Saturday, August 2, 2014

Dokter Eropa: “Apakah Bayi-bayi Ini Teroris?”





"Apakah ini teroris?" tanya seorang dokter asal Eropa kepada wartawan, seraya menunjukan foto beberapa bayi yang tewas akibat pemboman Israel selama 24 hari.



Tidak ada yang menjawab. Wartawan lebih asyik menulis. Kru televisi hanya sesekali mengarahkan kameranya ke gambar-gambar korban tewas yang didokumentasikan sejumlah dokter Eropa itu.



Dokter-dokter itu bekerja lebih dari 17 jam sehari untuk menyelamatkan korban serangan bom Israel. Kebanyakan anak-anak dan wanita.



"Kami bisa pastikan 80 sampai 90 persen korban tewas adalah warga sipil," ujar Mads Gilbert, dokter asal Norwegia yang menjadi pembicara dalam konferensi pers itu.



"Saya belum pernah melihat pertumpahan darah paling keji sepanjang hidup saya," lanjutnya.



Gilbert memotret semua korban tewas yang datang ke rumah sakit tempatnya bekerja. Ia terkadang terjun langsung ke wilayah yang hancur, untuk membawa orang-orang terluka dan mayat-mayat.



"PBB, Presiden AS, pemimpin Eropa, dan PM Israel Benjamin Netanyahu harus bertanggung jawab atas pembunuhan brutal ini," ujar Gilbert dengan nada tinggi. (*Inl)







DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jika pun Israel Gunakan Bom Nuklir, Amerika Serikat Pasti Setuju





"Seandainya saat ini Tel Aviv penggunaan bom nuklir untuk menenggelamkan Jalur Gaza, AS pasti setuju."


Profesor Ilmu Politik Universitas California, Dr As’ad Abu Khalil, tidak sedang bergurau ketika saat mengatakan; "Seandainya saat ini Tel Aviv mewacanakan penggunaan bom nuklir untuk menenggelamkan Jalur Gaza, AS pasti setuju."


Ia mengikuti semua pemberitaan konflik Jalur Gaza saat ini, dan bertahun-tahun mempelajari pola propaganda Israel. Ia memahami mengapa publik AS cenderung mendukung Israel, dengan perbandingan 5:1, dan Eropa lebih suka mendukung Palestina.


Lobi Yahudi di AS, menurutnya, secara konsisten menentang dan menyabot pembentukan Middle East Center di kampus-kampus. Ketika lembaga itu harus berdiri, Israel memaksa kampus menyeimbangkan pengajaran antara Yahudi dan Arab.


Tidak boleh ada program pengajaran konfik Arab-Israel. Pengajaran tentang dunia Arab harus seimbang dengan pengajaran eksitensi Israel.


Di sisi lain, propaganda yang dijalankan Israel tidak pernah memiliki hubungan dengan realitas, tapi atas tuntutan politik Washington.


Propaganda zionis sangat fleksibel. Antara 1940-1950, misalnya, Israel dengan baik menggunakan kebencian terhadap Nazi untuk melawan gerakan nasionalis Palestina. Caranya, dengan memberi label 'cabang Nazi' kepada gerakan itu.


Propaganda dilengkapi gambar Mufti Besar Palestina, Amin al-Husayni berdampingan dengan Adolf Hitler. Yang terjadi adalah Palestina tersudut. Publik Arab setengah hati mendukungnya.


Di era Perang Dingin, Israel -- tentu saja bersama Amerika Serikat -- menempelkan stigma komunis kepada Palestina. Pemimpin Palestina tidak bisa mengelak, karena mereka mendapatkan senjata dari Uni Soviet.


Usai perang dingin, Israel mencari stigma baru untuk ditempelkan ke ke Palestina. AS menyediakannya, yaitu teroris. Lobi zionis di AS berperan penting mengangkat isu bahwa semua negara Islam adalah teroris.


Israel, menurut AbduKhalil, nyaris tidak menggunakan bahasanya sendiri, atau mencari kesamaan kata dari Arab, sebelum membuat stigma. Mereka ingin menjadikan konflik di Timur Tengah bukan antara Israel dan Arab, tapi antara Arab dengan Barat.


Israel selalu berupaya menempatkan Arab, yang oleh orang Yahudi disebut Orang Utan, sebagai musuh AS dan Eropa. Tujuannya, agar setiap publik Paman Sam dan Eropa membenarkan setiap tindakannya membunuh anak-anak Palestina.


