Monday, April 28, 2014

Mengapa Ratusan Tentara AS Bunuh Diri Tiap Tahun?





Meski tidak terlibat pertempuran di medan perang ternyata ratusan tentara Amerika Serikat setiap tahun melakukan aksi bunuh diri. Angka bunuh diri tentara aktif Amerika selama 2013 turun dibandingkan pada 2012, tetapi ada peningkatan kasus bunuh diri di Garda Nasional dan Pasukan Cadangan Angkatan Darat.



Laporan awal terbaru dari Pentagon, Jumat (25/4/2014), menyebutkan selama 2013 tercatat 261 tentara aktif melakukan bunuh diri. Jumlah itu turun dibandingkan 318 kejadian serupa pada 2012.



AFP menulis perubahan jumlah itu tak dramatis mengingat pasukan Amerika Serikat sudah ditarik dari pertempuran Irak maupun Afghanistan.



Meskipun terjadi penurunan pada angka bunuh diri tentara sepanjang 2013, laporan itu mengakui ada peningkatan angka bunuh diri sebesar 5 persen di Garda Nasional dan Pasukan Cadangan Angkatan Darat pada tahun yang sama.



Sebelumnya, penyebab banyaknya kasus bunuh diri di kalangan militer Amerika dinisbatkan pada laju pengiriman pasukan ke Irak dan Afghanistan selama satu dekade terakhir. Namun, laporan terbaru ini otomatis membantah pendapat umum tersebut.







Pada saat pasukan Amerika menghadapi puncak perang di Irak pada 2008, kasus bunuh diri di kalangan ini tercatat mencapai 268 kejadian pada 2008 dan 309 kasus pada 2009. Angka itu jelas tak banyak berubah dari data terakhir pada saat pasukan Amerika tak lagi ada di medan pertempuran.



Para petinggi militer Amerika Serikat disebut terus berupaya mengidentifikasi alasan tepat dari maraknya kasus bunuh diri di pasukannya. Laporan terbaru dari Pentagon tersebut mendapatkan hanya 13 persen dari tentara yang bunuh diri pernah terlibat langsung dalam pertempuran langsung dan 57 persen pernah dikirim ke zona perang meski tak terlibat perang langsung, dalam satu dekade terakhir.



"Faktor paling umum yang diduga menjadi penyebab bunuh diri adalah kegagalan hubungan, riwayat masalah administrasi dan hukum, serta kesulitan keuangan atau tempat bekerja," ujar laporan tersebut.



Disebutkan pula dalam laporan itu, mayoritas tentara yang bunuh diri adalah laki-laki, kulit putih, berumur di bawah 25 tahun, berpangkat rendah terutama tamtama, dan sudah menikah.



Total angka bunuh diri di kalangan militer Amerika pada 2013 adalah 18 orang per 100.000 tentara, turun dari 22,7 per 100.000 tentara pada 2012. Dari jumlah itu, tentara Angkatan Darat mencatatkan angka bunuh diri tertinggi, disusul tentara dari korps marinir. (*AFP/trbn)




















Rezim Fir'aun Mesir Hukum Mati Pemimpin Ikhwanul Muslimin





Pengadilan rezim 'Fir'aun' Mesir di Kota Minya, Senin (28/4/2014) menjatuhkan hukuman mati terhadap 683 orang petinggi dan pendukung Ikhwanul Muslimin, termasuk pemimpin organisasi itu, Mohammad Badie.



Para terdakwa yang dijatuhi vonis itu adalah mereka yang dituduh terlibat dalam pembunuhan dan percobaan pembunuhan anggota kepolisian di kota Matay, provinsi Minya pada 14 Agustus 2013.



Pada hari itu, polisi membubarkan aksi unjuk rasa pro-Muhammad Mursi yang berujung bentrok berdarah dan mengakibatkan ratusan orang tewas.



Namun, sebagian besar terdakwa mengatakan, mereka tidak terlibat dalam kasus penyerangan anggota polisi itu. Sebagian besar terdakwa juga menyangkal mereka adalah pendukung Ikhwanul Muslimin.



Pengadilan yang sama juga menjatuhkan hukuman mati kepada 492 orang dari 592 terdakwa pada Maret lalu. Sisanya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.




















