlangsung atas dukungan pemerintahan Barat, dengan alasan membela kepentingan Israel.



Menurutnya, kami sebagai warga yahudi asli mengutuk tindakan keji ini dan menutut dihentikannya pertumpahan darah. Ditambahkannya bahwa mereka berharap Israel berakhir selamanya, karena dunia tahu bahwa zionis merupakan musibah bagi warga yahudi, ungkapnya.



Dalam konteks yang sama, Organisasi Yahudi Inggris menyambut baik aksi menentang genosida, dengan menolak festifal film yahudi yang disertai kedubes zionis, disebabkan agresi zionis ke Gaza. (PIP)
















DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.






Saturday, August 9, 2014

Hamas! Hamas! Masukkan Yahudi ke Kamar Gas!



Setelah sekian lama mendiamkan perilaku agresif kaum Zionis, Eropa kini diramaikan maraknya sikap antiZionis. Bulan lalu, hanya dalam tempo sepekan, Crif—organisasi payung lembaga-lembaga Yahudi di Prancis, mencatat setidaknya delapan sinagoga (tempat ibadah Yahudi) diserang. 

Sebuah sinagoga di Sarcelles, kawasan pinggiran Prancis, dilempari bom-bom molotov oleh sekitar 400-an massa yang menyerbunya. 

Sebuah kosher (semacam supermarket ‘halal’ ala Yahudi dijarah massa. Massa tak hanya merusak dan merampas, juga membentang spanduk bertuliskan “Mati untuk Kaum Yahudi”, serta “Gorok Leher para Yahudi!” 

Di kota lain yang masih bertetangga dengan Paris, massa tak hanya melempari toko-toko yang memunculkan ciri khas Yahusdi dengan batu. Mereka juga membakar bendera Israel. “IsraHell!” tulis sebuah spanduk besar-besar.

Tak hanya di Prancis. Hawa antiZionis juga memenuhi atmosfer Jerman. Bulan lalu, Sinagoga Bergische di Wuppertal, kebanjiran kiriman lemparan molotov. Sinagoga tersebut pada era Kristallnacht —peristiwa perburuan kaum Yahudi oleh simpatisan Nazi di Prancis dan Jerman tahun 1936, sempat diratakan dengan tanah. 

Di Frankfurt, beberapa kaca sinagoga pecah dilempari massa yang marah; sementara di Hamburg, sekelompok Yahudi yang petentengan menggelar demo pro-Israel dihajar para pejalan kaki. Seorang pemuda Yahudi babak-belur di jalanan Berlin, hanya karena ia mengenakan topi mini ala yahudi (yarmulke).

Semua terjadi seiring pembantaian brutal yang digelar Israel kepada warga Gaza. Serangan yang telah membunuh ratusan warga sipil Gaza dan membuat cacat ribuan lainnya itu memang menuai kebencian warga negara-negara Eropa terhadap israel. 

Di setiap demonstrasi besar yang merebak di kota-kota besar Eropa, dengan gampang kita menemukan protes massa pro-Palestina menyamakan pembantaian itu dengan Holocaust. Sementara slogan-slogan seperti : "Yahudi, Babi Pengecut, keluar, ayo berkelahi satu lawan satu!”, “Hamas! Hamas! Masukkan Yahudi ke kamar gas!” menjadi kian lazim.


Konflik yang diciptakan Israel di Gaza memang menghadirkan ke dalam kehidupan Eropa sesuatu yang tua dan sangat buruk: Setan, atau setidaknya gambaran tentang setan. Gambaran tentang monster yang tak pernah puas melakukan dan menghadirkan hal-hal yang buruk dalam hidup. Dan itu kian melekat kepada Israel.

Polisi dan organisasi-organisasi hak sipil Yahudi di Eropa akhirnya sampai pada kesimpulan, sikap anti-zionis itu menguat setiap kali konflik Israel-Palestina meletup. 

Selama tiga pekan berjalannya Operasi Cast Lead yang digelar Israel di akhir 2008 dan awal 2009 lalu, mencatatkan bahwa di Prancis saja ada 66 insiden antiZionis, termasuk serangan terhadap sinagoga dan resto yang dimiliki kaum Yahudi. Itu di luar merebaknya grafiti atau tulisan-lukisan tembok antiZionis, yang kian hari kian kasar.

Para tokoh dan intelektual Yahudi mengakui, kian lama sikap anti-Zionisme semakin dalam dan melebar di Eropa. 

