Tuesday, July 9, 2013

Christine Hakim: “Melihat Kondisi Aceh Sekarang, Cut Nyak Dhien Pasti ia akan Nangis”






Aktris kawakan Christine Hakim mendadak diam. Ia seakan tidak bisa mengungkapkan kegundahannya saat didapuk memberikan sambutan pada acara pengukuhan Lembaga Tjoet Nja’ Dhien di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Aceh, akhir pekan lalu.





Maklum, ia pernah memerankan tokoh Cut Nyak Dhien dalam film Tjoet Nja' Dhien (1989). Tak mengherankan, penjiwaan atas tokoh sejarah Aceh itu tidak hanya ia jabarkan di layar lebar saja.





Namun, Christine juga membawa setiap penghayatan atas karakter sang tokoh ke kehidupan nyata. 





“Saya terharu karena lembaga ini memerhatikan tokoh perempuan Aceh. Saya tak masuk dalam organisasi, namun saya hadir sebagai pendukung saja,” ujarnya sekembali ke Jakarta.





Perempuan kelahiran Kuala Tungkal, Jambi, 25 Desember 1957 itu memang sempat menitikkan air mata. Pasalnya, ia sangat tergugah dengan tokoh pahlawan Cut Nyak Dhien. Ia pun merasa senang dengan kehadiran Lembaga Tjoet Nja’ Dhien yang baru dibentuk itu karena dapat mengangkat derajat perempuan Aceh. 





“Kalau Cut Nyak Dhien melihat kondisi Aceh sekarang, pasti ia akan nangis.”





Lewat lembaga adat itu, perempuan semakin menjadi agen perubahan. Terutama, di dunia pendidikan, ekonomi, sosial, dan politik. 





“Perempuan memiliki jiwa yang tulus sehingga bisa mengorbankan jiwa dan raga. Pahlawan Cut Nyak Dhien sudah buktikan,” tandasnya.





Ia juga menyoroti maraknya kasus penjualan anak-anak di bawah umur hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih sering terjadi. Untuk itulah, lembaga ini diminta untu memerhatikan kasus serupa.





“Kebersamaan adalah filosofi di sana. Saya optimistis lembaga ini bisa memberikan sumbangsi bagi Aceh dan Indonesia, umumnya,” jelas peraih Aktris Terbaik pada Asia Pasific International Film Festival dalam film Daun di Atas Bantal (1998), itu.





Gempa Bumi berkekuatan 6,2 Skala Richter yang sempat melanda kawasan Bener Meriah dan Aceh Tengah, baru-baru ini, juga menjadi sebuah perhatian. Ia berharap, masyarakat tetap tenang dan selalu mendekatkan diri kepada Sang Khalik. 





“Ini tanda-tanda alam yang harus kita baca,” tuturnya, sedikit berfilosofis. (*/metro)







Like → Tweet :










Join → Follow :











No comments:

Post a Comment

Wiro Sableng #133 : 113 Lorong Kematian

WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Episode : 113 LORONG KEMATIAN KEINDAHAN dan ketenangan Telaga Sar...