Monday, December 30, 2013

Google Blokir Akun Pembenci Islam, Geert Wilders



Google telah menonaktifkan akun surat elektronik (email) milik politisi sayap kanan Belanda, Geert Wilders. Hal ini menyusul banyaknya keluhan yang menyebutkan pria itu telah menggunakannya untuk menyebarkan kampanye anti-Islam.



“Luar biasa! Google baru saja memblokir akun (email) saya. Tampaknya keberatan yang diajukan Rabbae telah sukses,” kata Wilders lewat Twitter-nya seperti dikutip oleh NLTimes, Jumat (27/12).



Kicauan Wilders tersebut mengacu pada keluhan yang disampaikan oleh Mohammed Rabbae atas nama Dewan Nasional Maroko kepada Google, beberapa waktu lalu.



Di situ Rabbae mengungkapkan Wilders telah menyalahgunakan layanan yang disediakan oleh perusahaan teknologi raksasa itu dengan menyebarkan pesan-pesan kebencian terhadap Islam.





Langkah Rabbae ini kemudian diikuti pula oleh komplain-komplain serupa dari banyak orang. Keberatan tersebut mereka ajukan setelah Wilders menggunakan akun Google miliknya untuk mempromosikan stiker anti-Islam pada pekan lalu.



Pada stiker itu tertulis sejumlah kalimat penghinaan terhadap agama Allah. Di antaranya, ‘Islam adalah sebuah kebohongan. Muhammad seorang kriminal. Alquran adalah racun.’



Wilders pun sepertinya tak pernah berhenti memusuhi Islam. Setelah Google menonaktifkan akun miliknya, ia meluncurkan akun baru di mana orang dapat memesan stiker-stiker anti-Islam buatannya.





Sunday, December 29, 2013

PM Irak Ingin Kiblat Berubah ke Karbala, Bukan Mekkah



Perdana Menteri Irak, Nouri Al-Maliki sedang bermimpi. Pasalnya ia mengeluarkan pernyataan kontroversi ingin mengganti arah kiblat Muslim dunia. Ia mengatakan, Karbala, kota suci bagi sekte Syi'ah itu lebih layak untuk dijadikan kiblat ummat Islam daripada Ka’bah di Mekkah.



"Karbala harus menjadi kiblat dunia Islam karena Imam Hussein dimakamkan di sana," ujar Maliki, Jumat, dikutip Atjehcyber dari Al-Arabiya News.



Pernyataan perdana menteri Iraq itu banyak didapatkan di jejaring sosial saat ini juga diunggah rekaman suara dan videonya.



Al-Maliki bahkan merencanakan akan mengembangkan terus kota suci kaum Syi'ah tersebut hingga layak untuk dijadikan tujuan ziarah umat Islam.



“Kita harus menyiapkan kota Karbala’. Karena kota ini tidak hanya dikunjungi saat hari Asyura’ saja, tapi juga setiap hari Jumat, bahkan setiap shalat lima waktu, karena Karbala’ adalah kiblat.”



Pernyataan PM Syi'ah Irak itu langsung ditentang keras Ulama, Ulama Saudi dijelaskan pernyataannya sebagai hasutan yang dapat menimbulkan perselisihan.



"Masalah ini sudah disepakati oleh semua ulama, baik Sunni dan Syiah. Mereka semua setuju bahwa kiblat adalah Ka'bah," kata Nasser al-Honeini, profesor agama dan pengawas umum di Center of Contemporary di Arab Saudi.



Honeini menambahkan bahwa pernyataan Maliki mengangkangi rukun Iman, sebab umat Islam dilarang berdoa ke arah makam.



Khaled al-Mosleh, professor dari Universitas Qassim di Arab Saudi, menjelaskan pernyataan Maliki sebagai "omong kosong" dan tidak sesuai dengan hukum syariah Islam.



"Fakta bahwa pernyataan seperti itu dibuat oleh seseorang perdana menteri Irak adalah bencana mengingat dia orang yang berpendidikan. Jika ia membuat pernyataan seperti itu, apa yang harus kita harapkan dari orang-orang berpendidikan?" Kata Mosleh Al-Arabiya News.