“Saat ini mungkin era paling buruk sejak zaman Nazi,” kata Dieter Graumann, presiden Komisi Pusat Yahudi di Jerman, kepada the Guardian. 

“Di jalanan, suara-suara,” Yahudi memang layak dijebloskan ke kamar gas” menjadi makin lazim. Itu tak pernah terjadi di dekade-dekade sebelumnya di Jerman,” kata dia. Menurut Graumann yang seringkali melakukan perjalan lintas Eropa, itu bukan fenomena khas Jerman.




Yang menarik, selain juga merebak di Belanda, Spanyol, Belgia dan berbagai negara Eropa, negara dengan mayoritas penganut Katolik, Italia, juga dilanda hal serupa. 

Suatu pagi, seorang Yahudi pemilik sederet toko dan resto di Roma menemukan jendela kaca dan dinding tokonya dipenuhi slogan anti-Zionisme dan tanda swastika SS ala Nazi.

“Setiap jiwa warga Palestina adalah saudara kami,” tertulis besar-besar. “Kami punya musuh yang sama, membangun barikade yang sama.” Atau,” Yahudi, akhir zaman kalian sudah dekat.”

Presiden Crif Prancis, Roger Cukierman, menunjuk bahwa semua itu semakin memburuk segera setelah pembantaian yang digelar Israel di Gaza. Yang membuatnya kuatir, dibanding masa-masa lalu, massa demonstran tak lagi meneriakkan yel-yel, ’Mati kaum Zionis’. “Mereka kini meneriakkkan,’Mati kaum Yahudi!”

Para pemimpin Eropa tampaknya mulai kuatir akan fenomena tersebut. Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengatakan insiden-insiden terakhir di negerinya itu mulai ‘menyerang kebebasan dan toleransi di negara kita yang demokratis’. 

Sementara PM Prancis, Manuel Valls, menilai serangan kepada sinagoga dan rangkaian kosher itu sebagai sikap anti-semit. “Sangat jelas, itu rasisme dan anti-semit,” kata Valls.

Thursday, August 7, 2014

Rakyat Gaza Inginkan Hamas Terus Berperang






Gaza City dan kota-kota lain di Jalur Gaza kembali ke kehidupan normal. Kendaraan lalu-lalang dan pasar dipadati pengunjung.



"Kami menjadi terbiasa menghadapi perang dan menyambut perdamaian," ujar Sameh, seorang analis politik terkemuka di Gaza, kepada Times of Israel.



Namun, masih menurut Sameh, segalanya belum berakhir. Hamas kini menghadapi tekanan hebat dari pendukungnya. Mereka yang kehilangan segalanya akibat pemboman 28 hari, termasuk kehilangan beberapa anggota keluarga, ingin Hamas melanjutkan perang.



"Terlebih jika Israel dan Mesir tidak mencabut blokade," kata Sameh.



Lainnya, terutama mereka yang masih memiliki banyak keluarga dan harga, lebih suka perang berhenti dan kembali ke kehidupan normal.



Menurut Sameh, tidak satu pun prajurit Hamas meninggalkan bunker. Beberapa komandan Hamas juga mengatakan mereka sedang berada di atas panggung, bukan di ujung pertempuran.



"Mereka tidak bisa berhenti sekarang tanpa mencapai tujuan signifikan di Kairo," kata Sameh.







Sameh yakin Hamas sedang mempersiapkan strategi baru menghadapi invasi darat Israel. Penghancuran terowongan, yang mencegah Hamas masuk ke wilayah Israel dan menyerang dari belakang, tidak akan menghentikan Hamas.



"Jika tidak bisa melewati Rafah untuk ke pelabuhan, Hamas akan menembakan roket lagi. Lalu kita akan melihat perang lebih sengit lagi," lanjut Sameh.



Analis lain mengatakan Gaza tidak ubahnya prajurit yang terluka parah, tapi terus berusaha menyerang. "Kini, pertempuran terhenti. Gaza akan menjerit kesakitan," ujar analis itu.



Berbeda dengan Sameh, analis yang satu ini ragu Gaza bisa melanjutkan pertempuran.



Di luar perbincangan soal perang dan pencabutan blokade, warga Gaza kini hidup dengan segala keterbatasan. Bassem, salah satunya, tidak menemukan apa-apa kecuali puing rumahnya di Shejaiya.