Pakar: Pasukan Cyber Jokowi Giring Opini Publik





Pendukung Calon Presiden (Capres) PDIP Joko Widodo atau Jokowi di dunia maya, dinilai melakukan penggiringan opini agar Jokowi tidak pernah salah di mata publik.



Pendukung fanatik Jokowi yang kemudian menimbulkan istilah baru yakni pasukan nasi bungkus (panasbung), dinilai tidak mengedepankan aspek moral dalam berpolitik.



Pakar komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing mengatakan adanya akun bayaran pendukung Jokowi di media sosial sebagai bentuk penggiringan opini publik untuk tujuan tertentu.



"Kalau memang akun-akun di media sosial seperti di Twitter itu dikendalikan, berarti ada maksud tertentu menggiring opini publik. Harusnya ketika berpolitik, tidak boleh lepas dari moral. Seharusnya dalam memperoleh kekuasaan itu netral, tidak ada penggiringan," kata Emrus, Senin (28/4/2014).



"Satu orang membawahi banyak akun di media sosial, itu sama saja dengan kebohongan publik. Sepertinya banyak orang yang berkomentar, padahal hanya dikendalikan satu orang supaya terbentuk opini," lanjutnya.






Headline
Pakar komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing - (Foto: istimewa)


Direktur Lembaga Emrus Corner itu memaparkan penggiringan opini publik yang dilakukan akun bayaran pendukung Jokowi tak jauh beda dengan money politics. Apalagi setelah beredar informasi, akun yang biasa berkomentar untuk mendukung Jokowi dan menjelek-jelekkan capres lain itu ternyata menerima gaji.



"Apalagi seperti itu (pendukungnya menerima gaji). Itu tidak jauh beda dengan menghalalkan money politics. Seharusnya gerakan masyarakat itu natural, tidak ada penggiringan. Ini sama saja dengan politik mobilisasi Hitler. Bedanya, mobilisasi Hitler saat itu dilakukan dengan ancaman. Pergerakan lewat media sosial seperti itu (akun bayaran), menghalalkan money politics," imbuhnya.





Sunday, April 27, 2014

Jangan Tertipu, Ini Bukan Lukisan! Pemandangan Menakjubkan Persawahan di China (PICTURES)





Di pedalaman China, ada kompleks persawahan yang sangat indah jika dilihat dari atas. Sawah yang berundak, warna air, dan tanaman padi yang cantik membuat siapapun yang memandang seperti sedang melihat sebuah mahakarya lukisan Tuhan.



Dikutip dari Daily Mail, kompleks persawahan di Pegunungan Ailao, Yuanyang, barat daya China memiliki warna dan pola yang sangat indah. terasering di sini sering disebut sebagai 'Stairway to Heaven' atau tangga menuju surga. Ini karena undak-undaknya sangat tinggi, mencapai 2.000 mdpl.



Sekilas, persawahan ini terlihat seperti lukisan nan indah. Kompleks persawahan ini dimiliki suku Hani yang memang sudah tinggal di pegunungan tersebut dari 2.500 tahun lalu. Para pendahulu harus berusaha keras untuk bisa bertahan hidup di pegunungan. Akhirnya, mereka membuat lahan sawah yang hingga kini masih jadi mata pencaharian utama suku Hani.



Kaisar dari Dinasti Ming menjuluki seni ukir dari persawahan tersebut sebagai sesuatu yang berseni tinggi. Bahkan UNESCO telah menetapkan kawasan tersebut sebagai Situs Warisan Budaya dan Alam. Kawasan ini dilindungi oleh pemerintahan China karena setiap tahun berhasil memenuhi kebutuhan makanan ribuan orang.