Nouri Al Maliki merupakan Perdana Menteri Pemerintahan boneka pemerintah Amerika Serikat pasca tumbangnya Saddam Hussein.



Maliki, seorang Syiah memiliki hubungan dekat dengan Iran, yang sering dituduh mempromosikan agenda sektarian di Irak.



Di Irak, Sekte Syi'ah memilki hubungan dengan Iran ini dipercaya untuk menjalankan roda pemerintah sesuai kehendak AS. Nouri meminta bantuan persenjataan modern, seperti pesawat tanpa awak Drone guna memerangi Al-Qaeda. Demikian Al-Arabiya News.







Al-Qaeda Kian Perkasa, Diam-diam AS kerahkan Rudal dan Drone Predator ke Irak



Diam-diam Amerika Serikat mengirimkan bantuan senjata mereka pada pemerintah Irak. Puluhan rudal penghancur telah sampai di bumi Irak, tahun depan pesawat mata-mata nirawak (drone) akan ikut meluncur. Bahkan AS berencana mengirim helikopter Apache jika saja tidak ditolak Kongres.



Seperti diberitakan New York Times yang mengutip seorang pejabat Kementerian Luar Negeri, AS pekan lalu telah mengirimkan pesanan Irak, yaitu 75 rudal Hellfire. Untuk satu buah rudal ini, Irak merogoh kocek US$70.000 atau lebih dari Rp859 juta per buahnya.



Rudal ini akan ditembakkan dari pesawat Cessna turboprop ke markas-markas militan Al-Qaeda di Irak. CIA akan memandu dan memberikan informasi intelijen terkait target serangan.



Selain itu, AS rencananya akan mengirimkan 10 drone mata-mata ScanEagle pada Maret tahun depan. Harga satu drone yang dilemparkan dengan alat semacam ketapel ini mencapai US$100 ribu atau Rp1,2 miliar.



Menurut pejabat AS, bantuan ini diperlukan terutama pasca ditariknya tentara Amerika dua tahun lalu, karena Irak mulai kehabisan rudal Hellfire. Selain itu, Irak yang minim di angkatan udara dan mata-mata udara, sangat terbatas sekaligus kemampuannya untuk melokalisir dan menyerang markas al-Qaeda di barat dan utara negara tersebut.



Untuk mengatasi keterbatasan alat mata-mata Irak, pemerintah Barack Obama juga telah memberikan tiga balon sensor Aerostat, tiga helikopter mata-mata ke militer Irak dan berencana mengirimkan 48 drone mata-mata Raven sebelum tahun 2014 berakhir. Selain itu, AS juga untuk pertama kali akan mengirimkan pesawat tempur F-16 ke Irak pada musim gugur tahun depan.



Sebenarnya Obama juga berencana menyewakan dan menjual helikopter tempur Apache pada Irak, namun ditolak Kongres. Para anggota dewan di AS khawatir, Apache akan digunakan Perdana Menteri Nouri al-Maliki untuk mengintimidasi lawan politiknya.



Akibat tidak mendapatkan Apache dari AS, akhirnya Irak beralih ke Rusia. Dengan Rusia, Irak membeli empat helikopter tempur MI-35 bulan lalu dan berencana membeli puluhan lagi.



Pengiriman rudal dan drone ini sesuai dengan permohonan Maliki saat mengunjungi Washington D.C. Oktober lalu. Maliki tidak ingin pasukan AS tetap di negaranya, namun dia mendesak AS untuk menjual drone dan Apache pada mereka.



Sejak tahun 2005, AS telah menawarkan Irak bantuan sebesar US$35 miliar dalam bentuk senjata dan layanan militer, namun hanya US$8 miliar yang digunakan atau disetujui senat, seperti diungkapkan dalam riset William Hartung, direktur Center for International Policy di Washington.