"Tidak ada yang terlihat kecuali puing," ujar Bassem.



Ia menyewa apartemen kecil di Gaza City, bersama 45 warga lainnya. Mereka hidup tanpa listri dan toilet.







Namun Bassem relatif beruntung masih bisa menyewa apartemen. Imad, temannya, kini menampung 50 temannya di distrik Sheikh Radwan, Gaza City.



"Setiap orang harus saling membantu," ujarnya.



Ketika ditanya siapa yang akan kembali membangun rumah-rumah penduduk, Imad hanya bisa menggeleng. Jika ada harapan, mungkin hanya dari masyarakat internasional.
















DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.






Wednesday, August 6, 2014

Kisah Heroik dan Cerita Keajaiban 29 Pejuang Al-Qassam di Bawah Tanah







Brigade Izzuddin Al-Qassam melalui situs resminya, menurunkan kisah heroik para pejuangnya di sebelah timur wilayah Qararah, utara kota Khan Yunis.






Brigade Al-Qassam menegaskan, bersamaan dengan penarikan terakhir serdadu-serdadu Zionis dari Gaza setelah penjajah gagal dan kalah, kisah heroik dan karamah mujahidin di medan jihad makin banyak disampaikan secara langsung dari setiap sisi bentrokan bersenjata dari utara hingga selatan Gaza.





Mengutip situs Al-Qassam, Pusat Informasi Palestina menyampaikan sebagian kisah inspiratif dan karamah Allah yang terjadi pada para pejuang Brigade Izzuddin Al-Qassam yang berada di dalam bawah tanah dalam waktu yang cukup lama.





Dari bawah tanah itu menjadi poros baku tembak dan pertempuran berkobar di selatan Jalur Gaza, di wilayah Ghawafir, timur baldah Qararah. Pada saat pertempuran Al-Ashful Ma'kul, sebanyak 29 pejuang Al-Qassam pilihan keluar dari terowongan bawah tanah ke medan pertempuran hakiki dan bentrokan langsung dengan serdadu zionis.





Salah satu pejuang Al-Qassam bercerita kepada kami tentang apa yang terjadi. Dengan tenang dia mengisahkan bagaimana penjagaan Allah terhadap dirinya dan rekan-rekannya dalam waktu lama di bawah tanah berhari-hari.





Pejuang berinisial AS mengatakan, "Tugas kami adalah menggelar operasi mencegat pasukan zionis yang infiltrasi ke Gaza dan menghadang kendaraan militer mereka dengan sarana yang ada. Sebagian pejuang lainnya bertugas membuat dan merawat terowongan bawah tanah dan juga tim mata-mata di mulut terowongan untuk membantu kami. Sebelum perang darat dilakukan Zionis, kami sudah siaga."





"Di awal operasi darat, kami berhadapan langsung dengan pasukan Zionis dan dengan pertolongan Allah kami berhasil melakukan aksi heroik. Pertama, kami berhasil meledakkan sebuah tank dan buldoser dari titil nol. Setelah itu kami melakukan operasi-operasi yang dibagi dengan para mujahidin sesuai dengan keahlian mereka sesuai rencana yang dicanangkan sebelumnya saat berada di kamar persiapan operasi." kisah AS.





Sang pejuang juga mengisahkan dua pejuang Al-Qassam yang gugur syahid Basim Agha dan Fadi Abu Audah karena ledakan bom syahid yang mereka lepaskan terhadap buldoser dan tank Zionis dari jarak nol dan mampu menewaskan dan melukai sejumlah serdadu Zionis. Semoga Allah merahmati keduanya.





Sang mujahid Al-Qassam yang kembali dari medan juang ini melanjutkan kisahnya bahwa semua operasi berjalan sesuai rencana dan mereka masuk medan perang dengan keyakinan penuh akan disertai Allah. Mereka menghabiskan waktu tunggu serangan dengan istigfar, doa dan shalat.





"Ketika musuh masuk wilayah Qararah yang diikuti dengan peledakan pintu terowongan bawah tanah oleh pasukan Zionis dengan roket dari pesawat tempur F16. Terowongan kami akhirnya tertutup padahal galiannya mencapai kedalaman 25 meter di bawah tanah. Kami pun terputus dengan tim kamar operasi perencanaan."