Hani people have created fantastic and perfect land art of vast terraced fields in the heritage site





Stunning: Hani Terraces are located at Yuanyang County in Honghe Prefecture, Yunnan Province





Natural wonder: The site is protected by the laws of the People's Republic of China





Stairway to heaven: The 1000m of mountain slopes of terraces are still in used today and were created by the people of Hani thousands of years ago





Like a painting: The water which flows down from the mountains are crystal clear while the air is incredibly clean





Wonder of the world: Two thousand five hundred years ago, the ancestors of Hani people came from Tibetan Plateau to work this land





The amazing rice-terraces were built on the red-soil mountains by the Hani people





Without hard work maintaining the terrace walls and irrigation system, the precious top soil would wash down the hillsides into the rivers





Natural beauty: There is only one harvest per year for the Yuanyang Rice Terrace





During the winter to early spring season, the entire field is filled with spring water





Picture perfect: The water flows down the fields creating this amazing natural scenery



Sumber: DailyMail




















Saturday, April 26, 2014

Pernah Lihat Gajah ‘Mabok’ ? (PHOTOS)


Banyaknya buah marula di Singita Sabi Sand, Afrika Selatan, ternyata menjadi godaan buat gajah-gajah di sana.



Buah marula yang jatuh ke tanah akan terfermentasi. Foto-foto ini adalah bukti bahwa gajah-gajah di Singita Sabi Sand mabuk karena makan buah marula. Saksi mata melihat mereka terhuyung-huyung, terjatuh, dan menunjukkan tanda-tanda mabuk sama seperti manusia mabuk.



Singita Sabi Sand (www.singita.com) terletak di Sabi Sand Reserve, berdampingan dengan Taman Nasional Kruger.







Foto oleh Photo by Ross Couper for Singita Sabi Sand





Elephants drunk on native fruit at South Africa's Singita Sabi Sand


Foto oleh Photo by Ross Couper for Singita Sabi Sand





Elephants drunk on native fruit at South Africa's Singita Sabi Sand


Foto oleh Photo by Ross Couper for Singita Sabi Sand





Elephants drunk on native fruit at South Africa's Singita Sabi Sand


Foto oleh Photo by Ross Couper for Singita Sabi Sand





Elephants drunk on native fruit at South Africa's Singita Sabi Sand


Foto oleh Photo by Ross Couper for Singita Sabi Sand





Elephants drunk on native fruit at South Africa's Singita Sabi Sand


Foto oleh Photo by Ross Couper for Singita Sabi Sand





Elephants drunk on native fruit at South Africa's Singita Sabi Sand


Foto oleh Photo by Ross Couper for Singita Sabi Sand





Elephants drunk on native fruit at South Africa's Singita Sabi Sand


Foto oleh Photo by Ross Couper for Singita Sabi Sand





Elephants drunk on native fruit at South Africa's Singita Sabi Sand


Foto oleh Photo by Ross Couper for Singita Sabi Sand























Wanita dan Remaja Inggris Berjihad di Suriah



Sepuluh wanita Inggris dan dua remaja diduga meninggalkan Inggris untuk berjihad melawan diktator Suriah Bashar al-Assad.



Kantor berita Perancis AFP mengabarkan Jumat (25/4/2014), dugaan itu diutarakan Shiraz Maher, kepala Pusat Studi Radikalisme Internasional di London.



‘’Sekitar 10 wanita Inggris ada di sana dan kebanyakan dari mereka menuju Suriah bersama suaminya,’’ tutur Shiraz Maher.



‘’Dua remaja dari Portsmouth, dua penduduk London dan lima lainnya dari berbagai kota di Inggris juga dilaporkan bergabung dengan pemberontak Suriah,’’ tulis harian Daily Mail.



Lebih lanjut, Shiraz Maher memperingatkan, mereka yang menuju ke Suriah akan bergabung dengan kelompok jihad tersebut.



Di antaranya kelompok Negara Islam Irak dan Suriah, sebuah sempalan kelompok al Qaeda yang ingin menggulingkan Assad dari tampuk pemerintahan Suriah.



‘’Mereka diyakini akan melakukan perang Jihad menggulingkan Assad, tapi bisa jadi bergabung dengan kelompok pemberontak lain,’’ kata Shiraz Maher.



Sedikitnya 600 warga Inggris telah berangkat untuk berperang di Suriah sejak perang saudara berkecamuk Maret 2011. Diperkirakan 20 wanita di antaranya terbunuh. (*AFP/inl)





Provokasi Loth'an dan Islamophobia di Republik Ceko





Praha -- Begitu terkejut ketika mendapat kabar Kepolisian Republik Ceko, menggrebek Islamic Foundation in Praha.