Menurut Hartung, sebelumnya AS telah menjual ke Irak persenjataan tradisional, seperti tank Abram 140 M1, 18 jet tempur F-16 (yang tertunda), enam pesawat kargo C-130, dan jet serta kendaraan tempur lainnya. Irak sebelumnya telah menawarkan untuk membeli sistem pertahanan udara terintegrasi seharga US$2,4 miliar.



Persenjataan ini diperlukan Irak untuk melawan kekuatan Al-Qaeda yang semakin kuat saja. Menurut laporan PBB, tahun ini saja lebih dari 8.000 rakyat Irak tewas dalam serangan dan pengeboman Al-Qaeda, 952 di antaranya adalah tentara Irak, ini angka tertinggi sejak tahun 2008.



Kekuatan pasukan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang semakin meningkat dikatakan tidak akan musnah jika hanya diserang dengan rudal Hellfire. Menurut para ahli, Irak memerlukan drone serang, bukan drone mata-mata yang kemampuan terbangnya terbatas. (*NYT/VIVA/ACW)







Rusuh Mesir Merembet ke Kampus, Al-Azhar Dibakar



Perseteruan Ikhwanul Muslimin dengan penguasa Mesir kembali memuncak, ditandai dengan pembakaran dua kampus di lingkungan Universitas Al Azhar, Kairo, Sabtu (28/12/2013).



Aljazeera melaporkan, pendukung Ikhwanul Muslimin marah karena dilarang mengikuti ujian di fakultas bisnis. Mereka membakar kampus, salah satunya gedung fakultas pertanian.



Selain dipicu kemarahan karena dilarang mengikuti ujian, pendukung Ikhwanul Muslimin juga berang karena anggota mereka tewas di tangan polisi.



Tiga orang tewas dalam bentrokan dengan polisi di Kairo, wilayah selatan Minya dan Delta Sungai Nil, Jumat (28/12/2013).



Al Azhar adalah salah satu pusat ilmu pengetahuan Muslim Suni terbesar di dunia. Sejak krisis politik melanda negeri ini, kampus Al Azhar berulang kali menjadi tempat terjadinya bentrokan antara pendukung Ikhwanul Muslimin dengan penguasa Mesir.



Penguasa Mesir, pada September, membekukan Ikhwanul Muslimin sebagai tindakan lanjutan penggulingan Mohammed Morsi dari kursi kepresidenan.



Bahkan, beberapa waktu lalu, penguasa Mesir memberikan label baru untuk organisasi ini, yakni organisasi teroris. (*Aljazeera)







Saturday, December 28, 2013

Kasus Pelanggaran HAM Aceh Belum Selesai, KKR akan Segera Disahkan







DPR Aceh akan mengesahkan peraturan daerah atau qanun pembentukan Komisi kebenaran dan Rekonsiliasi, KKR, untuk menyelesaikan berbagai dugaan pelanggaran HAM di Aceh.





Sampai pukul 11.15 WIB, sidang paripurna DPR Aceh masih mendengarkan sikap fraksi-fraksi terhadap pembentukan KKR Aceh.





Partai Aceh, yang merupakan fraksi mayoritas di DPR Aceh, menurut Wakil Ketua fraksinya Adnan Beuransyah, telah menyetujui pembentukan komisi tersebut.





"Kami ingin menjalankan kesepakatan damai (RI-GAM). Di dalam MOU disebutkan akan melahirkan KKR. Jadi, kami mencoba mengimplementasikan hasil kesepakatan tersebut," kata Adnan Beuransyah kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Jumat (27/12), melalui telepon.





Sejak awal, para pegiat HAM telah meminta pemerintah Indonesia segera membentuk KKR untuk menyelesaikan persoalan dugaan pelanggaran HAM di Aceh di masa konflik.





Mereka mengatakan, para korban dan keluarga korban pelanggaran HAM di Aceh telah menunggu janji pemerintah Indonesia untuk merealisasikan pembentukan komisi tersebut, seperti diamanatkan Kesepakatan Damai Helsinki, 2005.