Komandan lapangan bernisial WA mengatakan, "Sejak putus komunikasi hari itu, para mujahidin di dalam terowongan itu dianggap sebagai mujahid yang hilang. Kami tidak tahu lagi nasib mereka. Bisa jadi sebagian atau seluruh pejuang karena faktor sengit pertempuran dengan pasukan Zionis dan keluar dari terowongan. Jika berada di dalam terowongan, meski mereka mereka membawa bekal makanan dan minuman, menurut perkiraan kami, waktu selama itu mustahil mereka masih bertahan hidup."





Komandan lapangan melanjutkan, "Namun setelah terjadi gencatan senjata, tim penyelamat dan pertahanan sipil menggali pintu terowongan mereka untuk menemukan para mujahidin. Kami dikagetkan ternyata 23 pejuang Al-Qassam masih dalam keadaan hidup dan sehat segar bugar dengan pertolongan Allah."





Hingga kini masih dicari tiga mujahid lainnya yang hilang. Sementara seorang pejuang gugur Eyad Al-Fara pada saat berusaha menggali pintu terowongan yang ditutup agar rekan-rekannya bisa selamat namun Allah mentakdirkan lain dan terowongan longsor dan menimpa dirinya.





Seorang pejuang yang selamat berinisial RS mengisahkan saat berada dalam terowongan, "Allah memudahkan kami di dalam terowongan bawah tanah terdapat sumber air kecil. Kami gunakan pakaian kami untuk mengambil air itu karena sangat kecil kemudian kami peras dan kami minum. Kurma yang kami bawah kami makan setiap hari dengan dibagi-bagi selama sebulan. Setiap orang setiap hari hanya kebagian setengah buah kurma dan setengah cangkir air."





Padahal di wilayah itu seharusnya keberadaan air di bawah 90 meter di bawah tanah atau masih 65 meter di bawah tanah tempat menjejak para mujahidin itu.





Komandan lapangan Al-Qassam menyimpulkan, "Kesaksian itu membuktikan kepada bangsa Palestina dan umat Islam bahwa meski dunia seluruhnya tidak membela rakyat Palestina dan pejuangnya, maka Allah bersama kami dan tidak akan melepaskan kami. Allah akan membela dan memberikan bekal kepada para pejuang." (at/infopalestina)
















DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.






China Larang Penggunaan Semua Atribut Islam





Otoritas komunis di Karamay, China membuat sebuah peraturan yang sangat kontroversial. Mereka melarang siapapun yang bepergian dengan transportasi umum dengan menggunakan atribut yang berhubungan dengan Islam.



Melansir New.com.au, Rabu (6/8/2014), larangan itu meliputi tidak diperbolehkannya penggunaan hijab, burqa (baju yang dipakai wanita), atau pakaian yang terdapat logo bintang dan bulan sabit yang identik dengan Islam. Bahkan, pemerintah kota melarang pria dengan janggut lebat untuk menggunakan kendaraan umum.



Karamay sendiri adalah salah satu kota yang terletak di wilayah Xinjiang, di mana di wilayah tersebut merupakan lokasi bermukimnya mayoritas Muslim Uighur. Warga Muslim Uighur adalah kelompok minoritas di China dan kerap dipersalahkan atas beberapa tindakan 'teror' di negeri Tirai Bambu tersebut.



“Pembatasan yang terjadi di Karamay adalah sebuah bentuk tindakan diskriminatif yang mampu meningkatkan ketegangan antara kaum Uighur dan pemerintah China," ungkap Dilxat Raxit, juru bicara Kongres Dunia Uighur di pengasingan dalam sebuah pernyataan.



Meurut laporan beberapa media setempat, larangan ini hanya bersifat sementara. Namun, dalam laporan media setempat disebutkan bagi siapa aja yang tidak mengiktui larangan ini akan mendapatkan konsekuensi tegas dari polisi setempat.



Peraturan kontroversial semacam ini bukan pertama kali terjadi di wilayah Xinjiang. Ramadhan lalu pemerintah Xinjiang, melarang seluruh staf dan mahasiswa negeri untuk berpuasa. Hal ini mendapatkan kecaman keras dari negara-negara Islam di seluruh dunia. (*news.com)
















DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.






Trauma Israel dan Kontroversi Protokol Hannibal





Ada pertanyaan menarik di sekitar gencatan senjata 72 jam yang gagal, Jumat (1/8), yaitu apakah Israel menggunakan Protokol Hannibal?