Mereka yang mempelajari sejarah perjuangan Palestina pasti tahu bagaimana Israel menggunakan label teroris untuk memobilisasi negara Barat dan AS mengutuk PLO. Kini, Israel menggunakan cara yang sama menghadapi Hamas.


Publik AS tersugesti, dan nyaris tidak berbuat apa-apa ketika Pentagon membuka gudang senjatanya untuk Israel. Washington hanya sekali mengutuk Israel selama 24 hari pembantaian, yaitu saat bom Israel menghancurkan sekolah PBB.


Jika ada tindakan genosida yang dibenarkan AS mungkin hanya saat ini. Genosida itu dimulai dengan pernyataan Dubes Israel di Washington, bahwa Gaza adalah Hamas, dan Hamas adalah Gaza. Masyarakat sipil Gaza adalah warga sipil Hamas.


Maka, pembunuhan terhadap anak-anak dan wanita di Gaza tidak lagi dilihat sebagai kejahatan perang, tapi penghancuran teroris, dan sah. Inilah yang membuat publik AS dan media AS mendukung.


Semua ini telah berlangsung lama. Bahkan Golda Meier, saat menjadi perdana menteri Israel, mengatakan; "Kita membenci Arab dan Iran agar kita bisa menjatuhkan bom atom di atas kepala mereka. Jika itu kita lakukan, AS akan memuji kita dengan retorika manusiawi-nya.


Meier tidak sempat melakukannya. Yitzak Rabin, pahlawan perdamaian dalam terminologi AS, pernah mengekspresikan niatnya menenggelamkan Gaza ke laut bersama penduduknya.


Ia juga tidak sempat melakukannya, karena tahu Israel butuh Gaza dan Hamas agar orag Yahudi selalu memiliki musuh bersama untuk selalu dibantai. Padahal, pemimpin Israel tahu betapa setiap pembantaian di Gaza hanya akan melahirkan generasi perlawanan baru. (inl)




DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Pejuang Hamas sudah Bunuh 131 serdadu Israel





Semenjak serangan darat dilakukan oleh pihak tentara penjajah Israel, 131 dari mereka tewas dihabisi saat berhadapan dengan Brigade Izuddin Al Qassam, demikian lansir alqassam.ps Rabu, (30/7/2014)



Dari 131 korban tewas 20 diantaranya tewas dalam rentang waktu dua hari sebelumnya, termasuk tewas 15 anggota pasukan khusus Brigade Maglan disebabkan terjebak di sebuah bangunan yang penuh dengan peledak.



Selama pertempuran, pejuang al Qassam mendapat pengalaman menarik tentang betapa pengecut pasukan para prajurit yang disokong oleh persenjataan canggih tersebut.



Dikutip dari MINA, seorang pejuang al Qassam berinisial SS memberi kesaksian saat dia melakukan operasi militer di Bait Hanoun, Gaza Utara.



"Awalnya saya tak berpikir jika pasukan Israel merupakan pengecut. Kemanapun kami pergi menghadapi mereka, mereka berteriak sehingga kami bisa menghabisi mereka dari belakang dengan mudah".







Pejuang tersebut melanjutkan, pasukan Israel juga sering berteriak saat mendengar ledakan di samping mereka. Padahal, mereka dilengkapi dengan perlengkapan militer baja dan sistem perlindungan yang canggih.



"Saudara-saudara kami mempunyai semangat yang tinggi. Banyak diantara mereka dapat menyaingi pasukan Israel. Saya sendiri mampu membunuh dua tentara dari jarak 10 meter kemudian kembali ke lorong".



Pejuang Hamas lainnya berinisial SA yang merupakan komandan dari pasukan elit al Qassam pernah menyaksikan tentang kepengecutan tentara zionis.



"Kami berhasil mengadang sebuah kendaraan militer Israel dan membunuh prajurit didalamnya. Kami terkejut karena kendaraan lain yang terletak 20 meter di belakang tak keluar untuk bertempur. Pintu mereka terbuka tapi mereka tak berani untuk menolong teman mereka". (*MINA/alqassam.ps)
















DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.






Friday, August 1, 2014

Mengenal Lebih Jauh Dr. Awwad Ibrahim alias Abu Bakr Al-Baghdadi






Dr. Ibrahim Awwad Ibrahim Ali al-Badri al-Samarrai, begitulah nama panjang sosok yang dikenal sebagai Abu Bakr al-Baghdadi, di antara para pendukungnya ia digelar sebagai Khalifah Ibrahim, pertama kalinya memperlihatkan wajahnya saat khutbah Jumat 5 Juli lalu, di Mosul, Irak.