Lembaga pegiat HAM Amnesty Internasional, mengkritik pemerintah Indonesia dan pemerintah daerah di Aceh yang dianggap gagal mengungkap kebenaran praktek pelanggaran HAM di Aceh selama bertahun-tahun.







Pelanggaran HAM di Simpang KKA, Aceh Utara 1999





Padahal, menurut Amnesty Internasional, korban tewas selama masa konflik di Aceh berkisar antara 10.000 dan 30.000 jiwa.





Konflik di Aceh meletus sejak 1976 yang melibatkan Gerakan Aceh Merdeka, GAM, dan pemerintah Indonesia. Puncak kekerasan itu terjadi saat operasi militer digelar di Aceh sejak 1989 hingga kesepakatan damai ditandatangani pada 2005.





Menurut Adnan, KKR Aceh ini nantinya akan mencari kebenaran berbagai kasus dugaan pelanggaran HAM semenjak 1976, karena menurutnya, berbagai pelanggaran HAM di Aceh mulai marak semenjak Gerakan Aceh Merdeka didirikan pada 1976.





Nasib KKR nasional





Sejak Mahkamah Konstitusi membatalkan Undang-undang Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi, lebih dari dua tahun silam, pemerintah dan DPR sejauh ini belum membuat dan mengesahkan UU KKR yang baru.





Dua tahun silam, dokumen awal RUU disebutkan telah diserahkan ke Sekretariat Negara, tetapi belum ada informasi tentang tindak lanjutnya





Indonesia memilih komisi kebenaran sebagai opsi terbaik untuk menyelesaikan kasus pelanggaran di masa lalu, namun menurut pegiat HAM, ini sulit dilaksanakan karena terbentur persoalan politik dan teknis.





Di sinilah kemudian muncul usulan dibentuk Komisi Kebenaran di tingkat daerah, seperti disuarakan para pegiat HAM di Aceh. Sejauh ini belum ada tanggapan dari pemerintah pusat atas rencana pengesahan KKR Aceh. (*BBC)






















Martunis, ‘Si Anak Angkat CR7’ ikut Jejak Christiano Ronaldo



Martunis, anak angkat pesepak bola dunia Cristiano Ronaldo, dinobatkan sebagai duta mangrove Aceh. Penobatan Martunis ini sekaligus mengikuti jejak sang ayah angkat yang juga merupakan duta mangrove Indonesia.



Penobatan Martunis, bocah yang mengemparkan dunia setelah selamat dari amukan tsunami pada 24 Desember 2004 lalu itu, digelar dalam peringatan 9 tahun tsunami dan penanaman mangrove, Sabtu (28/12/2013).



Martunis datang dalam acara yang digelar mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Unsyiah ini dengan mengenakan jersey Real Madrid pemberian Ronaldo.



"Martunis telah memperkenalkan Aceh pada dunia, dan dia juga sangat dekat dengan Cristiano Ronaldo yang juga duta mangrove Indonesia," kata Ketua Panitia penanaman mangrove, Ryan Juliansyah.



Dengan ketenarannya sebagai anak angkat Cristiano Ronaldo, menurut Ryan, sudah sangat layak Martunis dijadikan sebagai duta mangrove.



"Kami berharap Martunis dapat memperkenalkan Aceh melalui kelestarian lingkungan ini, mangrove sangat bermanfaat bagi kelestarian lingkungan kita, dan seperti kita ketahui mangrove juga dapat sebagai pemecah ombak tsunami," tutur Ryan.



Penobatan Martunis ini, menurut Ryan, sebagai sarana untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan menjaga lingkungan. Karena pasca tsunami 9 tahun silam, areal pertumbuhan mangrove banyak yang mati. Diharapkan penanaman mangrove ini dapat memulihkan kembali kondisi pesisir pantai.





Nama Martunis mendunia saat dia selamat dari amukan tsunami. Martunis yang saat peristiwa tsunami Aceh itu masih berusia 10 tahun terdampar di pinggir laut dan bertahan di atas pohon mangrove selama beberapa hari.