Saat itu, Hamas dan Israel sepakat gencatan senjata 72 jam, tanpa disertai penarikan pasukan zionis dari Jalur Gaza. Hanya 75 menit setelah pemberlakuan gencatan senjata, Israel menyerang membabi-buta.



Hamas menyebut Israel licik, mengingkari gencatan senjata untuk membunuh lebih banyak. Israel menuduh Hamas terus menembaki serdadunya dari terowongan, serta berusaha menyerang dengan aksi bom bunuh diri.



Brigade Al-Qassam lebih tahu motif di balik keputusan Israel mengingkari gencatan senjata, yaitu; membunuh Letnan Hadar Goldin -- perwira Inggris-Israel yang diduga ditahan Hamas.



Kabar Hadar Goldin diculik Hamas muncul beberapa jam sebelum gencatan senjata disepakati. Israel berusaha memverifikasi kabar ini dan gagal. Muncul keyakinan, Hamas menahan Goldin.



Al Qassam segera membuat pengumuman tidak menahan Goldin. Israel tidak percaya, dan terus membombardir lokasi kali terakhir sang perwira menengah terlihat.



Israel, menurut situs alalam.ir, menjalankan Protokol Hannibal -- sebuah perintah rahasia yang dibuat tahun 1986. Inti protokol adalah meningkatkan serangan dengan pemboman jika terjadi penculikan terhadap serdadu zionis, meski serdadu yang diculik berisiko dibunuh atau terbunuh.



Tel Aviv tidak ingin kasus penculikan Gilad Shalit tahun 2006 terulang. Saat itu Israel berusaha mendapatkan Shalit hidup-hidup dengan berbagai cara selama lima tahun, dan gagal. Palestina menukar Shalit dengan 1000 warga Palestina yang ditahan di penjara Israel.



Goldin tidak boleh manjadi Shalit berikutnya. Inilah yang terjadi, Jumat (1/8), ketika Israel memborbadir lokasi terakhir Goldin terlihat, selama beberapa jam.



Setelah itu, militer Israel -- lewat deklarasi resmi rabbi -- mengumumkan kematian Goldin. Agar lebih menghibur, dalam deklarasi ditambahkan; Goldin tewas bersama dua penculiknya saat terjadi pemboman oleh Israel.



Tindakan berikut militer Israel, terutama para petingginya, adalah tidak menjawab pertanyaan wartawan tentang bagaimana mereka tahu Goldin benar-benar mati? Atau, apakah militer menemukan mayatnya?



Protokol Hannibal juga diterapkan saat Israel menginvasi Jalur Gaza tahun 2009. Saat itu, dalam pertempuran dari rumah ke rumah, seorang serdadu Israel yang terkena tembakan melapor lewat radio bahwa dirinya terluka parah dan minta dievakuasi.



Militer Israel tidak mengirim bantuan, tapi menjatuhkan bom ke lokasi serdadu sekarat. Sang serdadu mati. Israel mengumumkan serdadu itu mati ditembak Hamas. (*inilah)
















DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.






Tuesday, August 5, 2014

Israel Akui Gagal Total di Jalur Gaza





Pejabat menteri kabinet PM Benjamin Netanyahu secara terbuka mengakui Israel gagal memenangkan perang di Jalur Gaza.



"Kami kalah strategi tempur di front Gaza," ujar Uzi Landau, menteri pariwisata Israel, kepada surat kabar Yedioth Ahronoth.



Menurut Landau, daya tangkal Israel terkikis secara dramatis selama 26 hari. Israel, katanya, menggempur Gaza dari udara, laut, dan darat, tapi tidak berhasil menghancurkan Hamas.







Landau yakin militer Israel ragu-ragu menghadapi Hamas dalam perang darat.



"Bagi saya, ini adalah indikasi destruktif bagi kemampuan Israel menangkal serangan balasan," ujar Landau.



Namun Landau tidak menyalahkan PM Netanyahu. Ia lebih suka menuduh Presiden AS Barrack Obama sebagai penyebab kegagalannya, karena membawa Hamas ke meja perundingan.



"Ini pelajaran penting bagi Obama untuk tidak berbicara dengan Hamas," ujarnya. (*YA/INL)
















DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.






Wiro Sableng #133 : 113 Lorong Kematian

WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Episode : 113 LORONG KEMATIAN KEINDAHAN dan ketenangan Telaga Sar...