Ia memang sosok pria yang misterius, Sebelumnya beberapa fotonya memang dibocorkan, tetapi al-Baghdadi tidak tampil di muka umum selama 4 tahun, sejak menjadi pemimpin Islamic State in Iraq and al-Sham (ISIS) atau Negara Islami di Irak dan Syam.





Sementara, kawasan Syam/Sham yang dimaksud disini adalah beberapa wilayah yang meliputi sejumlah negara diantaranya: Irak, Suriah, Yordania, Lebanon, Palestina dan Israel.





Seperti dilansir BBC, Kamis (31/7/2014), pernyataan tertulis pertamanya adalah sambutannya terhadap tewasnya Osama Bin Laden pada bulan Mei 2011.





Sejak kemunculan kelompok tersebut, 15 bulan lalu, informasi tentang Baghdadi yang disediakan untuk media juga meningkat. Jumlah informasi khusus tentang latar belakangnya juga bertambah.




Sebelum April 2013 lalu, Baghdadi juga tidak terlalu banyak mengeluarkan pesan audio. Pesan audio pertamanya dikeluarkan bulan Juli 2012, berisi 'isyarat' kemenangan Negara Islam di masa depan ini mengacu pada sebuah Bisyârah Nabi.





Bisyârah -pesan masa depan- tersebut yakni, jatuhnya Syam ke tangan kaum Muslim yang diisyaratkan Nabi Muhammad SAW pada 1400 tahun yang lalu.





Berawal dari Peristiwa Isra’ dan Mikraj Nabi dari Masjidil Haram, di Makkah. Ke Masjid al-Aqsa, di Palestina, serta ditunjuknya Nabi SAW untuk menjadi imam para Nabi dan Rasul sebelumnya di Masjid al-Aqsa juga menguatkan Bisyârah itu.





Setelah itu, Nabi SAW pun berulangkali menegaskan, “Uqru dar al-Islam bi as-Syam (Pusat negara Islam, ada di negeri Syam).





Keturunan Nabi Muhammad





Pada Juli 2013, ahli ideologi asal Bahrain, Turki al-Binali yang menggunakan nama Abu Humam Bakr bin Abd al-Aziz al-Athari menulis biografi Baghdadi, terutama untuk menggaris-bawahi sejarah keluarga Baghdadi.





Turki al-Binali menyatakan, Baghdadi memang keturunan Nabi Muhammad, salah satu persyaratan kunci dalam sejarah Islam untuk menjadi khalifah atau pemimpin semua warga Muslim.





Baghdadi dikatakan berasal dari suku al-Bu Badri, yang sebagian besar berada di Samarra dan Diyala, Baghdad utara dan timur, dan secara historis penduduknya dikenal sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW.





Turki al-Binali kemudian menyebut, sebelum invasi Amerika Serikat (AS) terhadap Irak, Baghdadi menerima gelar doktor dari Universitas Islamis Baghdad, yang memusatkan kajian pada kebudayaan, sejarah, hukum dan jurisprudensi Islam.










Baghdadi sempat berkhutbah di Masjid Imam Ahmad ibn Hanbal di Samarra. Dia memang tidak memiliki gelar dari lembaga keagamaan Sunni, seperti Universitas al-Azhar di Kairo atau Universitas Islami Madinah di Arab Saudi.





Kendati, dia lebih memiliki pengalaman pendidikan Islam tradisional, dibandingkan pemimpin al-Qaida, Osama Bin Laden dan Aymen al-Zawahiri, yang keduanya adalah orang biasa, insinyur dan dokter.





Karena itulah Baghdadi menerima pujian dan legitimasi yang lebih tinggi di antara pendukungnya.





Menjadi Pemimpin





Setelah invasi AS terhadap Irak pada 2003 lalu, Baghdadi dan beberapa rekannya mendirikan Jamaat Jaysh Ahl al-Sunnah wal Jamaah (JJASJ), Angkatan Bersenjata Kelompok Warga Sunni, yang beroperasi dari Samarra, Diyala, dan Baghdad.





Di dalam kelompok ini, Baghdadi menjadi pemimpin dewan hukum. Pasukan pimpinan AS menahannya dari Februari hingga Desember 2004. Tetapi membebaskannya, karena Baghdadi tidak dianggap sebagai ancaman tingkat tinggi.





Mengikuti jejak al-Qaida di Tanah Dua Sungai mengubah nama menjadi Majlis Shura al-Mujahidin (Dewan Syura Mujahidin) pada awal 2006, pimpinan JJASJ menyatakan dukunganya dan penggabungan diri. Di dalam struktur baru, Baghdadi bergabung dalam dewan hukum.