Saat diselamatkan relawan di Aceh, Martunis mengenakan jersey timnas Portugal bernomor punggung 10, yang saat itu dimiliki Rui Costa. Kisah Martunis ini pun menginspirasi Ronaldo, yang kemudian mengangkatnya sebagai anak. (liput6)







Inilah Tikar Bidai yang dikabarkan Diklaim Malaysia




Basiran, satu di antara pengrajin tikar bidai di Bengkayang, menunjukan kerajinan bidai berupa sajadah dan hiasan dinding.


Belakangan tersiar kabar soal klaim-mengklaim tikar Bidai buatan tangan warga Dusung Sinargalih, Desa/Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.



Menurut para pedagang, para pembeli dari Malaysia memborong tikar tersebut dan mengganti mereknya menjadi Bidai Serawak. Dijual di Malaysia, harganya dinaikkan hingga lima kali lipat.



Jika harga jual awalnya 220 Ringgit Malaysia (RM), setelah sampai di Negeri Jiran naik menjadi 1.000 RM.



“Kalau sudah masuk Malaysia mereka mengklaim menjadi Bidai Serawak dengan terlebih dahulu mereka poles dan mereka kemas," kata Basiran (45), salah seorang pengrajin Tikar Bidai.



Padahal, tikar dari rotan tersebut telah puluhan tahun dijual di pasar itu. Tikar diperoleh langsung dari pengrajin suku Dayak di pedalaman pulau Kalimantan.



Sejumlah pedagang tikar bidai di Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan, Kalimantan timur pun ikut geram saat tahu hasil kerajinan tangan mereka diklaim.



Pasalnya tikar tersebut adalah salah satu warisan kerajinan budaya asli Kalimantan. Peminatnya bukan hanya wisatawan lokal, tapi juga mancanegara, termasuk para turis asal Malaysia.



Tikar yang berasal dari kayu Kapuak ini bisa dianyam untuk beberapa jenis kerajinan seperti tikar, taplak meja, sajadah, dan hiasan dinding. Harga tikar polos seukuran sajadah hanya dibanderol Rp50 ribu, sedangkan ukuran jumbo bisa seharga Rp1 juta.



Harga Tikar Tergantung Ringgit



Namun, para penjual tikar Bidai mengaku harga jual tikar Bidai sangat tergantung mata uang Ringgit Malaysia. Jika sedang turun maka harga tikar turun, begitu juga sebaliknya.



“Ringgit sekarang tinggi, harga Bidai menjadi naik,” kata Helmi Bin Muhammad (43), Pontianak, Jumat (27/12/2013).



Dikatakannya, penjualan tikar Bidai yang tergantung dengan mata uang Malaysia tersebut, menurutnya, karena tikar asli buatan perajin tikar asal Jagoi Babang tersebut, lebih banyak dijual ke negeri jiran itu.



“Adik saya bisa menjual sampai hampir 200 lembar tikar Bidai per bulan. Pembelinya banyak di Malaysia. Kalau saya saja di sini, 10 lembar di suplai dari Adik saya, sampai sekarang belum terjual-jual,” tuturnya.



Helmi menuturkan, saudaranya rutin menjual tikar Bidai di Serikin (Malaysia) setiap Sabtu Minggu.



Helmi memeparkan, penyebabnya minimnya pembeli lokal di sini Kalimantan Barat sendiri, karena kurang mendapat perhatian dari pemerintah setempat.



Pemerintah Malaysia justru lebih gencar membeli tikar Bidai dari Jagoi Babang, sehingga membuat pedagang orang Malaysia Sendiri lebih bergairah memasarkan Bidai.



“Kalau saya, paling-paling pembelinya orang Jakarta, Bandung, dari Pulau Jawa. Tamu-tamu yang dibawa ke sini. Pembeli orang Pontianak sendiri sepi. Tidak ramai seperti di orang Malaysia. Bahkan mereka menjual sampai ke Kuala Lumpur,” ujarnya. (*tribun/pontianak)





Wiro Sableng #133 : 113 Lorong Kematian

WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Episode : 113 LORONG KEMATIAN KEINDAHAN dan ketenangan Telaga Sar...