Lebih terkejut lagi, praguepost.com menyebut Lukas Loth'an dalam laporannya. Loth'an belajar Islam di Brno, satu dari dua kota di Republik Ceko yang memiliki Islamic Center, selama 12 tahun. Sejak 2011, ia menjadi 'musuh' Muslim nomor satu di Praha dan Brno.



Sebelumnya, 14 April lalu, secara tak sengaja saya membaca laporan Soeren Kern di gatestoneinstitute.org tentang keputusan pemerintah Praha menyetujui proyek memperkenalkan Islam ke sekolah-sekolah dasar dan menengah di seluruh Republik Ceko.



Proyek bertajuk Muslims in the Eyes of Czech Schoolchildren dipelopori sebuah kelompok advokasi Muslim, dan dibiayai pembajar pajak di AS melalui hibah dari Kedubes AS di Praha.



Kementerian Pendidikan Republik Ceko juga secara resmi mengatur kuliah dan seminar tentang Islam dan praktek keislaman, agar anak-anak sekolah tidak berprasangka buruk mengenai Islam.



Secara umum, pemeritah Repubik Ceko relatif terbuka dengan Islam, tapi tidak demikian dengan masyarakat neger itu. Proyek ini dikecam banyak orang, dan dicurigai bertujuan mengubah anak-anak non-Muslim menjadi Muslim lewat promosi multikulturalisme untuk melawan Islamphobia.



Islam di Republik Ceko sangat kecil. Ada yang bilang 10 ribu, tapi mereka yang pesimistis mengatakan jumlah mereka tidak lebih dari 5.000.



Yang pasti, sensus tahun 1991 menyebutkan hanya ada 495 pemeluk Islam di Brno dan Praha. Sensus tahun 2001 menunjukan terdapat 3.699 pemeluk Islam.



Jika menggunakan angka 10.000, maka populasi Muslim di Republik Ceko hanya 0,1 persen dari total penduduk negeri itu yang 10,4 juta. Namun kenaikan populasi Muslim mencapai 2.000 persen sejak 1991, dan 170 persen sejak 2001.



Kebanyakan Muslim di Praha dan Brno adalah imigran dari Afghanistan, Bosnia, Chechnya, Mesir, Irak, Iran, Libya, Suriah, dan Turki. Namun studi Kementerian Dalam Negeri Republik Ceko tahun 2007 menemukan adanya jumlah konvertis, atau mualaf, cukup besar pada tahun 2005.



Radio Free Europe memperkirakan sebanyak 2.000 orang Ceko memeluk Islam antara 1989 sampai 2000. Kebanyakan wanita, dan menjadi Muslim karena menikah. Lainnya adalah kalangan intelektual.



Sampai 2010, kehidupan Muslim di Brno dan Praha nyaris tanpa gangguan. Tahun 2011, setelah keluarnya buku Islam and Islamism yang ditulis Lukas Loth'an, kehidupan Muslim mulai terganggu.



Lewat buku itu, Loth'an menuduh dua institusi Islam di Brno dan Praha dipimpin Muslim ekstremist yang mengajarkan kepada mualaf untuk menjalankan jihad. Ia juga menuduh dua masjid di Republik Ceko dibiayai Arab Saudi.



Menurut Kern, Muslim Republik Ceko melawan propaganda anti-Islam Lukas Loth'an dengan lebih aktif memberikan ceramah ke sekolah-sekolah. Perlawanan lainnya, menurut Kern, mengajukan gugatan kriminal ke pengadilan dan meminta pemerintah melarang peredaran Islam and Islamism.



Loth'an terpojok dengan dua institusi Islam di Republik Ceko. Namun setelah Bases of Tauhid: The Islamic Concept of God muncul, Loth'an melakukan serangan balik.



Ia menuduh buku itu menyebarkan kebencian; antisemit, xenophobia, rasis, dan penghinaan terhadap ras yang dianggap rendah dalam Islam. Provokasi Loth'an tampaknya berhasil, dan memaksa kepolisian Republik Ceko menggrebeb Yayasan Islam di Praha. (*inl/praguepost.com)




















Wiro Sableng #133 : 113 Lorong Kematian

WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Episode : 113 LORONG KEMATIAN KEINDAHAN dan ketenangan Telaga Sar...