Tetapi tidak lama kemudian organisasi mengumumkan perubahan nama kembali di akhir 2006, menjadi Negara Islam Irak (ISI). Baghdadi menjadi pengurus umum dewan hukum provinsi di dalam 'negara' baru di samping anggota dewan penasihat senior ISI.





Ketika pimpinan ISI, Abu Umar al-Baghdadi meninggal pada April 2010, Baghdadi menggantikannya.










Sejak menjadi pemimpin Negara Islam, Baghdadi membangun dan membangkitkan kembali organisasi yang berantakan, karena kebangkitan kesukuan Sunni yang menolaknya -juga tak sedikit yang menerima.





Dibandingkan dengan usaha pertama Negara Islam untuk berkuasa dalam sepuluh tahun terakhir, sampai sejauh ini, mereka dipandang lebih berhasil meski pun tetap timbul pertanyaan tentang kelangsungannya dalam jangka panjang.





Keberhasilan ini sebagian karena mereka menggabungkan penerapan hukum syariat dengan layanan sosial, di samping juga strategi pemberian umpan.





Jika ditelaah, awal berdirinya Negara Islam terlebih dulu menargetkan wilayah di sepanjang Sungai Efrat dan Tigris, di samping daerah yang memiliki minyak di Irak dan Suriah.





Baghdadi dan pemimpin Negara Islami lain menyadari monopoli atas energi dan peningkatan kekuatan militer akan memudahkan penghimpunan kekuatan.





Belum bisa diramalkan secara persis seperti apa nasib Negara Islam di masa mendatang, namun yang jelas al-Baghdadi mampu membuat organisasinya menjadi lebih dikenal di seluruh dunia dalam waktu yang begitu singkat. (*lip6/bbc/pelbagaiSumber)
















DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.






“Hamas takkan Menyerah meski hanya Tersisa 1 Pejuang”





Pengamat politik Israel dan peneliti bidang sejarah Timur-Tengah, Gershon Baskin menegaskan, gerakan Hamas tidak akan meyerah dan tidak akan mengibarkan bendera putih meski hanya tersisa satu pejuang, satu senapan, dan satu roket.



"Para pejuang Hamas berjuang menghadapi kematian tanpa rasa gentar dan takut dan mereka lebih siap mati demi negeri mereka, agama mereka, dan Tuhan mereka," tegas Baskin .



Baskin yang pernah menjadi mediator dari pihak Israel dalam perjanjian pertukaran serdadu Gilad Shalit yang ditawan oleh Hamas menegaskan dalam halaman Facebooknya kemarin sore Kamis (31/7) bahwa Hamas memiliki ambisi besar dalam peperangan dan mereka sangat yakin dengan perjuangan yang mereka hadapai.



"Mereka berjuang membela kampung halaman mereka, siap berkorban dengan yang termahal yang mereka miliki agar generasi masa depan hidup bebas," tukas Baskin.






Gershon Baskin

Baskin menambahkan, tidak ada seorangpun di dunia ini yang mengingkari bahwa masalah Palestina membutuhkan solusi adil, kecuali Israel sendiri.



"Yang diminta oleh Hamas saat ini tidak lebih dari pembebasan blokade ekonomi dari Jalur Gaza, membuka perlintasan-perlintasan dan memperluas jangkauan laut untuk para nelayan, membebaskan tawanan dan membuka blokir transfer gaji pegawai Palestina dan mengakui pemerintah terpilih," imbuh Jorshon yang menilai semua tuntutan Hamas itu tidak ada yang tidak logis untuk diikuti.



Baskin mengatakan, "Saya melihat kemenangan di mata Hamas. Ya benar, mereka mengorbankan sangat banyak. Tidak perlu dibandingkan antara kekuatan kita dan kekuatan mereka. Mereka tidak memiliki bom berton-ton. Namun mereka melihat kerugian yang diderita oleh Israel karena serangan roket yang memaksa warga kita harus lari ke tempat persembunyian, dan meninggalkan rumah mereka."



Peneliti Israel ini menyerang dan mengkritik kedustaan yang dipromosikan di media massa melalui komandan-komandan militer Israel tentang Hamas dan masa depan perang di Jalur Gaza yang dituding oleh Baskin sebagai pembohongan publik.



Baskin juga menuding prediksi Israel soal Hamas tidak ada hubungannya dengan realita. Ia mengaku apa yang diketahuinya tentang Hamas berbeda dengan yang disiarkan melalui media massa Israel.



Sistem pertahanan Hamas melalui terowongan telah membuat Israel ketakutan, ditambah roket yang menggempur tanpa henti. Hamas juga dinilai diuntungkan dalam pertempuran opini publik. Gambaran kehancuran akibat serangan Israel, pembunuhan anak-anak wanita telah memaksa dunia melihat Israel dan militernya sebagai penjahat.



Ia melanjutkan, warga Israel tidak menyaksikan stasiun televisi Arab atau internasional pada itu tersedia. Mereka lebih memilih hidup di dunia khayalan melalui corong peneliti Israel dan jubir militer mereka. (at/Infopalestina.com)
















DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.






Thursday, July 31, 2014

KORUT: Amerika Sengaja Gulingkan Negara Islam Berdalih Perangi Teroris



Pemerintah Korea Utara (Korut) meledek laporan tahunan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) yang mengklaim AS sebagai negara penjamin kebebasan berkeyakinan di dunia.



Pemerintahan Korut pimpinan Kim Jong-un itu menyebut AS munafik, karena AS justru pihak yang paling bertanggung jawab atas -ketidakstabilan- situasi dunia.



”Mantan Menteri Pertahanan AS Donald Rumsfeld dan para pemimpin negara lain mengejar kebijakan yang bertujuan menggulingkan pemerintah di negara-negara Islam dengan dalih memerangi terorisme,” tulis kantor berita KCNA, Kamis (31/7/2014), mengutip pernyataan pemerintah Korut.



Korut juga mengecam Washington yang selalu mengkritik Pyongyang dalam berbagai laporan yang bertujuan mengisolasi Korut di panggung internasional.



”Upaya untuk merusak Korut dengan fitnah adalah tindakan tidak masuk akal dengan menyebut (di Korut) tidak ada kebebasan beragama. Itu benar-benar tidak masuk akal,” bunyi pernyataan pemerintah Korut. ”Sepenuhnya, kami menjamin kebebasan berkeyakinan setiap warga negara.”



Reaksi Korut itu sebagai respons laporan tahunan Biro Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Perburuhan Departemen Luar Neger AS yang berjudul ”International Religious Freedom Report for 2013”.



Laporan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS, John Kerry pada briefing khusus pada tanggal 28 Juli 2014 lalu.



Dalam laporan ini, selain menyebut Korut, AS juga menuduh Iran, China, Arab Saudi, Bahrain, Sudan dan negara lain tidak memberikan jaminan kebebasan berkeyakinan terhadap warganya. (*SND)





DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


Pengamat Militer Israel: “Hamas Menang, Itulah Kenyataannya”





Seorang pengamat militer Israel, Ben Kasbet, dilansir surat kabar Israel Maarev, menyerukan pemerintah Benjamin Netanyahu untuk segera mengakui kemenangan Hamas.



Ini sangat penting menyusul kemenangan demi kemenangan Hamas dalam pertempuran selama 24 hari terakhir ini.



''Inilah kebenaran. Pemerintah Netanyahu dan Israel berada pada posisi yang sangat sulit beberapa hari ke depan,'' kata Kasbet pada surat kabar Israel, Maarev.



Kasbet mengatakan serbuan Israel mendapat perlawanan signifikan. Gempuran demi gempuran menghantam Israel. ''Israel lari dari kondisi buruk kepada situasi yang lebih buruk lagi,'' katanya.



Sejak sebulan lalu, Israel tidak bisa memberikan kejutan. Bahkan, serangan demi serangan semakin menunjukkan keterpurukan Israel dan menjadikan negara tersebut semakin bobrok, dengan membunuh warga sipil.



Oleh sebab itu, kata Kasbet, Netanyahu harus mengakui kesalahannya telah melakukan agresi tanpa bisa memberikan solusi atau alternatifnya.



''Jika Israel tidak bisa membendung Hamas, maka inilah akhir dari Israel. Ia juga tidak akan bisa membendung Iran maupun Hizbullah di utara dan akan tampaklah kelemahan Zionis. Ia harus membayar mahal atas kenyataan ini,'' katanya.



Pengamat Zionis kemudian mengakhiri tulisanya, ''kita jangan menipu diri sendiri. Jika kita tak punya kemampuan untuk menggempur Hamas hari ini, maka ke depan akan lebih sulit lagi dan akan jauh lebih berat lagi."



(*PIP)
















DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.






Wiro Sableng #133 : 113 Lorong Kematian

WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Episode : 113 LORONG KEMATIAN KEINDAHAN dan ketenangan Telaga Sar...